
Mobil Bapak Runo terparkir di halaman, begitu juga motor Keanu. Keanu menunggu Bapaknya turun sembari menaruh helm di kursi yang ada di teras.
"Kamu, balik ke sini Yan?" Tanya Bapak yang sudah turun dari mobil menghampiri putranya.
"Kenapa, Pak? Nggak boleh?" Keanu tersenyum jahil, "istriku di sini, Pak. Jadi aku pulang ke sini," sambung Keanu.
"Kamu, tadi beli kedondong?" Tanya Bapak. Tadi Pak Runo tak sengaja dengar dari rekan nya kalau Keanu pesan kedondong pada rekan guru yang jual buah secara online.
"Kok, bapak tahu," ucap Keanu, "bapak mau? Nggak aku turunin soalnya, tetap tak taruh di motor," tunjuk Keanu dengan dagunya pada satu kantong kresek hitam yang menggantung di motor.
Bapak meringis ngilu, "udah nggak doyan." Jawab Bapak.
Keduanya lantas berjalan menuju pintu.
Ceklek!
Bapak membuka pintu, "assalamu'alaikum!" ujar keduanya.
"Berantakan banget, tumben," ucap Bapak.
"Berantakan apanya, jelas-jelas ini kertas di tata." Jawab Keanu.
Dari depan pintu satu persatu kertas tergeletak dengan acak sampai ruang tengah.
"Pak, ada namanya, bapak sebelah sini berarti." Keanu menggeser bapak nya, karena di depan Keanu kertasnya bertulisan Untuk Bapak dan sebelahnya Untuk Keanu.
"Ayo, Pak kita pungut satu-satu," ucap Keanu.
Setiap kertas yang berisi satu huruf itu di pungut oleh kedua lelaki itu.
"Haduh, di kerjain sama ibu nggak sih Yan, bapak kan capek mungut kertas gini," gerutu Bapak yang tengah jalan membungkuk.
Keanu hanya tersenyum.
Sampai akhirnya mereka berada di kertas terkahir, "coba Pak, kita rangkai." Ujar Keanu.
S e l a m a t d a t a n g c a l o n a y a h
"Selamat datang calon ayah," ucap Keanu.
S e l a m a t d a t a n g c a l o n k a k e k
__ADS_1
"Selamat datang calon kakek," ujar Bapak begitu ia buru-buru membaca rangkaian huruf yang ia pungut.
Calon bapak dan calon kakek itu saling pandang dan menuju ke arah depannya, ia mendapati beberapa benda tergantung dengan hiasan pita biru dan pink, "apa ini?" Tanya Keanu. Ia lalu menarik benda kecil itu.
Bapak pun sama, bapak bahkan menjatuhkan semua kertas yang ada di tangannya begitu ia melihat ke depannya, sebuah foto pernikahan yang sudah Anugrah hias di sampingnya ada foto USG yang bapak langsung peka saat melihatnya.
Bapak menepuk pundak Keanu agar matanya melihat sesuatu yang ia tunjuk, yang terpajang cantik di meja yang biasanya tersimpan beberapa pajangan, tapi kini meja itu terhias cantik dengan pajangan yang mampu membuat mata dua lelaki itu berkaca-kaca.
"Pak," Keanu tak bisa berkata-kata.
Kedua lelaki yang beda usia itu mendekat dan mengambil dua gambar USG yang ada di sebelah foto pernikahan Keanu dan Anugrah.
"Ya Allah, Alhamdulillah," ujar keduanya bebarengan sambil mendekap erat-erat gambar hitam putih itu.
Ibu sama Anugrah yang dari tadi melihat dari sisi lain sama-sama menangis, terharu melihat dua lelaki yang begitu bahagia saat ini.
"Ayo, kita datengin," ajak Ibu.
Anugrah mengangguk. Keduanya mendekat ke arah bapak dan Keanu.
"Surprise," ucap Ibu. Ia dan Anugrah berdiri di belakang lelaki yang tengah terharu memeluk selembar foto.
"Selamat, Sayang ...," ucap Keanu tertahan begitu mengurai pelukannya dari sang istri.
