Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Anu Ku Anugrah Ku


__ADS_3

Anugrah membalik badannya berniat pergi, tapi tangan nya di cekal oleh Keanu. Sontak Anugrah lalu menoleh kembali.


"Apaan sih! Lepasin!"


"Kamu ada masalah apa sih? Kalau suka bilang, jangan di pendam. Apalagi jadi dendam."


"Maksudnya apa?" Anugrah mengerutkan keningnya.


"Pikir aja sendiri!" Ucap Keanu, menunjuk kepalanya, melepaskan tangan Anugrah dan pergi begitu saja.


Anugrah melongo, melihat kepergian Keanu. Anugrah pun pulang sendiri, menyusuri jalan yang masih ramai. Masih banyak orang-orang yang duduk duduk di teras mereka, sembari ngobrol hangat. Ada sebagian anak-anak yang masih main di luar rumah, atau sekedar becanda ria. Sebelum omelan sang Mama menggema menyuruh mereka masuk untuk tidur.


Saking bingungnya, Anugrah sampai tak memperhatikan jalan. Ia hanya sesekali tersenyum. Padahal biasanya ia akan sangat ramah dengan keadaan sekitarnya.


Anugrah masuk ke dalam rumah, di ruang tamu yang merangkap menjadi ruang tempat dagangan Anugrah, ada Mamak sama Bapak yang sedang ngobrol. Mamak dan Bapak sontak menoleh saat pintu di buka dari luar.


"Mampir kemana kamu Nduk?" Tanya Bapak.


Anugrah lalu duduk di sampingnya, "nggak mampir Pak. Bapak sudah sembuh?" Tanya Balik Anugrah.


"Allhamdulillah," ucap Bapak.


"Nu, koe ngerti Aldi apa ora?"


(Nu, kamu ngerti Aldi apa tidak?) Tanya Mamak.


"Sing endi Mak?"


(Yang Mana Mak?) Tanya balik Anugrah dengan kening berkerut. Belum ketemu maksud dari Keanu apa tadi, sekarang Mamak membuatnya berpikir lagi.


"Anak ke Mbok Rintu. Sing kerjane cok karo bapakmu"


(Anaknya Mbok Rintu. Yang kerjanya suka sama Bapakmu.)


"Mbuh lah, kenangapa sih?"


(Nggak tahu lah, kenapa sih?)


Pikiran Anugrah sedang pusing, selain dengan usaha dagangnya, Anugrah juga sedang kepikiran kata-kata Keanu tadi yang membuatnya penasaran. Di tambah lagi Mamak yang menanyakan lelaki yang entah siapa, diapun tidak tahu.


Aneh, pikir Anugrah. Tumben-tumbenan Mamaknya menanyakan soal pria kepadanya.


"Jere seneng karo koe, koe gelem ora?"


(Katanya suka sama kamu, kamu mau nggak?) Kini Bapak yang bertanya.


Anugrah sontak menoleh ke bapak nya, langsung menjawab dengan gelengan kepala.


"Bocaeh sregep goli kerja Nduk, semangat banget apa bae bisa."


(Anaknya rajin kerjanya Nduk, semangat banget, apa saja bisa.)

__ADS_1


Anugrah menarik nafas nya pelan, lalu ia melihat ke arah Mamak. Mamak pun hanya mengangguk.


Anugrah pun tak menjawab, ia lantas keluar dan memasukkan motornya ke dalam rumah dan pamitan tidur. Meninggalkan dua orang paruh baya yang melanjutkan obrolan manis nya.


°°°°°°°°°


Taman Kota Ajibarang


Bangku taman yang menghadap ke jalan besar dengan pertigaan, di duduki dua anak muda. Satu nya perempuan dan satunya pria. Ada yang sedang mereka bicarakan. Tentang apa lagi, kalau bukan tentang Anu nya Anu.


Keanu masih menggunakan sarung dan koko juga masih lengkap dengan kopiah yang ia pakai. Tadi selepas berseteru manis dengan Anugrah ia langsung menuju ke sana ke Taman Kota


"Wis sue Yun?"


(Sudah lama Yun?) Tanya Keanu.


"Sue banget, nganti jamuren neng kene!"


(Lama banget, sampai jamuran di sini!)


"Pantesan belang! haha." Canda Keanu.


"Sialan! Malesin yah..." Yuni kesal.


Ya Keanu sedang bertemu dengan Yuni, sahabat nya Anugrah. Dari sini lah Keanu mengorek tentang Anugrah. Bagaimana saat ia menceritakan tentang nya, ataupun apa pun gelagat yang menunjukan kalau Anugrah ada rasa padanya.


"Maap, lagian bisa muka putih tangan hitam gitu." Ujar Kean lagi.


"Nasib Yan, nasibe ora Ayu. Ora kaya Anugrah."


