Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Rencana (Cintia)


__ADS_3

Pagi yang cerah, secerah Cintia yang sudah berpakaian rapi. Celana jeans panjang dan kaos lengan pendek berwarna hitam, rambut yang di beri warna di biarkan tergerai cantik. Kini dirinya sudah berdiri manis di depan kamar Keanu dengan satu kantong plastik berisi bubur ayam untuk dirinya dan Keanu.


Setelah ada jawaban dari dalam suruh tunggu, kini pintu berwarna cokelat itu terbuka. Menampilkan Keanu yang sudah segar dengan rambut yang masih basah, dengan celana pendek dan kaos oblong putih.


"Pagi banget Sin, tumben." Keanu duduk di teras.


Cintia mengikutinya. Lalu memberikan styrofoam berisi bubur ayam pada Keanu, tanpa basa-basi menolak. Keanu langsung menerimanya. Tanpa banyak bicara juga keduanya sarapan bersama. Keanu masuk sebentar mengambil air mineral dalam kemasan gelas, dan membawanya untuk Cintia juga.


"Kamu nggak ada kelas pagi?" Tanya Cintia, setelah selesai memakan buburnya.


"Nggak ada."


"Oh, ya Sin ...."


"Kenapa?" Cintia melihat netra Keanu penuh tanda tanya dan raut yang tidak suka. seolah bisa menebak apa yang akan di bicarakan Keanu.


"Gini," Keanu menarik nafas dan menelan ludah lalu berdehem.

__ADS_1


"Kita udah sama-sama dewasa Sin, kamu tahu pasti di antara kita sudah mulai mempunyai rasa suka terhadap lawan jenis. Bahkan bisa di bilang dari dulu."


"Nggak mau di antara kita ada permusuhan, aku cuma mau jujur sama kamu, kalau aku udah suka sama Anugrah dari dulu. Bisa di bilang dari kecil."


Cintia mencoba bersikap tenang, seolah biasa saja. Padahal dalam hatinya ia merasa panas dingin, kesal dan marah bercampur menjadi satu.


Belum lama ini ia dan Anugrah bisa ngobrol dekat lagi, tapi mungkin sekarang Cintia tak lagi bisa melihat wajah Anugrah. Saking kesalnya.


"Aku udah jujur sama Anugrah Sin, ibu sama bapak juga sudah tahu. Aku benar-benar pengin serius sama dia."


"Kamu nggak masalah kan? Di antara kita ada yang menjalin hubungan?" Keanu mencoba melihat netra Cintia, mencoba memahami apa perasaan nya.


"Ya ampun, kamu cuma bilang itu." Cintia menepuk pelan paha Keanu.


Yang Keanu lihat, tidak ada apa-apa dari Cintia. Cintia sangat pandai menyembunyikan perasaan kesalnya. Antara bingung dan lega yang Keanu rasakan, bingungnya menurut Reno dan Yuni, Cintia ada rasa padanya. Harusnya kalau memang Cintia punya perasaan, marah atau terlihat kesal bukan? Tapi ini malah sebaliknya.


Ya, seenggaknya Keanu jadi lega karena dengan sikap Cintia yang sepertinya biasa-biasa saja, dan tidak terlihat kesal. Ia jadi lebih mudah menjalin hubungan dengan Anugrah.

__ADS_1


________


Sepulang dari kosan Keanu yang tak jauh dari kosannya, Cintia langsung menenggelamkan wajahnya di bantal dengan badan yang tengkurap. Ia marah di sana, teriak-teriak. Dan tentunya teriakannya hanya ia yang bisa mendengarnya.


Marah, sudah pasti.


Kesal, apa lagi.


Kini Cintia seolah sudah pupus harapan untuk bersama Keanu, apa lagi saat ia tahu dari Keanu, kalau hubungan antara Keanu dan Anugrah sudah di ketahui oleh orang tua mereka.


Kini Cintia tengah duduk bersandar di ranjang, setelah menumpahkan rasa kesalnya dengan air mata. Sampai melupakan kalau ia ada kuliah pagi. Yang ia rasakan hanya kekecewaan, entah kecewa pada siapa.


Yang jelas Cintia tidak akan menyerah begitu saja, ia akan membuat sesuatu lagi, untuk merebut pujaan hatinya.


Jika dulu ia bisa hanya dengan memelas pada Anugrah, kini ia tak akan seperti dulu. Rencana nya ini akan membuat ia terikat dengan Keanu.


Cintia tersenyum miring setelah mendapat ide gila nya.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2