Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Isi Pesan


__ADS_3

Hari sudah sore, Anugrah dan Mamak baru saja selesai masak. Lebih tepatnya Mamak, karena Anugrah hanya membantu Mamak saja. Membantu mendorong kayu bakar ke dalam tungku, dan membantu mencuci berasa juga sayuran. Haduh! Anugrah melupakan suaminya setengah hari ke sore ini, ia bahkan tak perduli pada ponselnya. Ia benar-benar sibuk di rumah, sibuk bercanda dengan Mamak dan Bapak.


Kini waktu sudah sore, jam menunjukan pukul empat sore. Anugrah baru saja mandi dan salat Ashar. Ia salat di rumah, sedang Bapak di Musala, Mamak tentu saja salat di rumah.


Anugrah baru selesai salat, ia keluar dari kamar sembari mengikat tali jilbab instan nya kebelakang.


Ceklek! Pintu di buka dari luar.


"Assalamu'alaikum," ucap Keanu.


"Wa'alaikumsallam, Mas ... sudah pulang?" Tanya Anugrah.


"Capek, Dek," ucap Keanu ia langsung masuk ke kamar dan rebahan. Ia benar-benar lelah hari ini, pembeli di Toko begitu banyak selepas Anugrah pulang.


"Loh, malah kabur." Ujar Anugrah yang lantas mengikuti suaminya ke kamar. Tidak lupa menutup pintu takut ada yang ngintip.


"Mas, udah Ashar?" Tanya Anugrah lagi, ia duduk di pinggiran ranjang.


"Udah, di Masjid Pasar. Dek," panggil Keanu.


"Kenapa?" Tanya Anugrah. Ia bingung melihat suaminya tumben-tumbenan tiduran di waktu sore.


"Lapar," ucap Keanu.


"Ya, makan lah Mas, tumben lagian jam segini bilang lapar." Anugrah benar-benar tidak peka.


"Ya, Allah Sayang ... aku belum makan siang, aku beneran sibuk hari ini, pembeli banyak banget. Kamu lupa? Kamu habis posting dagangan baru?" Keanu berbicara sembari memejamkan matanya. Ia benar-benar kelelahan.


"Astaghfirullah! Mas, lagian kenapa nggak makan di sana?" Anugrah buru-buru beranjak untuk mengambil nasi dan air minum untuk suaminya.


Keanu membuka matanya menatap punggung istrinya yang menjauh. "Dasar perempuan! Dia pikir aku bisa makan, kalau dia nya cuek banget! Sekarang bukan nya minta maaf masih aja nyalahin pria. Dasar! Untung cinta." Gerutu Keanu.


"Nih, Mas makan dulu," ucap Anugrah. Ia membawa sepiring nasi dengan lauk juga teh manis hangat.


Keanu lantas duduk dari rebahan nya, "kamu udah nggak kesel lagi?"

__ADS_1


"Aku, nggak kesel. Perasaan biasa saja." Ujar Anugrah.


"Kamu sewot terus loh Dek, sama aku." Kata Keanu. Ia masih belum menyentuh makanannya, ia masih penasaran sama istrinya masih menempel padanya atau tidak si se tan marah itu.


"Mosok sih? Kok aku nggak nyadar yah? Maaf ya kalau gitu," ucap Anugrah masih dengan tak menyadarinya.


"Tapi beneran 'kan kamu sudah nggak kesel?" Tanya Keanu lagi memastikan. Anugrah menggeleng.


"Memangnya kenapa, kamu ada masalah yang nggak kamu bagi sama Aku?" Keanu mengambil piring dan memulai makan.


"Do'a dulu," ucap Anugrah.


Keanu lantas ber'doa dan memulai makan nya.


"Enggak ada masalah apa-apa Mas, mungkin aku akan menstruasi jadi gampang emosi." Kata nya pelan.


"Ya, tadi Mbak Ningsih juga bilang kayak gitu." Keanu lanjut makan tak perduli ekspresi Anugrah saat ini.


Ya Allah, aku kesel karena Mamak sedih dan dampaknya aku kesel juga sama suamiku. Aku sampai lupa sama dirinya demi membuat Mamak nggak lagi kepikiran tentang omongan orang tentang aku. Ya Allah ... maafkan aku, maafkan aku suamiku.


Anugrah memandang suaminya yang tengah makan dengan lahap, di saat dirinya kesal suaminya bahkan tidak marah balik. Dan Anugrah mau apa lagi? Kalau belum di karuniai anak harusnya ia bersyukur bukan, dirinya di beri suami sebaik Keanu.


