Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Tiba-tiba


__ADS_3

Cerita dikit ... ini part udah selesai dari pagi, tapi entah kenapa aku berasa kayak ragu sama isi part ini. Jadi kalau enggak nyambung ataupun ada yang aneh, maklumin ya... 😁


Belum selesai Anugrah membuang nafas kasarnya, ketukan pintu sudah terdengar. Anugrah yang tadinya ingin melanjutkan doa jadi urung. Berdiri mengangkat rok mukenah dan membuka pintu. Dari suara yang Anugrah kenal, adalah suara Yuni. Tapi, ngapain Yuni dateng Maghrib-maghrib begini.


Ceklek.


Begitu pintu sukses di buka, munculah wajah ceria Yuni yang sudah terlihat memakai bedak dan pewarna bibir, juga pakaian nya yang sudah rapi. Alis Anugrah semakin berkerut manakala melihat Yuni datang dengan Mbak Raya. Mbak Raya ini MUA yang lumayan terkenal di Desanya.


Belum sempat Anugrah mempersilakan masuk, Yuni sudah mendorong Anugrah dan membawa Mbak Raya masuk, Yuni lalu menyodorkan paper bag yang ia bawa pada Anugrah.


"Eh, sudah datang ...." Mamak keluar dengan bapak. Ketiga wanita yang masih sama-sama muda itu pun menoleh.


"Dandan nya di kamar Anugrah saja, ya Mbak Raya." Mbak Raya mengangguk. "Yun, nanti kamu bantuin Mamak, ya ... kamu dandan nya terakhiran aja." Yuni menganggukkan kepalanya setuju.


"Ayo, Nu," ajak Mba Raya. Dengan menenteng tas make-up nya.


Anugrah seperti robot yang kebingungan, dengan langkah yang tidak pasti ia mengajak Mbak Raya masuk ke kamarnya. Mbak Raya pun mengikuti.

__ADS_1


"Bentar, ya Mbak." Kata Anugrah, ia menaruh pemberian Yuni di atas meja dan membuka mukenah nya.


"Santai, aja Nu ... cepet kok, cuma rias tipis-tipis kan," ucap Mbak Raya. Anugrah menoleh sebentar ke arah Mbak Raya, "aku tahu, Nu apa yang anak muda mau."


Padahal dalam hati Anugrah bingung sama apa yang di maksud Mbak Raya. Yang Anugrah tahu, tamunya ya Keanu dan ibu bapaknya, tapi kenapa mesti di rias juga wajahnya. Ia pikir cuma perlu pakai baju yang benar.


Sedangkan di luar, Yuni tengah menggeser para kursi ke pinggiran. Lanjutnya ia menggelar beberapa karpet, lalu membantu Mamak menaruh semua makanan pesanan Mama yang baru datang, juga orang WO yang tengah menghias sedikit ujung Ruangan agar cantik dan menarik. Untuk sesi tukar cincin nanti.


Anugrah di kamar tidak tahu menahu, ia hanya menurut saat di suruh duduk dengan Mbak Raya yang memulai make over wajah nya.


"Lamaran mendadak, ya Nu?" Tanya Mbak Raya.


Dari kamar nya, Anugrah dapat mendengar kalau di luar kamarnya tengah banyak orang yang sibuk.


"Mumpung Kean, di rumah ya ... sweet banget deh kalian ya, dari kecil sama-sama, nggak nyangka udah mau married aja. Ngedahuluin aku ni." Ujar Mbak Raya.


Percayalah Anugrah hanya tersenyum, ia tak tahu harus menjawab apa.

__ADS_1


"Eh, Nu. Kean tuh ambil jurusan apa?"


"Kalau nggak salah, kepelatihan olahraga, kayaknya."


"Wis calon guru ... keren-keren. Doa in aku dong, Nu, supaya dapet suami kayak calonmu."


Anugrah hanya mengucap "aamiin" selebihnya ia diam menerima sapuan make-up Mbak Raya. Mbak Raya memberinya begitu banyak pertanyaan, yang hanya ia jawab dengan anggukan dan senyuman saja.


Tok Tok Tok


"Nu ...." Panggil Yuni dari luar kamar Anugrah.


"Ya, Yun," bukan Anugrah, melainkan Mbak Raya yang menjawab.


"Pakai baju yang tadi aku kasih ya," ucap Yuni.


Setelah selesai dengan make-up nya Anugrah langsung memaki baju yang tadi Yuni berikan.

__ADS_1


Kini Anugrah sudah siap dengan atasan tunik brokat tile motif akar, dengan bawahan batik. Jilbab segiempat yang di pakaikan Mbak Raya juga membuatnya semakin cantik. Anugrah di suruh menunggu di kamar sampai di suruh keluar. Sedangkan Mbak Raya yang tugasnya sudah selesai pun keluar.


__ADS_2