Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Akhirnya Telepon


__ADS_3

Rindu ... kenapa sekarang begitu terasa, padahal dulu tak seperti ini. Dulu saat cinta belum sama-sama terucap, tak ada sakit saat tak saling menyapa. Hanya kesal yang ada.


Tapi kini, rindu itu bersemayam dan semakin meruntuhkan pertahanan. Hingga tak sadar tangan yang tengah mengotak-atik sebuah aplikasi pesan telah merubah layar menjadi tengah memanggil seseorang itu.


Berdering. Namun belum di jawab.


Seketika menjadikan hati yang tengah di landa rindu itu kesal dan menahan amarah.


Namun setelah di diamkan beberapa saat, ponselnya bergetar. Panggilan dari orang tersayang yang membuat hati nya merasakan sakit akibat rindu. Tapi walaupun rindu sudah menggebu-gebu ingin sekali mendengar suara nya, gengsi nya tetap saja ada. Ia biarkan beberapa detik tak langsung ia jawab panggilan itu.


Dan di detik entah ke berapa, intinya setelah lagu yang menjadi penanda bahwa ada telpon dari orang terkasih itu lumayan lama, barulah ia jawab.


"Assalamu'alaikum," ucap Keanu dengan nada datar, padahal ia tengah tersenyum.


"Wa'alaikumsallam." Jawab Anugrah. Segitu saja tanpa embel-embel bertanya balik.


Keanu bingung memulai pembicaraan yang sudah terasa lama terjeda itu. Padahal empat hari ini.

__ADS_1


"Mmm, kata ibu. Kamu mau ambil kios di dalam pasar?" Tanya Keanu akhirnya. Ia sudah bicara dengan Bu Ranti dan ibu nya menawarkan kios untuk jualan Anugrah, bu Ranti kasian kalau Anugrah harus jualan di lapak baru, karena tempatnya yang jauh.


"Enggak. Nggak ada niatan," jawaban Anugrah masih terdengar ngeselin.


"Oh, maksudnya kalau mau, aku bisa kok beliin. Buat masa depan juga kan, nggak papa?" Kata Keanu, bicaranya mulai santai.


Anugrah mengerutkan kening, duit dari ibu Ranti aja gaya.


"Nggak, usah aneh-aneh deh. Aku masih punya kok, kalau cuma buat nyewa kios." Kata Anugrah bohong, jelas-jelas dagangan lagi sepi, dan uang modalnya sudah ia pakai untuk menambah barang dagangan.


"Aku nggak mau nyewa, orang aku mau beli."


"Ya, enggak lah masa pake duit ibu. Ya duit aku dong."


"Skip aja ngomongin yang itu, kamu hubungin aku udah percaya sama aku?" Tanya Anugrah serius.


"Dikit," jawan Keanu. Percaya lah Tawa Keanu hampir meledak saking bahagianya mendengar suara orang yang terkasih nya.

__ADS_1


Hah! Cinta memang segila ini, aku bisa gila cuma gara-gara kembali mendengar suaranya. Kata Keanu dalam hatinya.


"Ish, gimana sih. Nu ... hubungan itu harus di dasari dengan kepercayaan loh. Kaya aku yang percaya sama kamu, walaupun kamu di sana setiap hari bertemu dengan perempuan, dan lagi dengan orang yang aku tahu menaruh hati sama kamu."


Kata Anugrah itu membuat Keanu bungkam. Ya Anugrah benar, apalagi hubungan mereka langsung jarak jauh, dan langsung seserius itu.


"Nu ... kamu denger kan?" Anugrah memanggil karena Keanu masih saja diam setelah beberapa detik.


"Hmm ... ya aku percaya sama kamu, minta maaf juga ya ... udah cemburu yang berlebihan. Ya mau gimana Nu, aku kan tahu kalau Anwar itu suka sama kamu jadi ak_"


"Nu, yang penting aku nggak suka sama dia. Aku suka nya sama kamu. Udah gitu aja ..."


Ucapan Anugrah membuat Keanu di sana tersenyum lebar, selebar-lebarnya ...


"Jadi, baikan?" Tanya Keanu.


"Emang dari kemarin nggak baik-baik? Kan kamu yang nggak baik, aku mah baik-baik aja tuh ..."

__ADS_1


"Iya, Anugrah baik-baik aja. Keanu yang nggak baik-baik aja ... Hatinya,"


Dan akhirnya mereka membahas hal yang seperti biasa. Bisa membuat mereka tertawa kembali.


__ADS_2