
Bukan Mabuk Cinta Tapi Mabuk Perjalanan.
Perjalanan terasa begitu lama bagi Anugrah yang baru pertama kali ini melakukan perjalanan jauh. Beberapa kali perutnya terasa mual, dan kepalanya pun terasa pusing. Minyak kayu putih sudah sering sekali ia oles ke perut dan kepalanya, tapi tak kunjung hilang. Rasa sakit itu sedikit reda saat ia tak sengaja tertidur.
Lain halnya dengan Ibu dan Pak Runo, mereka terlihat biasa-biasa saja, bahkan menikmati sekali perjalanan kali itu. Obrolan tak ada putusnya dari tiga manusia selain Anugrah.
Ponsel Ibu Ranti kembali berbunyi, menghentikan obrolan yang tengah berlangsung. Anugrah terlihat bersandar dengan mata terpejam di sampingnya. Ibu Ranti hanya melirik sebentar lalu menjawab panggilan yang ada di ponselnya.
"Halo, Yan?" Sapa Bu Ranti.
Mendengar itu Anugrah langsung membuka matanya dan duduk dengan tegak, melupakan sejenak rasa sakit dan mual nya.
Ibu Ranti tersenyum di sampingnya.
"Hape, Anugrah rusak kata Mamak Bu," jelas Keanu.
Ya, dari pagi ia coba untuk menghubungi Anugrah tapi tidak bisa. Akhirnya ia mencoba untuk menghubungi Mamak. Dan kata Mamak seperti itu, Mamak bilang Anugrah susah pergi ke Pasar dengan buru-buru, jadi tak sempat memberi kabar padanya.
__ADS_1
Ibu Ranti lantas menekan tombol loud speaker agar Anugrah bisa mendengar sendiri apa Keanu katakan.
"Oh, gitu ... pantesan pas Ibu mau berangkat Anugrah nggak ke rumah dulu," ucap Ibu Ranti.
Bapak dan Mas Yuda hanya bisa geleng-geleng kepala, ada-ada saja pikir mereka.
"Iya, mana Mbak Ningsih nggak punya telepon lagi." Keanu terdengar kesal di sana.
"Mbak, Fitri sendirian. Katanya nggak bisa nganter ponselnya, nggak tahu aja kalau aku pengin denger suaranya." Keanu masih dengan kesalnya. Menuturkan rasa rindunya pada sang ibu.
"Ya, sudah sih Yan, wong istrimu lagi kerja, Mbak Fitri juga lagi kerja. Jangan di ganggu. Lagian nggak telponan sehari doang apa susahnya." Kata Bapak dengan menghadap ke belakang, agar suaranya terdengar Keanu.
"Rasanya lagi aneh Pak, rasanya cemas gitu loh Pak, Kean takut terjadi apa-apa sama Anugrah." Ujar Keanu menjawab ucapan Bapak.
"Ya, sudahlah. Kalian hati-hati, nanti sore saja Keanu coba telepon Mamak lagi."
Keanu mengakhiri panggilan nya.
__ADS_1
Ibu Ranti menaruh kembali ponselnya, dan menatap menantunya yang kini tengah menyandar kembali.
Tangan Bu Ranti menggenggam tangan sang menantu, membuat Anugrah membuka matanya.
"Masih pusing banget?" Anugrah mengangguk.
"Ini, yang bikin Keanu bolak-balik telpon semua orang. Dia merasakan apa yang kamu rasakan." Ujar Ibu Ranti.
Anugrah mengangguk.
"Ya, sudah. Tidur lagi, atau mau minum anti mo?" Bu Ranti lagi-lagi menawarkan obat, tapi Anugrah tetap menolak. Karena ia memang paling susah untuk minum obat. Harus di tumbuk dan harus punya keberanian yang besar terlebih dahulu.
"Nu, Nu ... ke Jakarta aja mabok," Mas Yuda tertawa dari depan.
Anugrah hanya berusaha untuk manyun, tak berniat membalas apa-apa. Yang Anugrah rasakan ingin segera sampai dan sembuh dari pusing dan mual yang membuatnya tidak bisa ngapa-ngapain. Tidak bisa me menikmati perjalanan yang kata Ibu menyenangkan itu.
Ibu Ranti lantas memijit kepala sang menantu, Anugrah membiarkan karena rasanya sudah tidak karuan. Pak Runo hanya bisa tersenyum melihat keduanya dari spion bagian dalam.
__ADS_1