Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Seperti Mimpi


__ADS_3

Kini kedua sejoli yang baru saja tukar cincin itu tengah duduk bersama adik sepupu Keanu di teras. Para anak muda dan anak kecil memang sedari tadi di luar, selain sempit kalau masuk semua, juga kadang anak muda tidak akan mau mendengarkan basa-basi orang tua yang berpidato panjang kali lebar.


Ternyata mereka tak se-dingin yang Anugrah pikirkan, mereka benar-benar bisa membuka topik pembicaraan dengan baik. Obrolan mengalir begitu saja, Yuni pun turut duduk di samping Anugrah menemani ngobrol para keluarga Keanu.


Yuni yang cerewet bertemu dengan Zidan-sepupu Keanu yang seumuran dan sama-sama suka bicara itu nyambung, dari obrolan absurd sampai becanda saling lempar kulit kacang.


***


Seperti mimpi yang menjadi nyata, semua terjadi begitu mendadak dan hilang begitu saja. Menyisakan sebuah kenangan yang membuat senyum bahagia di bibir mereka.


Semalam setelah acara selesai, semua langsung di bereskan dan di kembali kan seperti sedia kala, hanya tersisa makanan dan parsel-parsel seserahan juga piring dan para gelas yang belum di taruh kembali ke dalam tempat persembunyian nya.


Ketika bangun dari tidur karena telinganya mendengar sayup-sayup adzan subuh, Anugrah langsung terduduk. Seketika ia menatap jari manis yang kini telah di pasang cincin baru. Ada di jari tengah juga, cincin yang lama.


Teringat akan semalam, di mana dirinya duduk dan Keanu berdiri sama-sama menunjukan cincin mereka dengan senyum yang ceria ke arah kamera.


Teringat juga saat dirinya duduk berdua setelah para keluarga dan saudara Keanu pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


"Ayu," ucap Keanu memuji calon istrinya.


"Kenapa nggak ngasih tahu," ucap Anugrah.


"Sengaja, surprise. Tapi nggak marah 'kan?"


"Tadinya, mau marah. Mau kabur juga karena kesel 'kan! Tapi nggak jadi, takut kamu depresi aku tinggal kabur." Kelakar Anugrah.


"Hehe. Kalau kamu kabur aku nggak akan depresi. Tapi cari lagi, wlee" Keanu menjulurkan lidahnya. Anugrah menonjok keras lengan Keanu yang duduk di sampingnya dengan kesal.


"Hehe, enggak lah. Nggak akan nyari yang lain, karena udah buntu aku tuh di kamu." Keanu membuat love kecil dengan telunjuk dan jempol nya.


"Nggak, apa-apa 'kan? Di percepat ... aku nggak mau nunda-nunda hal baik. Lagian kamu tahu nggak, di sana aku banyak yang godain. Kalau udah bercincin kayak gini 'kan pastinya mereka udah tahu dan nggak akan ganggu." Ujar Keanu.


"Ngarang! Di goda, terus tergoda apa enggak, itu urusan kamu. Jangankan tunangan Nu, wong banyak yang sudah menikah tapi ke goda wanita lain kok!"


"Aku nggak akan. Mereka jelas minder pas mau goda aku kalau aku tunjukin foto kamu."

__ADS_1


Lamunan Anugrah buyar saat pintu diketuk oleh Mamak, di suruh bangun untuk Salat.


Paginya mereka bertiga duduk di ruang tamu, dengan pembahasan semalam. Anugrah tak membahas kenapa dirinya tak di beritahu, karena saat melihat wajah bahagia kedua orangtuanya ia sudah ikut bahagia. Mamak bapak bicara soal pernikahan yang ternyata tak lama lagi. Dan kali ini Anugrah cukup diam, ia mengingat kembali apa yang Yuni bilang semalam.


"Nu, nggak di buka itu parsel nya? Kalo yang makanan udah mamak buka dan bagi-bagi ke tetangga sekalian semalam." Tanya Mamak.


Anugrah menoleh ke arah tumpukan parsel yang belum ia sentuh sama sekali, hanya ia lihat sebentar saat melewatinya.


"Nanti, siang aja."


"Banyak, banget ya Nu. Dulu jamannya mamak. Boro-boro tunangan seperti ini, ya cukup peningset. Wis selesai." Kata Mamak.


"Yang datang juga cuma bapaknya sama anaknya tok, sekarang semua sudah meriah. Apa-apa di buat meriah. Nggak tahu nanti kalau kamu menikah se meriah apa." Ujar Mamak lagi.


Bapak yang tengah ngopi hanya jadi penonton dan pendengar.


"Semua tergantung orangnya, Mak ... mau meriah apa enggak."

__ADS_1


Anugrah bangkit dari duduknya dan masuk kamar. Pikirnya mending siap-siap buat berangkat dagang, dari pada duduk di samping Mamak. Nggak akan selesai membicarakan tentang acara.


__ADS_2