
Kebahagiaan dua Anu sampai ke telinga tiga sahabatnya. Yuni tahu setelah ia mengajak Malik main ke rumah Mamak. Lalu Yuni dengan girangnya memberi tahukan kepada suaminya dan Cintia. Mereka jelas bahagia dengan kabar ini, apalagi Yuni, yang begitu berharap agar secepatnya Anugrah di berikan kehamilan kembali. Dan doa dari sahabatnya tentu saja agar yang lalu tak terjadi kembali.
Sedangkan di rumah berlantai dua, di balkon kamar seorang pemuda tengah makan buah kedondong dengan lahapnya, seolah tak merasakan asam sedikitpun. Di cocol sambal rujak yang katanya "hmmmm, mantap."
"Kok, aku yang ngilu ya Mas?!" Ujar Anugrah yang duduk di depannya.
"Padahal, biasanya kamu yang doyan aku yang enggak ya," jawab Keanu. Tangannya sibuk mencocolkan irisan kedondong ke dalam wadah sambal.
"Iya, kebalik." Anugrah gelang-gelang kepala heran melihat suaminya yang makan kedondong seperti makan apa, terlihat begitu nikmat.
Tadi setelah makan bersama, Anugrah belum boleh di izinkan pulang oleh Ibu, kata Ibu "ibu pengin kalian nginep, ibu 'kan kangen."
Jadilah di sana mereka sampai besok, mungkin.
...----------------...
"Dek!" Panggil Keanu.
"Hm, apa Mas?" Anugrah yang baru selesai mandi keluar dari kamar mandi dan menghampiri suaminya yang memanggil dirinya dari atas ranjang.
"Ini," tunjuk Keanu pada ponselnya.
"Nugrah, selamat ya ...," ucap Cintia di layar ponsel suaminya.
Anugrah tersenyum dan mengambil ponsel dari tangan Suaminya. "Makasih, Cin ... doain ya, semoga lancar sampai waktunya nanti." Ujar Anugrah.
"Aamiin, semoga Nu, biar aku pulang sudah bau minyak telon di rumahmu," ucap Cintia di sana.
"Masih lama, Cin," Anugrah menepuk jidatnya.
"Aku juga pulang nya masih lama lagi, Nu, males pulang di suruh nikah terus, bosan!" Cintia di sana terlihat mengerucutkan bibirnya.
"Hehe, sudah jadi rahasia umum, Cin. Aku sudah kenyang, kamu mending bisa kabur, aku diam aja di sini."
...----------------...
Tenyata alasan bu Ranti mengajak dua Anu untuk menginap bukan hanya karena alasan kangen saja, melainkan mengadakan syukuran dengan mengundang anak yatim dam membagikan sedikit rezeki sebagai tanda syukur karena akan di berikan rezeki yang begitu berharga.
__ADS_1
Anugrah kini sudah cantik dalam balutan gamis berwarna hijau coral dan Keanu dengan koko yang berwarna senada. Mamak bapak pun turut hadir di sana, di jemput langsung oleh bapak. Jangan lupakan Malik yang ada di sana juga dengan mama nya yang teriak-teriak terus karena kewalahan mengurus bocah yang tengah aktif sekali itu.
Anugrah dan Keanu pun sama kewalahan nya, apalagi kini Anugrah sudah tak boleh lagi menggendong Malik. Hanya jalan cepat sedikit saja, semua orang sudah teriak, "Nu! Pelan-pelan!"
Anugrah merasa dia bukan hamil, tapi sakit.
Acara doa di rumah Ibu berjalan lancar dan semua anak panti sudah di bolehkan pulang dengan di berikan bingkisan. Kini semuanya tengah duduk bersama di ruang tamu yang masih di pasangi beberapa permadani.
Malik yang aktif sudah bolak-balik, dari duduk di pangkuan Mamak, pindah ke Mamanya, pindah lagi ke Anugrah dan siapa saja yang ada di sana. Yuni yang kelelahan sampai selonjoran dan menyadarkan kepalanya di pundak Anugrah.
"Sudah, Malik sama Uti saja ya, kasian tuh Mama, capek." Ujar Mamak pada Malik yang duduk di pangkuannya sembari memakan biskuit.
Malik tak perduli, ia tetap sibuk memakan biskuit yang ada di tangannya.
Yuni tersenyum mengerling ke arah putranya yang tak melihat ke arahnya, "Malik tuh kalau ramai gini, bukannya diem ya malah tambah kesenangan."