"Ya jelas, Anugrah kue menggemaskan." Ujar Keanu, dengan alis yang naik-turun.


(kue : itu)


"Jadi, gimana? Kelihatan kan kalau dia khawatir?"


Tanya Keanu. Kini dirinya sudah mulai serius.


"Ya sih, tapi kamu bunuh diri tauk nggak!" Kata Yuni.


Jadi biasanya, kalau Keanu pesan pecel di Mamak tidak ia makan. Karena ia tahu, pasti kalau untuk dirinya yang membuat adalah Anugrah. Dan Keanu tahu pasti, kalau Anugrah yang buat untuknya pasti pedas nya bukan main. Sedangkan Keanu orangnya tidak bisa makan pedas.


Dan ternyata kemarin, pedas nya tidak seperti biasanya. Bisa di bilang itu adalah kesialan bagi Keanu. Saat dirinya mencoba memakannya malah Anugrah ternyata menambah cabainya dari biasanya. Jadilah Keanu mulas, sampai terkuras habis isi perutnya. Dan akhirnya ia pingsan, dan di larikan ke Puskesmas terdekat.


"Ya nggak papa lah, Yun. Sesekali boleh lah percobaan yang penting membuahkan hasil. Hehe."


"Hasil, mbahmu! Mamamu tauk Yan?"


keanu mengangguk sebagai jawaban.


Ya Mama Ranti memang tahu semua tentang anak semata wayangnya itu, walaupun Keanu tidak bilang kalau ia jatuh hati dengan Anugrah. Tapi Ibu memang tidak bisa di bohongi bukan. Ibu pasti tahu apa yang anaknya rasakan. Dan Lagi Mama Ranti dan Papa Runo orang nya memang santai.

__ADS_1


Jadi semua terserah anaknya, selagi masih di batas wajar.


"Tapi kalau Nugrah khawatir nya karena hanya merasa bersalah gimana? Bukan karena cin dan ta?"


"Kamu gimana sih Yun... Waktu itu kamu yang bilang sendiri, kalau sepertinya Anu ku udah ada rasa sama aku."


"Tunggu deh Yan, kok nggak enak yah di denger-denger kalau kamu bilang Anuku."


"Haha kenapa, memang iya kan. Dia itu Anuku, Anugrahku..."


"Haduh bucin padahal. Tapi kok ya nggak ngaku duluan saja. Pake acara galak lagi kalau di depannya." Ucap Yuni.


"Bikin pusing ya, kalau orang jatuh cinta itu." Ujar Yuni lagi.


"Haha ya pusing bagi kamu, yang maap-maap nih. Jones, hahaha."


"Asem! Uis lah mending koe gagiyan ngomong karo Nugrah men genah. Trus dadian."


(Asem! Udahlah mending kamu buruan bilang sama Nugrah, biar jelas. Terus jadian.)


"Iya nanti, aku mastiin lagi. Biar hati udah mantap. Jadi nanti bisa langsung mbojo." Jawab Kean sekenanya.


(Mbojo : Menikah)


"Terserah lah, aku tak pamit. Keburu malam, terus ada yang lihat malah salah paham!"


"Ya sudah, makasih yaa... Pokoknya jagain terus Anuku yaa," ucap Kean lagi.


Yuni hanya mengangkat ujung bibir nya. Males rasanya Yuni. Selalu harus laporan, padahal ia tak mendapatkan apa-apa. Hanya saja kalau Anugrah bahagia, Yuni pun akan merasa bahagia.


Kean masih duduk manis, melihat jalan raya di hadapan nya. Senyumnya manis sekali, saat mengingat ekspresi Anugrah tadi. Padahal ia niatnya hanya memancing Anugrah supaya mengakui kalau memang Anugrah ada rasa terhadapnya.


Kean sebenarnya berani kalau untuk mengungkapkan perasaan nya terlebih dahulu, tapu ada alasan lain yang membuatnya selalu mengurungkan niatnya itu.


Kean berdiri, ia memutuskan untuk pulang. Menyelami mimpi, siapa tahu di alam mimpi ia dan Anunya tidak marahan, malah sama sama bucin.


°°°Bersambung°°°


Inyong : cepet Anu ndang ngomong selak di jaluk uwong Anumu


(cepet Anu buruan bilang keburu di ambil orang Anumu)


Keanu : Sapa sing ap njaluk Anuku?


(Siapa yang mau minta Anuku?)


Inyong : Ya mbuh yaaa, rahasiaaa 😝


(Ya nggak tahu yaaa, rahasiaaa 😝)


Keanu : Awas kamu Thor

__ADS_1


Inyong : Kaburrrrrrr 🏃


Demi apa aku ketawa, kalau pas nulis anuku *anumu*😂


__ADS_2