Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Merasakan Salam Tempel (Bapak Yudi)


__ADS_3

Detik, menit, jam, hari, bulan pun berlalu. Kini waktu yang di tunggu-tunggu dua sejoli itu pun datang. Apalagi kalau bukan pernikahan yang sudah dua keluarga idam-idamkan, dan kedua keluarga inginkan.


Semua berjalan sesuai rencana, kini di rumah Anugrah sudah terpasang tenda hajatan yang lumayan lebar, dekorasi pelaminan yang cantik berhiaskan bunga-bunga berwarna putih dan biru muda itu juga sudah terpasang. Setiap undangan yang hadir tak lupa untuk berfoto-foto dulu di sana, walaupun pernikahan nya akan di laksanakan besok hari.


Ya ... Di Desa. Hajatan tidak hanya sehari waktu resepsi saja, dua hari sebelum acara pernikahan biasanya tamu undangan sudah datang untuk memberikan doa restu dan amplop beserta isinya tentunya. Bahkan biasanya orang kondangan sudah datang tiga hari sebelum hari pernikahan. Tergantung tanggal yang tertera di undangan. Dan di hari pernikahan biasanya hanya di penuhi oleh saudara dan orang terdekat saja. Juga para orang yang membantu di sana atau biasa juga di sebut rewang.


Yuni tentu begitu antusias di rumah sahabatnya itu, turut melayani tamu dengan cara memberikan piring pada setiap tamu yang berdiri di depan prasmanan yang ia jaga.

__ADS_1


Mamak dan Bapak juga sudah sibuk menyapa tamu yang begitu banyak, selalu saja ada. Maklum, sudah begitu lama kondangan. Dan baru kali ini di kondanganin.


Lelah nya menjamu tamu tak mereka perduli kan, yang mereka rasakan adalah bahagia. Dan, "oh seperti ini rasanya di kasih salam tempel," ucap Bapak pas baru pertama kalinya ada tetangga yang kondangan.


Bahagia? Tentu! Setelah setiap kondangan selalu di tanya, "kapan di tempatmu?" Lah, saiki! Sekarang saatnya mereka berdua merasakannya, merasakan mantu.


Anugrah tentu saja turut menjamu semua tamu, baik tamu untuk orangtuanya, ataupun untuknya. Karena tamu untuknya juga begitu banyak. Dari yang sudah punya anak, karena menikah muda. Sampai yang masih melanjutkan pendidikan, semua hadir sesuai undangan dari Anugrah.

__ADS_1


Untuk waktu yang lama tentunya mereka bertemu, hanya yang tidak berkumpul kemarin tentu saja Keanu yang masih berada di rumahnya karena belum boleh ke tempat Anugrah, dan Cintia. Ya ... Cintia belum balik dari Jakarta. Masih di sana, walaupun undangan sudah Anugrah dan Keanu berikan.


Katanya bingung mau rewang di mana, jadinya ia meminta maaf karena tak bisa datang.


Manusia yang pernah berkumpul jadi satu kelas, tentu saja begitu riuh dan ramai. Mengundang tawa orang-orang di sana. Menjadi kenangan terindah sebelum nanti ketemu lagi di tempat kondangan selanjutnya.


Kini Anugrah tengah menemani tamu undangan sang Mamak. Karena Mamak tengah mandi dan Bapak tengah salat Ashar. Dan setelah Mamak keluar menemui tamunya, Anugrah undur diri dari hadapan mereka lalu duduk di samping Yuni di balik meja prasmanan.

__ADS_1


Setelah dari pagi sampai sore tadi begitu ramai, kini sudah lumayan sepi. Lumayan senggang memberi jeda untuk istirahat orang-orang yang rewang tentunya. Yuni yang bisa duduk leyeh-leyeh di kursi, juga penjaga meja bakso, dan meja soto. Ya, tidak hanya satu menu yang ada di sana, bahkan rujak pun selalu ada. Dan siang sudah habis tak tersisa karena kebanyakan tamu undangan Mamak dan Bapak memilih makanan tersebut.


Maklum orang tua memang kadang lebih suka makanan jaman dulu dari pada jaman sekarang.


__ADS_2