Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Sebentar Lagi


__ADS_3

Perjalanan yang memakan waktu hampir enam jam itu akhirnya sampai. Anugrah sampai di kosan Yuni, dan setelah ia turun dan sudah baikan, ibu Ranti dan suami pamitan untuk pergi ke tempat Cintia. Ya, Anugrah akan di tempat Yuni sampai besok waktunya tiba untuk bertemu dengan suaminya.


Bu Ranti sebenarnya tak tega, jika harus meninggalkan sang menantu yang masih terlihat lemas akibat ma buk perjalanan. Tapi, anaknya pun sudah wara-wiri bertanya dirinya sudah sampai mana. Rupanya khawatir nya Keanu pada istrinya, berdampak ke semua orang.


Mobil yang di kendarai Mas Yuda sudah tak terlihat, Anugrah masih duduk di depan kamar kos Yuni ditemani Yuni tentunya. Satu gelas teh manis hangat masih ada di tangan Anugrah, tapi belum ia minum sedikitpun. Percayalah Anugrah sebenarnya ingin sekali tiduran, dan tertidur. Agar saat bangun rasa pusing yang masih tertinggal di kepalanya itu hilang semua.


Yuni yang pengertian pada sahabatnya itu pun mengajak Anugrah untuk masuk dan menyuruh Anugrah merebahkan dirinya di kasur busa tipis tempat Yuni biasa tidur. Setelah Anugrah sedang tiduran, Yuni segera membereskan tas Anugrah dan menutup pintu kamar. Ia membiarkan Anugrah tertidur, sedangakan dirinya menemani sahabatnya itu dengan ikut tiduran di sebelahnya.


***


Bu Ranti sampai dan langsung di sambut bahagia oleh Keanu. Cintia yang belum pulang tapi sudah memberikan kunci rumahnya pada Keanu tadi pagi sebelum pergi memudahkan Keanu untuk menunggunya di sana.


Beberapa oleh-oleh untuk Cintia pun langsung di letakkan di ruang tamu lesehan di kontrakan Cintia.


Kontrakan sedang, dengan satu kamar itu muat untuk beberpa orang. Karena selain barang-barang yang sedikit, Cintia juga pintar untuk menata nya.

__ADS_1


Di sana, di karpet yang lebar semua orang duduk. Bu Ranti yang lelah langsung tiduran di paha Keanu. Keanu langsung memijit pundak sang ibu.


Padahal jujur saja, pikiran Keanu saat ini tertuju pada istrinya yang sama sekali belum ada kabar. Begitupun Ibu Ranti yang kepikiran akan menantu nya itu.


Pak Runo dan Mas Yuda hanya sibuk dengan obrolan tentang di perjalanan tadi.


Dan setelah setengah lima sore Cintia pulang dengan beberapa makanan dan minuman hangat.


"Assalamu'alaikum," ucapnya begitu masuk.


Suara air terdengar dari kamar mandi, yang Cintia pastikan kalau ada orang di sana. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke kamarnya guna mengganti pakaian nya.


Cintia melihat satu kardus besar yang ia tahu pasti itu titipan dari orang tuanya. Ia tersenyum melirik kardus itu dan masuk.


Begitu selesai ia keluar lagi, ternyata sudah ada bu Ranti di depan kamarnya.

__ADS_1


"Udah, pulang Sin?" Tanya Bu Ranti yang terlihat sudah segar.


"Sudah bu, Kean sama bapak mana?" Tanya Cintia bisik-bisik.


"Ashar di masjid kata Kean," jawab Ibu Ranti.


"Anugrah, gimana bu? Di tempat Yuni?" Ibu Ranti mengangguk.


"Ya, nanti malam aku ke sana, mau nengokin." Ujar Cintia lagi.


"Iya, kasian ma buk perjalanan dia," ucap Bu Ranti, seketika ia teringat menantu nya itu.


"Coba telpon Yuni, Sin." Perintah Bu Ranti.


Cintia mengangguk dan masuk kembali ke kamarnya mengambil ponsel. Sebelum dua lelaki itu pulang, Cintia buru-buru untuk menelpon Yuni, mengetahui kabar Anugrah.

__ADS_1


__ADS_2