
Terkadang kalau di suruh milih antara sahabat dan cinta memang sulit, apalagi sahabat yang sudah begitu lama terjalin.
Tapi tidak bagi Keanu, menurutnya teman atau sahabat itu tidak akan membuat temannya kecewa. Ok, kalau bisa bikin marah, karena setiap orang pasti melakukan kesalahan. Tapi kalau sudah sampai batas membuat kecewa yang sampai membekas di hati, apa masih bisa di maafkan dan di beri kesempatan seperti dulu. Jawaban Keanu adalah, tidak!
Keanu masih kesal dengan sikap Anugrah yang terlalu baik, lagi dia masih kesal dengan Anugrah yang menurutnya tidak jujur. Entah kenapa ia masih begitu kesal, apa lagi mengingat kalau Anugrah duduk di pojokan gedung balai pertemuan dengan seorang pria. Lagi pria itu adalah pria yang ia tahu kalau mempunyai perasaan sama Anugrah.
Sudah tiga hari ini, ia membiarkan dirinya tidak menghubungi Anugrah. Ia masih ingat kata-kata Anugrah yang mengatakan kalau dirinya kekanak-kanakan. Padahal itu semua untuk menunjukan kalau dirinya begitu terlalu mencintai perempuan pedagang da lam an itu.
Keanu masih tak habis pikir, kenapa tunangannya itu jadi orang terlalu baik, "dia tuh bukan baik. Tapi bodoh!" Umpatnya kesal.
Kini dirinya berada di kamarnya sendiri, dengan menatap foto Anugrah yang terpajang di tembok, ia sengaja mencetak Foto Anugrah lumayan besar dan ia pajang di sana. Untuk mengobati rasa rindunya.
Apalagi saat melihat pose Anugrah yang tengah menguap itu, selalu saja membuatnya ingin tertawa. Tapi tidak kali ini, ia melihat foto itu dengan kesal.
Sebenarnya bukan rasa kesal yang mendominasi, lebih ke rasa rindu yang tak terobati karena gengsi untuk menghubungi duluan.
πβοΈπβοΈπβοΈ
Tak beda jauh dengan Anugrah ia juga tengah merasakan rindu yang menggebu-gebu pada seseorang yang tiga hari ini tak menghubunginya. Ingin sekali mengubungi duluan, tapi ia ingat kalau dirinya lah yang menyuruh Keanu tak menghubunginya dulu.
"Mungkin masih butuh waktu untuk sendiri." Katanya dengan pandangan kosong.
Malam yang dingin membuat suasana semakin sunyi. Apalagi sore tadi baru saja hujan jadi malam ini jalanan begitu terlihat sepi. Rumah-rumah tetangga pun sudah mulai gelap, mamak dan bapak pun sudah tak terdengar di ruang tamu, mungkin sudah masuk ke kamar.
Anugrah lantas berdiri dan masuk ke dalam rumah tak lupa mengunci pintu.
Lebih baik ia tidur, dari pada memikirkan Keanu yang belum mau menghubungi nya.
βοΈπβοΈπβοΈπ
Ternyata hubungan mereka yang saling tidak menghubungi itu berlangsung lama, karena kini sudah seminggu Keanu tidak menghubungi Anugrah, pun sebaliknya.
__ADS_1
Entah kenapa keduanya sama-sama keras kepala, tidak ada yang mau mengalah sama sekali.
Anugrah terlihat diam, tidak banyak bicara seperti biasanya. Apalagi kini dirinya sudah jualan di tempat baru, di mana di sebelah lapaknya bukan lagi Siti, tapi sesama penjual da lam man, hanya saja penjual itu sudah begitu berumur, dan tidak terlalu suka berbicara, malah lebih sering menasehati.
Jika dirinya ingin menemui Siti terlalu jauh, harus melewati beberapa penjual sesuai urutan. Yuni pun tak di bolehkan ngider di sana, karena sudah ada lapak penjual makanan sendiri di sana, dan jika ingin jualan di sana harus menetap tidak boleh ngider kayak Yuni.
