Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Positif


__ADS_3

Sepulang nya Ibu mertuanya, juga perginya Keanu ke Sekolah. Anugrah dengan tak sabar masuk ke kamar mandi setelah sebelumnya mengambil beberapa testpack yang ia punya. Biasanya ia hanya akan mengecek satu kali saja, namun kali ini ia merasa punya feeling yang baik.


Setelah beberapa menit mencelupkan satu persatu testpack, dada Anugrah bergemuruh, rasanya begitu deg-degan dan tidak karuan. Tapi entah kenapa rasanya kali ini berbeda, ia merasa kalau hari ini ia akan bahagia.


Dan, benar saja. Saat ia mengambil satu benda kecil tersebut ada dua garis merah di sana. Mata Anugrah melebar sekaligus berkaca-kaca, ia sungguh tak percaya. Dan untuk membuktikannya ia mengambil alat itu semuanya, dan semuanya menunjukan dua garis dan tulisan positif.


Air matanya lolos begitu saja, benarkah, ini? bisik nya.


Ia harus apa sekarang? Bolehkah jingkrak-jingkrak, bolehkah ia menyanyikan lagu yang menggambarkan perasaannya sekarang?! Tunggu, Anugrah menaruh semua testpack itu dan menengadahkan tangan, "Allhamdulillah, Ya Rabb, terimakasih atas rezeki yang telah Engkau berikan. Semoga hamba bisa menjaganya, sampai waktunya nanti kita bertemu. Aamiin."


Anugrah menangis, ia menangis bahagia. Bahagia yang tidak terkira, ia akhirnya hamil. Tanpa sadar ia mengelus perut nya yang masih rata, dengan senyum yang begitu lebar.


Anugrah membawa semua benda kecil yang sukses membuatnya bahagia hari ini, ia lalu duduk di ranjang, mengambil ponsel dan memberi kabar pada ibu mertuanya.


[Foto testpack] dengan tulisan di bawahnya.


[Alhamdulillah, bu ... hasilnya positif]


Pesan Anugrah langsung di baca, bahkan layar ponsel Anugrah langsung menampilkan tanda ada panggilan telepon dari Ibu Mertuanya.


Anugrah menggulir tombol hijau.


"Assalamu'alaikum, bu," sapa nya.


"Wa'alaikumsallam, Ya Allah, selamat ya Sayang ... kamu akan jadi ibu, Ibu akan jadi Nenek," Anugrah bisa tahu kalau Ibu Mertuanya tengah menangis bahagia, karena suara ibu Ranti seolah tertahan.


"Kamu, di rumah saja, ya ... Ibu ke rumah kamu sekarang, nanti kita bareng-bareng periksakan kehamilan kamu," ucap Ibu Ranti di sebrang sana.


Anugrah diam saja tak menjawab apa-apa. "Fit, Ibu tinggal ya, nanti kuncinya kamu kasih Ningsih saja, Ibu mau pergi lama," ucap Ibu yang masih di dengar oleh Anugrah, karena ibu Ranti belum memutus sambungan teleponnya.


Antusias Bu Ranti membuat senyum Anugrah semakin lebar, ibu mertuanya itu benar-benar terbaik.


...----------------...


Tak lama setelah nya, Bu Ranti datang dengan taksi online. Bu Ranti terburu-buru seolah tengah menjemput orang yang sedang sakit.


"Nu! Ayok, Ibu sudah buat janji sama Dokter Elsa." Ujar Bu Ranti begitu masuk ke dalam rumah.


Anugrah yang dari tadi masih duduk di kamar segera keluar, dengan raut terkejut.

__ADS_1


"Bu, kita mau ke mana?" Tanyanya di pintu kamarnya.


"Periksa, kamu lupa hpht nya 'kan?" Tanya ibu Ranti. (Hpht : Hari pertama haid terakhir)


Anugrah mengangguk, "nggak nunggu Mas Kean bu?"


"Nggak usah, kita nanti kasih kejutan dengan gambar anak kalian. Kean, bapak, orang tuamu pasti seneng banget." Ujar bu Ranti begitu antusias.


Anugrah menyetujui apa kata Bu Ranti mertuanya, ia lantas menyambar tas dan mengikuti apa yang ibu mertuanya katakan. Mengunci pintu dan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka.


Ternyata Ibu Ranti mengajaknya periksa di Dr Elsandra SpOG, Dr yang membuka praktek di kliniknya sendiri.


