
Aldi Rianto, pemuda yang berusia dua puluh delapan itu memang pekerja keras. Kerja nya apa saja bisa, dari mencangkul di sawah, kerja di kebun, sampai kerja bangunan pun ia lakoni.
Sebenarnya saat kerja sama Bapak Yudi-bapak nya Anugrah, ia hanya iseng mengatakan kalau "Anugrah untuk saya saja pak." Sebenarnya Aldi tidak ada maksud apa-apa, hanya bercanda.
Tapi siapa sangka bapak malah menerimanya dengan serius, dan begitu pulang langsung menceritakan nya pada sang istri.
Waktu itu, waktu di sawah Pak Narno-suami dari Ninik. Ada seseorang yang mengirim makanan ke Pak Mirdi, kakek-kakek yang sedang mencangkul di sawahnya. Kebetulan sawahnya itu memang berbatasan dengan sawah pak Narno. Karena gubuk sawahnya hanya ada satu, jadilah mereka jadi satu saat istirahat makan siang.
Pak Mirdi kedatangan anak perempuannya dengan seorang anak kecil yang tak lain adalah cucunya, mengantar makan siang Pak Mirdi.
"Mbaaaah..." Teriak anak kecil tersebut. Yang menoleh bukan hanya Pak Mirdi saja, Aldi dan pak Yudi pun ikut menoleh.
"Cucuku itu Yud, udah mau masuk Tk. Rewel nya kebangetan." Ujar Pak Mirdi, namun sembari terkekeh lucu mungkin mengingat kenakalan cucunya.
"Betah ya Kang, sudah punya cucu. Anakku itu si Anugrah entahlah belum menemukan jodohnya. Padahal aku yo pengin momong cucu." Jawab Pak Yudi.
"Anugrah untuk saya saja pak," ucap Aldi, dengan senyum.
"Boleh, dateng saja. Biar lebih mantep." Ujar pak Yudi lagi.
Namun Aldi tak menanggapi lagi, mereka lanjut membahas obrolan lain, lebih tepatnya ngobrolin tentang bocah cilik yang begitu aktif. Apa saja ia tanyakan membuat ibu nya dan kakeknya kewalahan untuk menjawab.
Aldi pun kini sudah melupakannya, sampai saat dirinya di temui oleh pemuda yang masih berseragam SMA di depan rumahnya.
Ia baru pulang, setelah bekerja di pembanguan. Ia begitu heran melihat tamu nya itu, pasalnya ia tak begitu mengenal hanya beberapa kali melihatnya saja.
"Duduk Mas, ada apa ya?" Tanya Aldi sopan.
"Keanu, Mas. Temen Anugrah." Jawab Keanu. Ia mengulurkan tangan guna salaman.
Aldi mengurutkan kening, "teman? Jangan-jangan dia ini pacarnya Anugrah. Walah aku cari perkara." Ucapnya dalam hati.
"Oh ya, ya. Ada perlu apa?" Tanya Aldi, ia lalu duduk di samping Keanu. Setelah membalas uluran tangan Keanu.
"Maaf Mas, takutnya njenengan salah paham. Sebenarnya saya tidak bermaksud melamar Anugrah, semua itu hanya bercanda." Ujar Aldi lagi, ia menjelaskan terlebih dahulu. Karena ia takut jiwa anak muda ini panas lalu main adu jotos dengannya.
Keanu yang tadinya resah dan kesal, menerbitkan senyum lega.
"Maksudnya, gimana mas?".
"Iya, sebenarnya saya itu hanya bercanda saja. Tapi malah di anggap serius sama Pak Yudi."
Lalu Aldi menceritakan kejadiannya waktu itu. Keanu merasa lebih lega lagi. Ternyata pikirannya salah. Tadinya ia ke sana hanya ingin menitipkan perasaannya pada Aldi, setelah ia tanyakan ke orang-orang, bagaimana Aldi ia yakin kalau Aldi bisa menjaga Anugrahnya.
Perempuan yang sudah tua menghampiri mereka dengan kantong kresek di tangannya.
__ADS_1
"Batirmu di jak melbu malah ora gelm Al." Kata Mbok Rintunah.
(Temanmu di ajak masuk malah nghak mau Al.)
"Niki kula bade wangsul Mbah, mboten usah mlebet." Jawab Keanu.
(Ini saya mau pulang Mbah, tidak usah masuk.)
"Ya sudah Mas, aku pamit kalau gitu. Maaf ya Mas."
"Nggak papa, santai saja."
