Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Saku Belum Penuh (Reno)


__ADS_3

Yuni datang dengan Cintia di belakangnya, mereka langsung duduk di lantai dengan dua orang yang sudah duluan di sana. Yuni yang ceriwis langsung meninju keras lengan Zidan. Cintia hanya tersenyum melihat tingkah Yuni yang gampang punya teman.


Padahal dari segi fisik Cintia terlihat lebih cantik, kulitnya yang putih rambutnya yang hitam lurus dan panjang, juga pakaian yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Tapi entah kenapa semua lebih mudah akrab dengan Yuni, di banding dengan dirinya.


Zidan yang di pukul dengan keras pura-pura kesakitan padahal dalam hatinya merasa berdebar. Apalagi saat dekat sekali dengan Yuni.


"Kamu, denger nggak apa yang aku bicarakan sama Mbak?" Tanya Zidan.


"Enggak, ngomong apa emang?"


"Oh," jawabnya lega.


"Di panggil ibu Ranti, Nu ...." Kata Cintia.


"Oh, ya? Ya udah tak masuk dulu, ya." Anugrah beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam rumah kembali.


Tinggalah tiga manusia di teras.


Dari pagar depan Reno yang baru masuk dengan Keanu meninju pelan lengan Keanu, "suruh ponakan kamu dong, jangan deketin ayang aku."


"Makannya, beri kepastian. Jangan cuma deket-deket aja."

__ADS_1


"Asem!"


"Assalamu'alaikum," ucap Keanu.


"Wa'alaikumsallam, udah di tungguin sama bojomu padahal Mas, nggak balik-balik keburu istrimu pulang." Zidan yang menjawab.


"Enggak, mempan." Kata Keanu yang langsung melewati mereka.


Reno duduk di samping Cintia, "kamu Balik lagi kapan?"


Cinta menoleh, "kamu kapan? Bareng aja lah."


"Ok."


Zidan masuk ke dalam rumah. Reno pindah duduknya, ia duduk di samping Yuni.


"Yun, jangan deket-deket banget dong sama Jidan." Kesal Reno.


"Hush, enggak boleh larang-larang. Kita bebas berteman sama siapapun. Nggak boleh pilih-pilih teman, nggak baik."


"Haha, ada-ada aja Yun jawabnya. Kaya lagi ngomongin anak." Cintia tertawa mendengar apa yang Yuni katakan.

__ADS_1


"Lah, tapi bener kan Sin?" Tanya Yuni.


"Ya, sih bener. Ren makanya di seriusin jangan di gantung tuh hubungan jadi Yuni nggak dekat sana dekat sini." Kata Cintia lagi.


"Saku celana belum penuh Cin isinya, belum berani." Jawab Reno lesu.


"Yah, siap-siap di gaet orang kalau gitu."


"Udahlah, kita itu cuma temenan, nggak ada yang sepesial." Kata Yuni.


Reno memajukan bibir bawahnya. Bohong sekali kalau mereka hanya teman, pikir Reno. Keduanya terlihat begitu akrab. Walaupun Yuni memang akrab dengan siapapun, tapi bagi Reno yang punya perasaan terlihat berlebihan.


Bukan tak ingin mengungkapkan perasaannya, hanya saja ia tahu kalau Mama Yuni itu maunya Yuni dapat suami yang lumayan. Biar bisa membantu sekolah dua adiknya, begitu penuturan Yuni waktu itu. Dan itu sukses membuat nyalinya menciut, karena sekarang saja ia masih harus membantu sekolah adiknya. Dan juga orangtuanya.


Zidan kembali dengan minuman sirop, dan beberapa biskuit juga kue yang ia bawa dalam satu nampan besar.


Dan orang yang pertama ia beri adalah Yuni. Dan itu sukses membuat hati Reno merasakan kepanasan.


Cintia yang ada di sana tersenyum sendiri, melihat Reno yang wajahnya terlihat begitu kesal.


Sepupu Keanu yang lain pun berdatangan, mereka yang sehabis Salat memutuskan untuk nge-bakso dulu dan baru kembali ke rumah Keanu langsung ikut nimbrung di sana.

__ADS_1


Suasana kembali ramai, walau yang paling keras bicaranya hanya Zidan dan Yuni. Yang lain hanya sekedarnya saja.


__ADS_2