
Keanu kembali diam, semua seolah tak perduli padanya. Padahal dirinya pun belum makan dari siang, bajunya pun masih memakai pakaian olahraga sisa dari sekolah. Jangankan istrinya, ibu nya saja sudah tak perduli padanya, sesekali hanya melirik sinis seperti ibu tiri.
Bapak dan Ibu sudah kembali dari luar, Keanu pun sudah duduk kembali di sofa. Tapi di sebelahnya bukan bapaknya, melainkan ibunya. Bapak tengah duduk di kursi di samping ranjang.
"Bu, ibu sama bapak pulang saja. Di sini biar Kean saja yang jaga," ucap Keanu pada ibunya. Ia berkata begitu lirih, takut kena sembur ibunda tercintanya.
"Kamu saja yang pulang." Jawab ibu. "Ibu pulang besok sekalian, sama Anugrah."
Keanu menarik nafas kasar, "bu ... ibu tuh suka gampang masuk angin, kalau di sini nanti ibu sakit, di sini lagian mau tidur di mana?"
Bapak yang mendengar kalau anak dan istrinya tengah bicara segera beranjak dan mendekat.
"Ayo, Bu ... besok pagi-pagi kita ke sini lagi," ajak Bapak.
"Tapi, pak." Ibu Ranti ingin tetap di sana.
Bapak menatap nya dengan serius, menyuruh istrinya segera menurutinya.
"Ya, sudah ibu pamitan sama Anugrah dulu," ucap Ibu ia lantas berdiri, namun segera di tahan oleh sang suami
"Nugrah baru bisa tidur, biarkan dia istirahat."
...----------------...
Entah kenapa malam ini Keanu sangat ingin memberhentikan waktu. Ia takut pada esok hari, di mana istrinya akan membiarkan nya tinggal sendiri di rumahnya. Ia sangat berharap Anugrah merubah keputusan nya, ia sangat berharap kalau Anugrah mau pulang bersamanya atau setidak nya ia di bolehkan untuk ikut pulang ke rumah Mamak.
Tapi nyatanya tidak seperti yang Keanu inginkan, karena paginya. Setelah semua beres, termasuk pemeriksaan terakhir oleh Dokter Anugrah benar-benar di bolehkan pulang, dan pulang ke rumah Mamak. seperti keinginan Anugrah.
Bahkan bapak sama Ibu sudah kembali ke rumah sakit demi untuk menjemput menantu kesayangan mereka itu. Keanu duduk diam di bangku bagian depan di sebelah bapaknya, menggenggam erat kantong plastik hitam yang berisi baju kotor Anugrah. Matanya sibuk memperhatikan istrinya dari spion mobil bagian dalam. Melihat wajah istrinya yang masih terlihat sedikit pucat tengah ngobrol dengan ibunya, masih tak perduli padanya. Walaupun ia tahu sesekali Istrinya melirik ke arahnya lewat kaca spion juga.
__ADS_1
Begitu sampai Anugrah di sambut kegembiraan oleh Bapak dan Mamak, juga beberapa tetangganya yang tadinya akan menengok ke rumah sakit. Tapi karena keburu sudah balik jadi langsung datang ke rumah. Begitu juga Yuni yang sudah di sana dengan wajah sedih.
*Ya Allah, sabar ya Nu ....
Itu, gimana Nu kok bisa keguguran?
Makanya Nu, kalau lagi hamil jangan keseringan motoran.
Tapi sekarang anak muda nggak bisa di bilangin yah.
Yang penting nggak usah KB Nu, nanti juga dapat lagi*.
Anugrah begitu masuk ke rumah di berondong banyak pertanyaan oleh para tetangga yang pastinya kepo. Sedang dirinya hanya duduk dan sesekali memberi jawaban yang Anugrah tak bisa menjawab karena waktu itu pingsan.
Setelah semua orang pergi, di sana hanya tersisa dua keluarga saja dan Yuni.
"Istirahat aja Nduk, masih terlihat lemes gitu," ujar Mamak.
"Lah, ini juga lagi pulang Nduk." Kata Bapak.
"Itu ... Mas Kean mau mandi sama ganti baju, dari kemarin 'kan belum ganti," ucap Anugrah dengan memalingkan wajah. "Baju kotor aku, taruh di sini aja, nanti aku cuci di sini."
Keanu tak membalas, ia hanya diam.
"Ya sudah, kamu istirahat Nu, Bapak antar Keanu ya," Bapak Runo berdiri dari duduknya.
"Iya, ibu juga mau ke toko dulu, nanti sore ibu ke sini lagi."
"Pamit, ya Mak Pak." Bapak pamit pada besannya.
__ADS_1
Keanu berdiri dengan masih menggenggam erat kantong yang bersisi baju istrinya.
"Aku, pulang." Ujar nya di telinga Anugrah dengan lirih.
"Mak, Pak. Kean pulang dulu ya, Anugrah mau di sini dulu katanya, nanti kalau urusan Keanu sudah beres, ke sini lagi."
"Iya, Yan. Kayak sama siapa saja, tenang saja."
Bapak, Mamak jelas tak tahu apa maksud dari menantunya itu. Tapi Anugrah jelas tahu apa maksud dari suaminya.
...----------------...
Yuni jelas melihat ada yang tidak beres pada pasangan yang sudah jatuh dalam cinta dari lama itu. Ia mengajak Anugrah untuk istirahat di kamar dan menemaninya. Tentu saja ia juga ingin memborong pertanyaan sekaligus.
"Kamu, sabar ya. Kamu beneran nggak tahu kalau kamu lagi hamil?"
"Kamu, dari kapan udah di sini?" Anugrah malah balik bertanya.
"Tadi nya mau ke RS, tapi kata Mamak, kamu pulang hari ini, jadi aku kasih tahu bu Rt yang tadinya mau njenguk kamu rombongan nggak jadi. Terus aku bilang juga kalau kamu pulang ke sini."
"Apa karena kecapean urusin pernikahan kemaren aku ya, Nu?" Tanya Yuni lagi, yang langsung di jawab Anugrah dengan manaikan bahu.
"Kamu lagi ada masalah?" Yuni jelas masih penasaran, Anugrah tak seceria biasanya. Ya, ia tahu kalau Anugrah baru saja kehilangan janin yang di harapkan nya, tapi menurutnya ini bukan itu saja.
"Kamu nggak mau aku istirahat Yun?"
"Ya, sudahlah kalau kamu nggak mau cerita. Kamu istirahat ya, aku tak bantuin Mamak nyuci gelas dulu ya," pamit Yuni pada sahabat nya itu. Anugrah mengangguk tak perduli.
Kini setelah ia sendiri di kamar nya ia malah teringat wajah sendu suaminya selama di perjalanan dari rumah sakit yang tak lama itu, ia juga teringat wajah tak rela suaminya saat ia mengusirnya dengan kalimat lain.
__ADS_1
Entah sedang apa suaminya sekarang, yang jelas ia merindukannya Juga membencinya secara bersamaan. Karena mau seperti apapun bentuknya menurutnya yang namanya selingkuh tetap saja salah.
Sesalmu nggak ada guna Mas! Teriaknya dalam hati.