
Matanya setengah terpejam, berusaha membiarkan apa yang di lakukan suaminya padanya. Tapi, ternyata itu semua tak mudah. Ia tak bisa memejamkan mata dengan tenang saat ada tangan yang menggrayangi badan nya.
Ia mengembuskan nafas kasar dan melepas tangan Keanu yang ada di sana, "huh! Mas, memangnya yang semalam masih kurang? Aku benar-benar ngantuk," ucap nya pelan walaupun jujur saja ia kesal.
"Kamu, nggak mau?" Anugrah menggeleng.
Wajah Keanu terlihat memelas, bisa di pastikan ia tak lagi bisa menahan has rat.
Dalam hati Anugrah, ia berharap ada seseorang yang memanggilnya dan menolongnya dari keinginan suaminya itu. Karena ia merasa tak enak hati saat menolak keinginan suaminya, tapi bagaimana lagi saat ini ia tak ber ga irah untuk 'itu'.
Keanu membenarkan baju Anugrah yang sudah ia buka separuh, wajah Anugrah terlihat tak enak hati. Tapi di depan Anugrah wajah Keanu ia bawa untuk tersenyum, agar sang istri merasa biasa-biasa saja. Keanu tahu apa yang istrinya rasakan. Dan ia tahu, kalau sesuatu yang di paksa itu tidak baik.
Tok ... Tok ... Tok
Suara pintu kamar Keanu terdengar di ketuk dari luar. Kedua Anu itu saling tatap, saling melihat satu sama lain.
"Yan, Nu ...." Panggil Bu Ranti.
Dalam hati Anugrah mengucapkan syukur, karena ia sudah di selamatkan dari rasa tak enak hati.
"Iya, bu ...." Anugrah beranjak turun dari ranjang dan membuka pintu.
"Ada, mamak sama bapak," ucap Bu Ranti.
"Iya, bu." Jawab Anugrah.
"Ibu, turun duluan ya," ucap Ibu Ranti yang langsung turun begitu Anugrah mengangguk.
__ADS_1
Anugrah lalu masuk kembali dan mendekati suaminya, "Mas, ada Mamak sama Bapak," ucapnya.
Keanu yang pura-pura memejamkan mata itu seketika membuka matanya, "ayo. Turun kalau gitu," ucapnya yang langsung bangun.
Keanu dengan pengertiannya mengambilkan jilbab Anugrah dan memberikannya, menunggu istrinya memakai jilbabnya dan turun bersama. Ia menggandeng tangan Anugrah menuruni tangga.
Hangatnya genggaman Keanu semakin membuatnya tak enak hati, dalam jalan nya menuruni tangga ia hanya menatap tangannya yang ada dalam genggaman suaminya itu. Dan saat sudah akan sampai di ruang tamu Keanu melepasnya, tapi dengan menoleh ke arah Anugrah dan memberi senyum yang manis.
Keduanya lalu mendekat ke ruang tamu.
"Mak, Pak," panggil Anugrah. Anugrah lalu menyalami kedua orangtuanya.
"Mak, Pak," ucap Keanu sembari salam pada mertuanya itu.
"Kamu nggak papa, 'kan Nu?" Tanya Mamak pada Anugrah. "Nggak ma buk lagi 'kan?"
Kini mereka sudah duduk di sofa ruang tamu, Anugrah duduk di samping bapak nya, sedang Keanu duduk di samping Bapak nya juga. Mamak duduk di sofa tunggal yang ada di sana, sedang Bu Ranti tengah di dapur mengambil minum untuk besan nya itu.
"Kamu gimana, Yan. Sudah rampung berarti?" Tanya Bapak.
"Allhamdulillah, sudah Pak, berkat do'a mamak bapak juga," katanya dengan senyum yang lebar.
"Allhamdulillah," ucap Bapak Yudi.
"Ya, syukur kalau gitu, 'kan jadi adem pikiran, kalau di rumah terus," ucap Mamak.
Dan, ya semua setuju dengan perkataan Mamak barusan. Apalagi Anugrah.
__ADS_1
Ibu Ranti keluar dengan nampan di tangannya, Anugrah yang melihat itu segera berdiri dan mengambil alih nampan yang di bawa mertuanya itu.
"Kenapa nggak bilang, Nu, Bu?" Tanya nya sembari menaruh setiap gelas di hadapan masing-masing orang.
"Udah nggak ngantuk memangnya?" Tanya Bu Ranti. Anugrah menggeleng.
"Monggo, Mak, silakan adanya seperti ini," ucap Bu Ranti mempersilakan pada besannya.
"Iya, itu mamak juga bawa rujak Nu, tuh yang buat Kean yang pecel," ujar Mamak.
"Tadi, nggak sengaja lihat si Yuda udah di rumah, jadi langsung ke sini, nggak sabar kalau nunggu mereka berdua ke rumah," ucap Mamak lagi.
"Iya, Yuda nggak mau nunggu lama, begitu sampai duduk sebentar langsung balik aja dia," ucap Bapak Runo.
"Ya, sudah kalian pasti pengin yang seger-seger habis perjalanan, capek. Makan dulu rujak nya, keburu lama nanti asem rasanya." Ujar Mamak.
"Iya, tak ambil piringnya ya," kata Anugrah yang lantas berdiri dan pergi ke belakang. Ia mengambil beberapa piring untuk mereka. Dan kembali setelah mengambilnya.
"Punya kamu, yang karet nya dua Nu," ucap Mamak saat melihat Anugrah mengambil setiap bungkus rujak dan menaruhnya di atas piring.
"Ok," ucap Anugrah. Ia tahu kalau buat dirinya pasti pedasnya level gi la, karena pasti Mamak akan menggunakan cabai rawit merah dan berjumlah ganjil. Kata mamak kalau rujak dengan cabai ganjil akan lebih terasa nikmat.
"Ini, bu," Anugrah memberikan piring berisi rujak pada sang ibu mertua. Lalu memberikannya pada Bapak mertua dan pada suaminya, pecel tanpa cabai. Karena Keanu tidak bisa makan pedas.
Dan terkahir untuk dirinya, rujak ektra pedas.
"Mamak, sama Bapak enggak?" Tanya Keanu.
__ADS_1
"Udah, Yan. Monggo, kalian saja." Bapak Yudi lalu mengambil minum dan memakan makanan ringan yang tersedia di meja.