Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Tak Di Dengarkan


__ADS_3

Reno masih memegangi kepalanya, masih terasa sakit akibat Anugrah yang menarik rambutnya. Anugrah masih kesal, memunggungi Reno sembari melihat gambar dirinya yang di ambil secara diam-diam oleh Reno.


Mata yang hampir terpejam, mulut yang terbuka lebar. Pose Anugrah jadi seperti orang yang kurang tidur, sampai saat melihat gambar dirinya itu ia ingin sekali menutup mulutnya itu dengan tangannya.


"Harusnya kamu bilang, biar aku bisa pose cantik. Pakai filter yang jadi glowing itu." Kesal Anugrah.


Reno yang masih setia menemani di sana hanya cengengesan, sembari mengadukan ulah Anugrah pada Keanu.


Dan yang lebih membuat malu, foto yang tidak ada cantik-cantiknya itu di jadikan story oleh Keanu. Walaupun muka nya di tutup stiker tetap saja Anugrah malu. Di bawahnya tertulis,


"jangan marah hanya dengan melihat gambar, jangan sukar untuk menanyakan kebenaran. Agar tak lagi salah paham ❀️"


^^^[Hapus nggak story nya 🀬]^^^


Centang dua tanpa di baca, mungkin tengah sibuk. Anugrah membiarkannya, walaupun ada rasa kesal namun ada senangnya.


****


Malamnya Anugrah masih diam tak mau bicara dengan Reno. Kini mereka bertiga kumpul kembali di rumah Anugrah. Entah kenapa rumah Anugrah yang tak besar itu sangat nyaman buat ngumpul.


Yuni sedang sibuk dengan ponselnya Reno, Yuni dan Reno duduk berdampingan. Jika orang awam melihat mereka, sudah pasti akan menebak kalau mereka berdua ini adalah pasangan. Pacar.


Anugrah pun sama tengah sibuk membalas pesan dari Keanu. Reno sudah menjelaskan panjang kali lebar, kalau Keanu dan Cintia tidak ada apa-apa hanya sekedar nongkrong dengan teman baru mereka.


Keanu juga sama menjelaskan kembali. Tapi sayang yang di jelaskan hanya diam, hanya menanggapi dengan angkuh. Tetap saja ada rasa aneh yang Anugrah rasakan. Yang jelas Anugrah tak mudah percaya begitu saja.


[Mungkin, bagi kamu. Aku tidak serius. Tapi nyatanya aku benar-benar serius. Ibu aja sudah tahu dari dulu.] Pesan Keanu.


Mata Anugrah terbelalak, "apa katanya? Udah tahu dari dulu?" Gumam Anugrah.


"Apa sih Nu?" Tanya Yuni kepo. Sembari memberikan ponsel Reno pada pemiliknya.


"Coba kamu baca ini," Anugrah memberikan ponsel nya.


Yuni terlihat biasa saja, lalu mengembalikan ponsel Anugrah.


"Kok kamu biasa aja?" Heran Anugrah.


"Udah dari dulu Nu, Kean ngasih tahu Ibunya. Aku udah tahu."


"Intinya Nu, Anu satu tuh emang sayangnya sama kamu. Biarin saja lah perasaan Cintia. Kamu juga harus perduli sama perasaan kamu." Ujar Reno, sok bijak.


"Halaah! Kamu tahu apa." Kesal Anugrah.


"Tapi Reno ada benernya nggak sih Nu? Jadi kalau kamu ngalah dan biarin Cintia dapatin apa yang ia mau. Yang sakit nggak hanya satu tapi dua, tapi kalau Cintia yang ngalah, yang sakit cuma dirinya. Sebenarnya bukan ngalah, harus sadar diri aja. Cinta nggak bisa di paksa. Sedekat apapun mereka sekarang." Ujar Yuni Panjang kali lebar.

__ADS_1


Anugrah melongo, melihat dua orang yang duduk di depannya itu. "Kenapa mereka berdua jadi sok bijak semua," ucap Anugrah dalam hati.


***


Waktu pun berlalu, seminggu sudah Reno kembali ke Jakarta. Dan sekarang tongkrongan Keanu bukan hanya dengan Cintia saja, tapi Reno selalu turut serta.


Dan dari yang Reno lihat, Cintia semakin mendekati Keanu. Dari sarapan yang di antar ke kos-kosan, bekal makan siang yang Cintia bawakan, sampai makan malam di antar dan tugas kuliah yang selalu di ajarkan.


Semua informasi itu Keanu sendiri yang cerita, dan Reno lihat sendiri.


Reno tak berani membicarakan hal ini pada Anugrah, ia tak mau Anugrah semakin menyerah dengan Cintia. Reno tahu segalak-galaknya Anugrah hatinya tetap lah yang paling lembut di antara mereka berlima.