Begitu sampai Anugrah dan Ibu Ranti turun, lantas ibu Ranti langsung mengajaknya ke Ruangan periksa yang sepi, tidak ada yang menunggu sama sekali di sana.


"Bu, kok klinik sepi ya?!" Tanya Anugrah saat tadi mereka melewati lorong, hanya ada beberapa perawat dan petugas di resepsionis di bagian depan.


"Ini klinik memang yang datang hanya orang-orang tertentu, Nu," ucap Ibu Ranti.


Anugrah yang tak mengerti kenapa bisa seperti itu hanya diam saja, yang ia tahu periksa kehamilan ya di bidan terdekat atau kalau tidak ya di Puskesmas ataupun di Rumah sakit yang bisa di pastikan antre terlalu lama.


Begitu sampai di depan ruangan, Bu Ranti langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Seolah sudah hapal sekali dengan ruangannya.


"Assalamu'alaikum!" Sapa Ibu Ranti begitu masuk.


Keduanya lantas berpelukan, seperti teman lama yang baru bertemu kembali.


"Apa, kabar kamu, Ran?" Tanya Dokter itu.


"Baik, ini kenalin. Menantuku, Anugrah namanya," ucap Ibu Ranti mengenalkan Anugrah pada dokter Elsa.


Saat Anugrah baru membaca namanya, ia berpikir dokternya masih muda tapi ternyata tidak muda juga.


"Oh, ya, cantik banget nemu di mana?" Dokter yang sudah tak lagi muda namun masih cantik itu menyalami Anugrah lantas memeluknya.


"Nemu. Kami pikir menantu ku apaan." Kesal Ibu Ranti, yang lantas membuat Anugrah dan Dokter tertawa.


"Aduh, sampai lupa, silakan duduk."


Anugrah dan ibu pun duduk.

__ADS_1


"Sebentar ya," ucap Bu Dokter lagi, lalu dengan gerakan cepat bu dokter sudah menempelkan gagang telpon di telinganya. "Halo, sus. Ke ruangan pemeriksaan ya, saya ada pasien."


"Hamil pertama ya?!" Tanya Dokter Elsa setelah menutup kembali telpon nya.


"Sebenarnya gini, Dok. Saya pernah keguguran, jadi ini bisa di bilang kehamilan ke dua. Hanya saja waktu yang pertama saya tidak menyadarinya." Jawab Anugrah jujur.


Dokter Elsa mengangguk.


Tok ... tok ... tok


"Masuk!" Kata Bu Dokter.


Seorang suster masuk dan tersenyum menyapa Ibu dan Anugrah.


"Ini, Sus tolong." Perintah Bu Dokter.


"Mari," ajak suster pada Anugrah.


Anugrah menurut mengikuti langkah sang suster. Sedangakan Ibu mertuanya lanjut ngobrol dengan sang dokter. Ternyata ia di ajak ke ruangan sebelahnya, ia di timbang berat badannya, di ukur lila nya, lalu di tensi, dan di tanya hpht nya. (Lila : lingkar lengan atas)


"Lupa, sus." Jawabnya dengan meringis.


"Tidak, apa-apa nanti di USG," ucap Suster cantik dan muda itu.


Mereka berdua kembali, namun setelahnya Anugrah di suruh untuk berbaring.


"Ayok! kita lihat cucumu," ajak Bu Dokter pada Ibu hang masih bisa Anugrah dengar.


"Ayok, udah nggak sabar banget aku. Makanya maksain supaya kamu yang periksa kan menantu ku," ujar Ibu.


Suster meletakan gel dingin ke atas perut Anugrah yang bajunya sudah di buka sedikit. Ibu Ranti sudah berdiri di samping Anugrah.


Bu dokter yang sudah duduk berdiri di sana segera menempelkan alat nya.


Dan layar monitor mulai memperlihatkan apa yang ada di dalam perut Anugrah. Sebuah gambar hitam putih dan seperti segitiga juga bulatan kecil di dalamnya. Yang jujur sana Anugrah tidak paham.


"Waah, Bunda ternyata aku sudah besar," ucap Bu dokter. "Aku sudah sebesar telor ayam," selorohnya lagi.


"Sudah 10 minggu, ya usianya."

__ADS_1


Anugrah dan Ibu Ranti mengeluarkan lagi air mata bahagia itu. Sampai tak bisa menjawab saking senengnya.


"Wah, selamat bunda, Nenek, aku sudah tumbuh," Ibu Dokter masih mengucapkan beberapa kalimat sedang Bu Ranti tengah menciumi kening Anugrah dan memeluk nya dengan sayang.


__ADS_2