
Anugrah duduk bersandar di bahu Yuni, Reno duduk di depannya sembari memakan kacang rebus.
Anugrah memejam kan matanya, menikmati lagu yang di putar di radio Bapaknya. Lagu yang di pupulerkan oleh Semy Simorangkir itu terdengar enak di telinga Anugrah.
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa (yang biasa)
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan, bantu ku 'tuk berubah ('tuk berubah)
'Tuk memiliki dia, 'tuk bahagiakannya
'Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk
Dia ....
"Menghayati banget, padahal tanpa di minta juga si Anu bakal buat Anu juga." Ujar si penikmat kacang.
Yuni menganggukkan kepalanya setuju. Terlepas dari story Cintia, Yuni dan Reno juga tahu pasal surat yang Keanu berikan untuk Anugrah. Karena baru saja Anugrah menceritakan semuanya pada dua teman nya itu. Dan ya, keduanya ikut bahagia karena perasaan dua sahabatnya itu saling membalas.
Dan antara Reno dan Yuni pun sebenarnya sudah tahu, walaupun Anugrah tak memberitahunya. Karena dengan melihat tingkah laku ke-duanya saja sudah bisa di tebak, kalau di antara dua Anu itu ada rasa yang sama.
"Nu, Bu Ranti gimana?" Reno kembali bertanya.
"Biasa aja," jawabnya. Kini ia duduk dengan tegak, tangannya mengambil kacang, mengupas dan memakan biji kacang tersebut.
"Kan, Anu sudah ngasih tahu. Otomatis kaya minta restu gitu," ucap Reno lagi.
"Ya, kan kita masih tahap anak-anak kali, belum yang serius jadi mungkin di biarkan begitu saja. Cuman... Memang Bu Ranti jadi sering ke sini, nggak tahu kenapa jadi suka ngobrol sama Mamak." Ujar Anugrah.
__ADS_1
"Udah pernah nanya sama Mamak belum, alasannya apa?" Yuni pun jadi kepo.
Anugrah menggeleng pelan, "males! Paling obrolan emak-emak."
"Ish, siapa tahu. Udah di lamar. Maksudnya omongan antar orang tua gitu."
"Apaan sih Ren!" Anugrah melempar kulit kacang ke muka Reno.
Sepulang dua sahabatnya itu, Anugrah lalu masuk ke kamar. Merebahkan tubuhnya, istirahat. Tadi sore pun Keanu coba menelponnya, namun tak kunjung ia jawab. Perasaan nya masih kesal, dan ingin sekali memaki-maki Keanu. Jadi ia memutuskan untuk menghindarinya dulu.
Dua sahabatnya juga tahu, kalau Cintia ada rasa sama Keanu tapi, mereka juga lebih tahu kalau Keanu ada rasa nya cuma sama Anugrah.
Tapi lagi-lagi dua sahabatnya pun susah untuk membantu, mereka tidak bisa dan tidak mah nanti di anggap berat sebelah.
Reno duduk di ruang tamu dengan segelas kopi yang baru ia buat. Sepulang dari rumah Anugrah, ia pulang, sebelumnya mengantar Yuni dulu dengan motornya.
Dalam hatinya, "siapa yang tidak suka sama Anugrah. Baik, cantik, penyayang, rajin. Lah apa aja bisa diamah."
"Semoga cintamu bersatu Nu, biar kita-sahabatmu, terutama aku ikut bahagia." Lanjutnya.
Handphone nya berbunyi, dan saat ia lihat Anu1 memanggil ia langsung menjawabnya.
^^^"Halo, Mas Bro."^^^
"Lagi apa, koe?"
^^^"Ngopi, baru pulang nih dari omahe Anu2"^^^
"Ra ngomong, aku nelponin gak di angkat sama dia."
^^^"Kesel banget dia Nu, koe sih asal nongkrong aja."^^^
"Ya, Allah. Serius aku cuma nongkrong aja. Nggak ngapa-ngapain sama Osin."
^^^"Hm, jelasin aja sama Anu. Kok sama Aku."^^^
__ADS_1
"Ya, besok. Aku coba lagi. Jagain ya selama kamu di sana, bilangin juga."
^^^"Hm,"^^^
Obrolan berlanjut panjang lebar, Reno percaya pastinya sama Keanu. Karena Reno tahu betul seperti apa Keanu.
***
Mentari pagi menyapa Anugrah yang tengah menjemur hasil panen Mamak, ada kapulaga, ada cengkeh, dan ada padi. Hasil dari kerja di sawah, biasanya Mamak dapatnya padi. Sedangkan Kapulaga dan cengkih ia petik dari kebun sendiri, walupun tak seluas punya tetangga, seenggaknya lumayan.
"Nu..." Panggil seseorang.
Ia menoleh ke sumber suara, "dalem."
"Aku ada perlu," katanya.
"Sama aku?"
Anugrah mengajak, ibu Ratmi-tetangga yang beda Rt itu masuk. Lalu mempersilakan duduk. Ia ke dalam ambil air minum sembari mengatakan sama mamaknya kalau kegiatan menjemurnya belum selesai, karena ada tamu.
Dan ternyata Bu Ratmi meminta dua paket cel*na dalam untuk seserahan anaknya yang mau nikahan, dan minta sekalian di bungkus cantik. Dan jangan lupakan, ternyata ngutang dulu. Bayar nya nanti katanya, kalau sudah ngitung amplop kondangan.
Setelah Bu Ratmi pergi, ia lalu pergi ke pasar. Hari ini ia di bantu Reno. Dari bawa barang dagangan, sampai menata nya di meja lapak. Sampai jualan pun di temani.
"Kamu hp-an mulu. Fotoin aku ya..." Ujar Anugrah yang merasa Aneh dengan Reno yang selalu menghadapkan arah kamera ponsel ke arahnya.
"Ge-er kamu!"
Sampai ia mendapat pesan baru, dan seketika ia langsung meneriaki lelaki kurang asem di depannya itu.
"Renooooo kamu tuuuuh, ngeseliiin!"
Teriakan Anugrah membuat orang yang sudah ada di pasar melihat ke arah dua pemuda itu, bahkan pembeli pun turut melihatnya.
Anugrah menjambak-njambak rambut Reno, tak memberi ampun, walaupun Reno sudah meminta maaf sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit. Tapi tawanya tetap lebar.
__ADS_1
Bagaimana Anugrah tidak kesal, Reno memotret dirinya pada saat Anugrah menguap lebar, dan di kirimnya ke Keanu. Sampai Keanu mengirim kembali foto itu ke Anugrah dengan emot โค๏ธ dan cantik katanya.