Seperti malam ini, Reno duduk di depan kosan Keanu dengan Cintia juga. Mereka bertiga duduk manis menikmati martabak manis yang Keanu beli di pinggir jalan.


Reno membeli kopi di tukang kopi keliling yang biasa keliling menggunakan sepeda. Tiga gelas plastik, ia bawa ke depan Keanu dan Cintia.


Gedung yang lumayan besar, bersih dan asri. Bangunan berbentuk U dengan dua lantai. Hanya di khususkan untuk putra. Tapi membolehkan menerima tamu perempuan asal jelas, dan tidak boleh melebihi jam sepuluh malam.


"Sin, gimana itu Gilang?" Tanya Keanu.


"Wisss... Udah punya gebetan nih, kenalin dong." Reno menimpali.


"Apaan, Yan dia itu gaje tahu nggak. Sok deket. Nggak suka." Jawab Cintia.


"Tapi kelihatannya baik loh," Keanu mengambil sepotong martabak, ia mengambil yang rasa keju. Lalu melahapnya.


Ponsel Keanu bergetar menandakan ada pesan ia lalu membukanya dengan tangan kiri. Cintia dengan sigap memberikan selembar tisu, dan ia taruh di atas tangan kanan Keanu. Reno yang melihat itu langsung menjep.


Tak lama ia lalu mengarahkan ponselnya pada mereka bertiga, ia sandarkan ponselnya di tembok. Dan ternyata ada Anugrah dan Yuni di sebrang sana.


"Assalamu'alaikum," ucap Yuni dan Anugrah.


"Wa'alaikumsallam, halo bebeb..." Reno langsung mendekatkan wajahnya, ke arah ponsel.


"Awas ih, minggir." Cintia mendorong muka Reno.


"Hai, hai... Lagi ngapain?"


"Hai, Sin. Lagi duduk ini, masih di Musala."


"Kangen nggak, sama suara Adzan nya aku?" Keanu mengerlingkan sebelah matanya, pada Anugrah.


"Hisssh malah seneng, jadi nggak ada yang ngerusak toa.. Hahahaha" ucap Yuni.


"Sial*n!"

__ADS_1


Obrolan mereka tak berlangsung lama, setelah itu Reno dan Cintia pulang. Begitu pun yang di sana. Yuni dan Anugrah memutuskan pulang, begitu selesai telponan dengan Keanu.


Keanu melanjutkan telponnya begitu Anugrah mengabari kalau sudah sampai rumah.


"Kok nggak video call?" Tanya Keanu, begitu panggilan telponnya di jawab.


"Nggak pake jilbab Nu, gerah." Jawabnya.


Kini Anugrah tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Memeluk guling kesayangan, sembari telponan. Sama Ayang 🀭


"Oh, gitu. Serius ini nggak rindu?"


"Ish, mulai deh lebay nya."


"Padahal nih, hati kamu pasti jawabnya 'iya'."


"Enggak, apaan sih."


Hening, di sana Keanu juga diam. Anugrah pun sama, tak tahu apa yang akan mereka bicarakan.


"Mmm, Nu.." Keanu memecah keheningan.


"Apa!" Jawabnya jutek.


"Tes kuping." Keanu tersenyum, membayangkan wajah Anugrah yang sedang kesal.


"Males. Tutup aja ya?"


"Jangan dong. Aku mau bilang kalo aku kangen, asli Nu. Kangen banget."


Nggak di jawab sama Anugrah.


Keanu diam menunggu, apakah Anugrah akan menjawab atau tidak. Dan ternyata hening Kembali menguasai obrolan mereka.


Keanu menarik nafas, dan mengeluarkannya pelan.


"Aku pengin aja, kamu tuh percaya sama aku. Aku udah tahu juga kalau Cintia ada rasa, Reno udah cerita. Buat memantapkan hati kamu, nanti aku pelan-pelan cerita sama Osin, biar dia tahu, kalau aku sayangnya sama kamu."


"Terus nanti rencana nya kalau libur, aku mau pulang dan tunangan dulu. Aku udah bilang juga sama Ibu sama Bapak. Katanya mereka udah bilang sama Mamak."


Hening. Masih tak ada jawaban. Namun setelahnya Keanu mendengar nafas teratur. Anugrah tidur.


"Huhhhh, Nu. Nu... Nggak tahu apa, ngomong kayak gini butuh nyali yang besar. Takut kamu marah-marah, ini malah di tinggal molor!"


Keanu akhirnya mendengarkan suara nafas Anugrah, Sampai ia pun tertidur.

__ADS_1


Bersambung πŸ˜‰


__ADS_2