"Mas ... airnya sudah tuh, nanti keburu dingin lagi." Ujar Anugrah yang memberikan handuknya pada Keanu yang tengah memainkan ponselnya.


"Iya, Sayang ... Nih kamu balas chat dari Ibu, bilang kalau aku mandi." Keanu memberikan ponselnya pada Anugrah. Ia lantas berlalu ke kamar mandi dengan handuk di leher nya.


Anugrah membalas sesuai dengan perintah suaminya, ternyata dalam pesan itu Ibu Ranti menyuruh Keanu dan dirinya untuk makan malam di sana.


Anugrah juga membuka pesan-pesan lain, terutama dari nomor yang tidak di simpan.


[Gimana, Mas?] pesan itu.


[Pokoknya ya gitu, terus kalau aku nggak chat, situ jangan chat aku yaπŸ™] Balasan dari Keanu.


Anugrah merasa aneh dengan chat itu, ia juga penasaran karena di atasnya tidak ada lagi pesan-pesan lainnya. Hanya segitu saja.

__ADS_1


Anugrah menarik nafas panjang dan mengembuskan nya secara perlahan.


"Ayo, Nu. Nggak boleh su'udzon mungkin memang tidak penting." Gumam nya sendirian.


Dari pada mencurigai suaminya mending ia bawa untuk duduk santai di ruang tamu sembari menghitung penghasilan hari ini yang sudah di bawa Keanu tadi.


****


Malamnya setelah salat isya di Musala, kedua Anu langsung berjalan ke rumah Ibu Ranti. Anugrah pamit pada Mamaknya, dan mengatakan akan pulang tidak menginap di sana.


Dalam malam yang indah, karena di atas sana ada bulan dan bintang yang tengah bersinar, keduanya berjalan beriringan. Keanu berjalan di samping Anugrah dengan menggandeng tangan istrinya, Anugrah merasa bahagia walaupun ada setitik rasa penasaran dengan pesan yang ia baca setengahnya itu.


Ia menepis semua pikiran-pikiran buruk tentang suaminya, Anugrah tersenyum memandang suaminya yang bolak-balik mencium tangannya yang ada dalam genggaman suaminya.


Indah bukan, jalan berdua saat malam-malam dengan pasangan.


"Dek," panggil Keanu.


"Apa, sih Mas? Kamu nggak malu apa Mas, di lihatin orang loh, gandengan gini kayak anak kecil." Ujar Anugrah.


"Kenapa malu? Kita 'kan udah halal, yang malu itu yang belum halal tapi udah gandengan." Kata Keanu.


"Ya, Pak Ustad." Jawab Anugrah.


"Kamu, mau apa dari aku?" Tanya Keanu.


"Mau nya, kamu setia sama aku," jawab Anugrah.


Keanu malah merangkul istrinya, "aku bakal setia di sisi kamu selamanya, apapun keadaan aku, apapun keadaan kamu. Kamu harus ingat ini."


Keanu lantas mencium puncak kepala istrinya dari samping. Anugrah tak membalas ia hanya mengingat-ingat ucapan suaminya barusan.


Kini keduanya sudah sampai di rumah Ibu. Ternyata ibu masak banyak sekali, dan setelah sampai ke-empat orang itu langsung makan malam. Keanu memuji masakan ibunya yang katanya selalu nikmat itu, begitupun Bapak Runo yang memuji masakan istrinya. Anugrah pun ikut-ikutan, memuji masakan ibu mertuanya itu, karena memang rasanya enak walaupun menurutnya kurang pedas, karena Anugrah adalah pecinta pedas.


Dan sesuai janji Anugrah setelah makan dan Anugrah membereskan ruang makan dan mencuci para piring ia pamit untuk pulang ke rumah Mamak. Tentu Bu Ranti tidak masalah, malah Anugrah di bawakan banyak makanan untuk Mamak dan bapak.

__ADS_1


Kembali berjalan berdua sampai rumah mamak, bedanya saat pulang Keanu berjalan di belakang Anugrah. Ia tengah sibuk dengan ponselnya.


Dan seketika Anugrah kembali mengingat pesan yang tadi sore ia baca. Karena kesal karena ingatan tentang itu, Anugrah berjalan dengan buru-buru agar cepat sampai di rumah. Ia berniat akan langsung tidur tanpa memperdulikan suaminya.


__ADS_2