"Namanya juga bocil, Yun," jawab Anugrah.
"Iya, emang kamu pikir, kamu nggak kayak gitu?!" Ujar Pak Runo.
"Ih, enggak Pak, Yuni mah kecilnya kalem," bela Yuni.
"Asem kamu Yan!" Gerutu Yuni.
Semuanya bahagia, sebahagia dua Anu.
...----------------...
Semuanya sudah pulang, kini di dua Anu sudah kembali ke kamar mereka. Anugrah tengah duduk menanti suaminya yang tengah mengganti pakaiannya, sedangkan dirinya sudah lebih dulu ganti.
"Mas!" Panggil Anugrah.
"Apa, sih Sayangku," jawab Keanu dari tempatnya mengganti pakaian.
"Aku, masih boleh ke Toko 'kan?"
Tadi, semua orang melarang Anugrah beraktivitas terlalu banyak, bahkan ibu Ranti menyuruh memakai jasa orang untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Dan sejujurnya Anugrah tidak setuju, karena menurutnya ia bisa, hanya memang harus lebih berhati-hati saja.
__ADS_1
Keanu tak menjawab, sebenarnya Keanu juga tak ingin membatasi kegiatan istrinya, tapi mengingat dulu Keanu sedikit takut, takut terjadi hal yang tidak di inginkan.
"Kemarin, Bu Dokter Elsa nggak ngelarang apa-apa, perasaan." Gumam Anugrah yang masih bisa Keanu dengar saat dirinya berjalan menuju ranjang.
Keanu lantas duduk di depan Anugrah yang tengah duduk sila memperhatikan dirinya.
"Dek, semua orang sayang sama kamu. Makanya mereka melarang kamu ini, itu. Apalagi, dulu kamu pernah ...." Keanu tak melanjutkan kalimatnya, tapi Anugrah yang sudah tahu langsung mengangguk.
"Berarti, aku bakalan bosan dong ,di rumah." Ujarnya manyun.
"Nanti kita cari ide ya, kegiatan apa yang tidak melelahkan dan tidak membosankan," ucap Keanu.
"Emang ada?!" Anugrah mengerutkan alis.
Keanu mengedikan bahu, "sudah sekarang Bunda harus tidur, nggak boleh tidur kemalaman nanti Ayah nggak bisa na han." kata Keanu dengan genitnya mengedipkan sebelah matanya.
Anugrah melihatnya hanya mencebikan bibirnya kesal.
"Oh, iya?! 'kan aku nggak boleh aktifitas yang membuat aku lelah." Kata Anugrah yang langsung di angguki kepala oleh Keanu. "Jadi kita nggak anu dua sampai aku lahiran terus selesai nifas." Ujar Anugrah dengan jahilnya.
"Hah, lama bangettt...." Keanu seketika langsung menjatuhkan tubuhnya ke samping pura-pura pingsan.
Bagaimana bisa se lama itu, sedangkan sekarang saja ia ingin.
Anugrah tertawa melihat ekspresi lucu dari suaminya, yang akhirnya ia ikut merebahkan dirinya memeluk suaminya itu. "Becanda, Mas." Ucapnya.
"Aku, tahu. Untuk memastikannya bulan depan aku harus ikut, pas kamu periksa, jadi aku bisa nanya langsung." Jawab Keanu yang lantas memeluk erat tubuh istrinya dan mencium tiap helaian rambut istrinya yang selalu dan selalu wangi baginya. Sedangkan Anugrah malah mencubit gemas perut Suaminya.
"Aduh, sakit Sayang."
"Ya, malu dong masak nanya gituan," ucap Anugrah dalam dekapan hangat suaminya.
"Enggak malu dong, ini tuh penting sayang, kita nggak boleh malu untuk bertanya, kamu masih inget kan malu bertanya sesat di jalan?!"
"Ya, ya ... ya, suamiku, terserah pada mu." Ujar Anugrah sembari memanjatkan doa dalam hati dan memejamkan mata. Karena kini matanya sudah mulai terasa berat apalagi saat mencium bau tubuh suaminya yang menjadi kesuakaanya.
...----------------...
__ADS_1
Ah ... akhirnya bentar lagi rampung, Alhamdulillah. Makasih semua yang sudah berkenan untuk mendukung, semoga semuanya sehat selalu dan selalu dalam lindungan 'Nya. Aamiin.