Keanu akhirnya pergi dari sana, setelah pamitan sama si Mbok juga.
•••••••
Pemuda bersarung, juga koko berwarna putih itu kini tengah menyender di tiang Mushola. Tangan nya ia tekuk di depan dada. Alisnya naik turun menyapa gadis yang baru sampai.
"Apa!"
"Apa?"
"Kamu gini-gini ada apa!" Tanya Anugrah lagi, tangannya menunjuk alisnya sendiri.
"Ih, ge-er wong aku emang suka kaya gini." Jawabnya sembari memainkan lagi alisnya.
"Tapi ganteng kan?"
Ini masih pukul tujuh belas lewat dua puluh delapan, Anugrah niatnya datang lebih awal karena mau menggelar karpet Mushola. Karena tadi Yuni kirim pesan kalau Mushola habis di pel dan belum di pasangi karpet.
Tapi malah di sana sudah ada si Anu yang bikin kesel. Anugrah melewatinya dengan bodoh amat. Tidak perduli Keanu mau apa.
Tangan nya mengambil gulungan karpet Mushola yang berdiri di pojokan, yanglumayan berat. Dan itu membuat Anugrah terhuyung ke samping, dan dengan sigap Keanu memegang karpet yang berat itu.
Seketika Anugrah terdiam, begitu pun dengan Keanu. Keduanya sama-sama diam, dan menatap netra masing-masing. Anugrah melihat dirinya di mata Keanu, begitu juga sebaliknya.
Keanu tersenyum, "hati-hati, kalau merasa berat boleh minta tolong." Ucap nya lembut.
Anugrah menatap heran, "kamu kenapa? Tumben baik banget. Kesambet?"
"Mushola Anugrah, mana bisa kesambet." Jawabnya masih dengan senyum yang mengembang manis.
"Bisa, kesambet setan baik misalnya," ucap Anugrah lagi.
"Ada-ada saja, buruan mumpung lagi baik."
__ADS_1
Anugrah menurut, akhirnya karpet itupun di gelar oleh dua manusia itu. Mungkin mulai sekarang Keanu memang tidak boleh galak-galak ataupun jail lagi, agar Anugrah bisa bersikap manis juga terhadapnya.
Dan Keanu memang sudah mempunyai tekad, kalau mulai sekarang ia harus mencoba untuk baik kepada Anugrah, agar ia tidak susah untuk mengungkapkan perasaan nya.
Waktu Adzan pun tiba, Anugrah dan Kean keluar menuju tempat wudhu.
Keanu lalu mengumandangkan Adzan, sedang Anugrah duduk manis memandangi punggung orang yang lagi aneh menurutnya itu.
Yuni, Mamak dan jamaah lain termasuk Bu Ranti pun akhirnya datang.
Selesai Maghrib pun di lakukan seperti biasa, mengaji untuk anak-anak. Hari ini Mas Syarif tidak datang lagi, akhirnya Anugrah membantu anak-anak membaca Iqra, sedang Keanu yang mengajari Jus 'Amma.
Mata Anugrah menjadi tidak fokus ke arah Iqra di depannya. Ia lebih memilih mengamati Keanu yang memimpin dan mengoreksi bacaan suratan anak-anak yang mengaji.
Isya selesai sudah lama, namun Yuni dan Anugrah masih diam di Mushola. Di depan mereka masih ada Keanu.
Bukan hanya Anugrah, Yuni pun jadi heran. Tumben sekali hari ini Keanu terlihat kalem.
Ditambah heran lagi karena kini Yuni dan Anugrah pulang nya di antar oleh Keanu.
Dengan kalem nya, ia berjalan tanpa berbicara di belakang dua gadis itu.
Yuni sampai duluan, tinggal lah Anugrah yang diantar Keanu.
"Koe ora lagi modus kan Anu?"
(Kamu nggak lagi modus kan Anu?) Anugrah membalik tubuhnya, ia benar-benar penasaran kenapa si Anu kini aneh banget, menurut nya.
"Modusin apa? Aku pengin baikan sama kamu." Jawabnya dengan senyum manis.
Anugrah bergidik geli, melihat senyum Keanu. Ia lalu berlari menuju rumahnya.
Dalam hatinya berbicara. "Nggak baik buat kesehatan jantungku, kalau terus-terusan lihat senyumnya."
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
****Bersambung****
Si Anu sama si Cita
Si cita makan dondong
Kemana nih arah cerita
Kok nggak nyambung ya, cerita inyong
__ADS_1
🙏😂