"Selamat, juga buat Mas," Anugrah tak kuasa menahan air mata.
Keanu lantas berlutut dan mencium perut istrinya di depan orangtuanya, Anugrah bahkan sampai malu di buatnya.
"Sehat-sehat di sana, anak Ayah. Ayah janji akan jaga kamu dan Bunda," Keanu kembali mencium perut sang istri yang tertutup baju.
Keanu lantas berdiri dan Bapak mendekat, memeluk sang menantu. "Di jaga, ya Nu. Kalau suamimu macam-macam bilang sama Bapak, jangan sampai kepikiran dam membahayakan cucu bapak," Anugrah mengangguk di dalam pelukan sang mertua.
"Kean, janji, nggak akan lagi bikin istri yang begitu baik, merasakan sakit lagi," Keanu meneteskan air mata. Ia mengingat saat lalu, saat dirinya menyakiti hati istrinya.
Anugrah yang sudah berdiri di samping bapak mertuanya, berjalan dua langkah menuju suaminya, mengusap air mata yang mengalir di pipi mulus suaminya.
"Nggak boleh inget yang lalu-lalu Mas, kita sudah ada di waktu yang sekarang. Lagian aku percaya, Mas nggak akan lakuin itu lagi."
Keanu langsung menarik tangan Anugrah dan memeluknya, tak ragu ia mencium puncak kepala istrinya.
"Iya, bener apa yang di katakan bapakmu Yan, jangan lagi-lagi ya?!" Ujar Ibu Ranti.
__ADS_1
Keanu mengangguk, namun seketika ia menyadari sesuatu. Ia lalu melepaskan pelukan nya pada istri nya. "Kamu curang, Dek!" Ujarnya.
"Curang kenapa?" Anugrah tak mengerti.
"Kenapa nggak ngajak aku, pas periksa?!" Kesal Keanu, padahal ia juga ingin menemani Istrinya periksa.
"Ibu, yang maksa. Tadinya istrimu itu maunya nunggu kamu," ucap Ibu Ranti.
"Sudah-sudah, sekarang kita makan dulu, ayok!" Sambung ibu mengajak suami dan kedua anaknya.
Ibu Ranti dan suaminya berjalan dengan bahagia ke arah ruang makan.
Sedangkan dua Anu yang masih di sana saling pandang dan tersenyum.
Keanu kembali berlutut dan mendongak, mengelus perut rata istrinya dan mencium.
"Baik-baik, sama Bunda ya Sayang ... Ayah janji, Ayah akan jadi Ayah terbaik." Ucapnya sembari mencium kembali perut istrinya.
Anugrah yang tersenyum mengusap rambut suaminya dengan pelan. Keanu lantas menangkap tangan Anugrah dan menciumnya. "Makasih, Sayang," ucapnya seraya mendongak.
"Makasih juga, buat kamu Mas, karena kamu yang harus merasakan mual-mual tiap pagi," ucapnya tersenyum.
Keanu berdiri, "enggak masalah, aku rela, dari pada harus lihat kamu mual-mual, ya 'kan?!"
"Aku bahkan tadi beli kedondong loh, kamu mau nggak?!" Tanya Keanu lagi.
"Enggak, aku nggak mau dondong," ucap Anugrah.
"Terus kamu mau apa?!" Tanya Keanu dengan antusias.
"Aku mau aku ada di sini selamanya," ucap Anugrah menunjuk dada Keanu.
"Nggak bisa Sayang," ucap Keanu memelas.
"Kenapa?!" Tanya Anugrah kesal.
"Hehe, karena di sini ada Ibu, bapak, Mamak, bapak, jadi nggak hanya kamu, apalagi nanti ada anak kita," jawab Keanu jahil.
"Maaaaasssss!" Anugrah yang kesal memukul gemas dada suaminya.
"Ampun, Sayang." Keanu menangkap tangan Anugrah lalu memeluk kembali. Anugrah bahkan membalas pelukan suaminya itu dengan erat. Menghirup dalam-dalam wangi suaminya itu, menikmati kebahagiaan ini dan berharap hanya ada kebahagiaan setelah ini.
__ADS_1