
Sedih. Itu yang di rasakan Cintia. Yang ia rasakan bukan sedih karena di tinggal Keanu, tapi lebih ke perasaan bersalah. Ingin sekali dirinya meminta maaf pada Keanu dan Anugrah, tapi gengsinya terlalu tinggi.
Yang akhirnya, ia hanya bisa merasakan sedih dan kehilangan nya sendirian. Ia sudah kehilangan bukan cuma Keanu, tapi Reno, Anugrah dan Yuni.
Bukan mereka sudah tidak mau berteman, sebenarnya itu hanya perasaan Cintia saja. Karena nyatanya Cintia masih ada grup chat, masih bisa melihat story WhatsApp mereka.
Dan karena nyatanya mereka bertiga tidak pernah bertanya, ataupun membahas masalah seperti itu dengan Cintia langsung. Pun sebenarnya mereka bertiga masih sering menyapa walaupun hanya sekilas, di grup chat.
Seandainya salah satu dari mereka ingin membahas dengan Cintia, Cintia malah akan merasa senang, karena dengan itu Cintia jadi bisa meminta maaf langsung pada mereka.
Cintia merasa tengah berada di pojokan penyesalan, dan hanya mampu melihat ramainya orang tanpa bisa ikut bergabung, karena rasa malu nya akan perilaku nya.
Di sore yang cerah Cintia duduk di depan kamar kos nya, duduk sendirian dengan ponsel di tangannya. Untuk menghilangkan suntuk dam bosan biasanya dia akan datang ke kosan Keanu, tapi kini ....
Ia tidak bisa ke mana-mana, Keanu terlalu dingin sekarang. Ia juga malu sendiri saat bertemu dengan Keanu sekarang, rasanya Cintia ingin sekali pergi jauh dan tak bertemu kembali dengan Keanu juga tiga sahabatnya yang lain.
__ADS_1
Rasa yang Cintia rasakan sekarang adalah rindu, rindu dengan sahabat nya, rindu dengan sikap Anugrah yang selalu mengalah, sikap Yuni yang suka sekali ceplas-ceplos, dan selalu baik, Reno dengan ke-konyolan nya, Keanu dengan ....
"Huh..." Cintia menghela nafas, dadanya terlalu sesak memikirkan akibat dari perbuatannya.
***
Sedangkan Keanu kini tengah berbagi suara dengan Anugrah, dengan Reno juga yang sudah ada di kos Keanu. Sedang Anugrah di sana tengah duduk manis di teras rumahnya.
"Anu. Yayang ku ora nang kono?" Tanya Reno pada ponsel yang di tempelkan di kuping Keanu.
Keanu menjauhkan kepalanya seketika, "di telpon sendiri kenapa sih Ren, ganggu aja."
"Ya allah, cuma numpang nanya gitu tok." Ujar Reno sembari manyun.
Sedangkan di sana Anugrah hanya terkikik mendengar Reno dan Keanu.
__ADS_1
"Gimana, Nu? Musyawarah nya?" Keanu menyingkir dari dekat Reno, ia duduk di pintu kamar yang di biarkan terbuka.
Sedangkan Reno duduk di teras dengan ponsel di tangannya, ada juga teman kos Keanu yang ikut duduk di sana.
"Seperti yang kamu kira, kita bakal di pindah ke sana. Tapi allhamdulillah nya geratis," ucap Anugrah menjawab.
"Ya, syukurlah."
Keduanya larut dalam obrolan, sampai Anugrah pindah ke kamar, begitu juga Keanu yang di tinggal Reno, karena ia abaikan. Lanjut telponan sampai tertidur.
***
Hari terus berlalu, persahabatan yang dulu terjalin kini seolah tak pernah kenal. Antara Cintia dan yang lainnya benar-benar sudah berjarak. Saking malunya Cintia, ia sampai tidak mau lagi berada di antara ke empat sahabat nya lagi. Ia memutuskan untuk keluar dari grup. Ia kini juga lebih sering menyendiri, tidak lagi nongkrong dengan teman-teman nya, tidak dengan Rangga tidak dengan Gilang tidak dengan teman lainnya, ia kini benar-benar sendirian.
Saat-saat yang seperti ini Cintia baru menyadari betapa berharganya sahabatnya dari pada cinta monyetnya. Tapi sayang lagi-lagi gengsi nya terlalu tinggi, membuatnya lebih baik menyendiri dari pada meminta maaf dan kembali bersama mereka.
__ADS_1
Hari-hari yang di lalui Cintia berubah jadi hambar, yang ia lakukan sekarang hanya fokus pada kuliah nya. Ia masih ingat jelas peringatan Keanu, jadi ia tidak mau lagi salah ambil langkah. Ia memutuskan untuk belajar saja.