Lengkap sudah kesendirian Anugrah, tidak dapat mendengar kabar Keanu, tidak punya teman baru juga. Dan di tambah sepinya pembeli di tempat itu menambah galau suasana hati Anugrah.
Ternyata pembeli yang biasa membeli dagangannya hanya beberapa yang kembali, sedang yang lainya tetap belanja di pasar, tidak ke tempat baru. Karena lokasinya yang terlalu jauh, dan itu membuat penjual di lapak merasakan kerugian. Untung nya Anugrah masih bisa menjual nya secara online walaupun tak sebanyak seperti di tempat yang lama.
Sore ini baru pukul tiga, tapi Anugrah sudah mengemasi dagangannya. Ia merasa hari ini cukup melelahkan jadi ia putuskan untuk pulang.
Dari lapak barunya menuju parkiran lumayan jauh, dan itu cukup membuatnya tambah kesal. Mana barang baru banyak banget membuat tas yang ia bawa berubah jadi karung besar dengan isi yang masih penuh.
Dengan pelan ia berjalan, karung yang begitu besar ia gendong di punggung dengan kain jarik sebagai gendongannya.
Begitu sampai ia meminta tolong Kang parkir yang bukan Kang Yono, karena sudah beda tempat.
"Suwun, Kang ..." Kata Anugrah dengan menyodorkan uang lima ribu rupiah pada Kang parkir.
(Suwun : Terima kasih)
Melajukan motor kesayangan dengan pelan, menuju tempat ternyaman. Tapi belum sampai keluar dari pasar ia di cegat oleh ibu calon mertua, yang tengah berjalan.
Anugrah dengan segera memberhentikan motonya. "Kenapa, Bu?"
Ibu Ranti tersenyum ramah, "nggak papa, gimana laris dagang di sana?"
"Allhamdulillah, nggak terlalu bu," jawab Anugrah jujur apa adanya.
Bu Ranti tersenyum lebih lebar begitu mendengar jawaban Anugrah, tangan kirinya menutupi dahi dan matanya karena silau. Matahari masih bersinar di sebelah barat, membuat Bu Ranti yang tengah menghadap ke arah barat kepanasan.
__ADS_1
"Mau pindah, aja?"
"Ke mana?" Tanya balik Anugrah.
"Di dalam sana, ada kios kosong. Kalau mau bisa Ibu bilangin sama Kean." Kata Bu Ranti.
Mendengar nama Keanu di sebut, Anugrah merasakan rindu di hatinya. Sudah lama tidak mendengar suaranya, apalagi suara adzan nya.
"Nggak usah, lah, bu. Di sana saja," ucap Anugrah.
Bu Ranti menggeser badan nya ke tempat yang teduh, di samping Anugrah. Anugrah yang masih berada di motornya menoleh mengikuti di mana Bu Ranti berdiri, pindah posisi.
"Ya sudah, nanti kalian berdua saja ya, yang bicarakan."
Anugrah mengangguk, "ya sudah, Nu pamit ya bu ..."
"Hati-hati." Kata Bu Ranti menatap kepergian Anugrah dengan motornya setelah menyalami tangannya.
Anugrah sampai dan meminta tolong bapak untuk menurunkan karung dagangannya.
Karena masih terlalu siang dan belum mendengar adzan ashar berkumandang Anugrah duduk bersandar di kursi yang ada di ruang tamu. Bapak malah keluar lagi menyapu halaman yang sudah di penuhi dauh rambutan kering.
Mamak keluar dari belakang, mungkin dari dapur. Langsung duduk di samping putrinya.
"Tumben," kata Mamak begitu melihat jam dinding dan melihat putrinya sudah di rumah.
"Sepi banget Mak," ucap Anugrah dengan mata yang terpejam.
"Ya, sabar." Kata Mamak.
Anugrah tak menjawab, kalau urusan sabar tentu sudah, masalahnya Anugrah tengah memikirkan Keanu yang belum juga menghubunginya, dan itu membuatnya tambah murung.
__ADS_1
Tapi ia tak mau membicarakan nya dengan Mamak, karena menurutnya itu tak seharusnya.