
Setelah berpamitan sama Mamak dan Bapak, mereka berlima berangkat ke rumah Keanu. Setelah sebelumnya juga tiga perempuan yang sahabatan dari kecil menunggu dua pria yang katanya akan pergi tapi membantu membongkar tenda terlebih dahulu. Maklum Keanu tidak enak kalau pergi begitu saja, sedangakan Bapak mertua terlihat membantu di sana.
Begitu sampai suasana rumah Keanu masih ramai, walau tenda sudah tak ada tapi para saudara masih di sana. Dan itu sukses membuat Reno memajukan bibirnya saat ada seseorang yang memanggil Yuni dengan lantang begitu melihat Yuni dan Cintia turun dari motor yang mereka tumpangi.
Pasangan yang baru menikah itu hanya cengengesan melihat wajah Reno yang kesal. Keanu lalu mengajak sang istri masuk, sedang ketiga sahabatnya duduk di depan rumah bergabung dengan para sepupu Keanu.
Di ruang tamu ada para Uwa, dan bulik Keanu. Anugrah menyapa dengan sopan. Dan masuk mengikuti langkah suaminya. Di ruang tengah ada Ibu Ranti dan Pak Runo, juga Uwa. Mereka tengah asyik ngobrol entah apa.
Anugrah menaruh bingkisan di meja, lalu menyalami setiap orang di sana. Tadi Mamak memberi nya satu boks kecil kue, katanya sebagai buah tangan. Ia langsung di ajak duduk oleh Bu Ranti di sampingnya. Berbaur dengan para Uwa. Menjawab setiap pertanyaan seputar dagangan dan keseharian. Keanu yang duduk di samping bapaknya juga ngobrol sendiri dengan suara kecil setengah bisik-bisik, mungkin tengah membicarakan urusan pria.
Tak begitu lama Keanu keluar, meninggalkan Anugrah dengan orang-orang di dalam.
Anugrah merasakan nyaman karena semua keluarga Keanu seperti Bu Ranti yang penyayang, tak sekalipun membuat Anugrah bingung dan canggung.
Sampai Anugrah tak merasa kalau tangah duduk dengan mertua dam keluarga suami. Ia seperti tengah ngobrol dengan keluarga sendiri, nyambung. Mungkin karena keluarga bu Ranti kebanyakan buka usaha dagang jadi setiap yang mereka katakan Anugrah mengerti.
Sampai siang waktu salat dhuhur datang, dan Keanu pamit ke Anugrah yang tengah makan kue dengan mertuanya. Keanu pamitan ke Musala.
__ADS_1
"Aku, ke Musala dulu ya," ucapnya pada Istrinya.
Anugrah hanya mengangguk.
Keanu berlalu setelah sebelumnya mengusap kepala istrinya yang tertutup jilbab.
"Nanti kita jamaah di rumah aja," ucap Bu Ranti.
"Nu, lagi nggak salat bu."
"Oh," jawab Bu Ranti pelan.
Kumandang adzan Dzuhur terdengar, semua orang yang tidak ke Musala langsung ambil wudhu dan siap-siap untuk melaksanakan Salat berjamaah di rumah. Dengan di imami oleh Uwa tertua.
Sedangkan Anugrah di saat semua orang salat ia membereskan ruang keluarga dan ruang tamu, juga teras yang tadi di pakai untuk ngumpul para anak muda.
Anugrah menunggu semua orang selesai salat di teras, ia tengah memainkan ponsel. Membalas setiap pesan karena dari kemarin ia belum sempat membalas setiap pesan yang ada.
__ADS_1
Ucapan selamat begitu banyak, dari setiap yang memiliki nomor ponselnya.
Hingga pintu pagar rumah Keanu terbuka dan munculah sosok ceriwis yang selalu mendekati Yuni.
Zidan dengan senyum lebarnya berjalan ke arah Anugrah yang tengah melihat dirinya.
"Haha, di kira suamimu ya, yang dateng." Ujar Zidan dengan menunjuk Anugrah dengan isengnya.
"Tahu aja." Jawabnya singkat.
"Mbak, Yuni orangnya kayak gimana sih?" Tanya Zidan. Ia kini sudah duduk di teras di depan Anugrah.
"Panggil Nugrah aja, jangan Mbak." Ujar Anugrah.
"Oh, nggak boleh. Walaupun tua aku tiga tahun, tapi karena aku manggil Keanu dengan sebutan Mas, jadi sama istrinya juga harus Mbak. Nggak sopan, weh kalau Bulik Ranti denger aku panggil nama, habis aku di cubitin" Ujar Zidan panjang lebar.
Anugrah hanya menanggapi nya dengan senyum.
__ADS_1
"Wah, lagi gosip di sini ternyata." Ujar seseorang dari dalam rumah. Yang langsung membuat dua orang yang tengah duduk itu menoleh.