Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Sudahlah


__ADS_3

Sesuai apa yang Keanu bilang, Anugrah pun pulang dengan motornya sendiri. Sedang Keanu jalan kaki.


Setelah memakirkan dengan cantik motornya di teras, Anugrah pun membuka helm nya dan mengucap salam. Pintu terbuka lebar, Anugrah langsung masuk walau tidak ada yang menjawab salamnya.


Ia berjalan ke belakang mencari keberadaan dua orang penghuni rumah itu, tapi sampai belakang rumah ia tidak melihat ada tanda-tanda kehidupan. Anugrah menutup pintu belakang yang tembus ke kebun belakang rumah. Tungku masih dingin belum ada tanda-tanda di pakai. Begitu juga kompor di dapur masih bersih.


"Mamak, ke mana?" Gumamnya.


Ia ke depan lagi, tadinya ia mencari Bapak nya untuk membantu menurunkan barang dagangannya, terlalu susah untuk ia turunkan sendiri. Ya sudah lah nanti saja.


***


Kini Anugrah sudah segar, seusai mandi sore nya. Begitu keluar dari arah belakang ia baru melihat sosok sang Mamak yang tengah duduk di ruang tamu. Menghitung uang.


"Dari mana, Mak?" Anugrah duduk di sampingnya.


"Anter," jawab ibu. Tanpa perlu bertanya mengantar apa, Anugrah tahu, apa lagi kalau bukan rujak jualannya. Anugrah mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Bapak?" Tanyanya kemudian. Setelah selesai mandi yang lumayan lama, tapi bapaknya belum juga terlihat.


"Di rumah pak Tugi, tanya harga sewa tenda hajatan." Mamak masih sibuk menghitung uang, dan memasukan pecahan lima puluh ribu dan dua puluh ribu ke dalam dompet. Sedang yang sepuluh ribu ke bawah, Mamak taruh lagi di dalam kaleng bekas wafer yang selalu ia pakai.


"O ...." Anugrah hanya ber oh ria. Tapi, tunggu! "Tenda, mak? Buat apa?" Tanyanya lagi penasaran.


Mamak memutar tubuhnya menghadap sang putri. "Buat nikahan kamu. "


"Makin tua, mamak makin pinter becanda. Hehe," Anugrah mencolek lengan mamak. Lalu beranjak dari duduknya ia masuk ke kamarnya, niatnya untuk membuka handuk yang tengah membungkus rambutnya, tapi ia urungkan begitu Mamak berbicara kembali.


"Mamak, seriusan?" Anugrah membeku, dua tangannya masih di atas kepalanya, memegangi handuk yang akhirnya copot juga.


***


Selepas itu tak ada obrolan yang berarti. Yang Anugrah tahu, bapak pulang hampir Maghrib dengan beberapa boks makanan di tangannya. Anugrah tak bertanya lagi, ia hanya mengambil makanan itu dan membawanya ke belakang.


Tak beberapa lama kemudian adzan Maghrib berkumandang, tiga manusia yang tengah sibuk dengan masing-masing kegiatan nya pun berhenti dan mengambil wudhu secara bergantian.

__ADS_1


Tak ada yang Anugrah katakan, ia hanya diam menurut. Jujur saja dalam hatinya masih belum mau untuk menikah di waktu dekat.


Sholat Magrib yang biasanya di Musala, kini mereka lakukan di rumah. Seusai ber'doa singkat, Anugrah mengambil ponsel nya dan menelpon Keanu.


Tidak di jawab. Mungkin belum selesai salatnya, tapi Anugrah tetap melakukan panggilan. Sampai akhirnya di jawab oleh Keanu.


"Halo," ucap Keanu.


"Hm, kamu mau ke sini?" Tanya Anugrah langsung.


"Iya, nanti tapi. Kenapa? Nggak sabar ya ...." Keanu malah menggoda kekasihnya itu.


"Ya, sudah." Tanpa aba-aba Anugrah mematikan sambungan telponnya.


Membuat heran Keanu di sana. Keanu yang masih menggunakan koko dan sarungnya itu menatap ponsel yang layarnya sudah hitam dengan heran. Kenapa dia?


Sedang Anugrah di kamarnya mengembuskan nafas berat. Sudahlah ....

__ADS_1


__ADS_2