
[Dek, banyak nggak pembelinya?]
[Kalau banyak, biar Mas bantuin. 'kan Mas lagi libur, kamu lupa ya? ini 'kan tanggal merah.]
[Sayang ... aku merindukanmu.]
Tiga pesan dari suaminya hanya di baca saja oleh Anugrah. Susah sekali untuk biasa seperti sebelum ini, kenapa Anugrah masih merasa kalau Keanu tengah membohonginya. Jujur saja dalam hatinya merasakan rindu juga pada suaminya, merindukan masa-masa malam indah yang biasa mereka berdua lakukan. Merindukan momen-momen indah yang mereka lalui setiap harinya.
Sebelum ini, padahal semua baik-baik saja. Padahal dulu mereka terpisah jarak, tapi tidak pernah seperti ini.
"Dulu?" Gumam Anugrah.
"Apa, memang kamu sudah dari dulu seperti ini? Dari masih di Kota?" Anugrah bertanya pada gambar Keanu di ponselnya.
Rasa yang pernah ada benar-benar pudar hanya karena prasangka. Sungguh Anugrah baru merasakan rasa yang seperti sekarang. Dan menurutnya ini lebih sakit dari pada mengikhlaskan Keanu untuk orang yang juga mencintainya.
Anugrah masih duduk diam di Tokonya, Mbak Ningsih yang sibuk melayani pembeli. Memang selama seminggu ini juga Anugrah ke Toko hanya untuk duduk diam menenangkan hati, walaupun tempatnya berisik seenggaknya dia punya tempat untuk diam tanpa banyak pertanyaan. Karena mbak Ningsih tak pernah bertanya, atau lebih tepatnya tak pernah ikut campur. Hanya bertanya seperlunya saja.
Ponsel Anugrah kembali bergetar, Ibu mertuanya memanggil.
"Assalamu'alaikum, Bu," sapa nya begitu telepon ia jawab.
"Wa'alaikumsallam ... ini, Ibu beli nasi padang kamu ambil ya, sekalian buat suamimu ke Toko nggak, Kean?" Tanya Bu Ranti.
"Iya, nanti Nu ambil. Enggak, em belum, belum ke sini." Jawab nya.
"Ya, sudah. Ibu ma ti kan ya?"
__ADS_1
"Ya, Bu."
Anugrah mengembuskan nafas kasar setelahnya. Ia jelas malas untuk memanggil suaminya saat ini.
Anugrah beranjak dari duduknya dan pergi ke Toko mertuanya. Mengambil lima bungkus nasi padang dan kembali ke Tokonya dengan alasan sedang banyak pembeli. Anugrah tak mau lama-lama karena ia takut keceplosan tentang dirinya dan Keanu yang sedang tidak harmonis.
Siang nya Anugrah memutuskan untuk pulang, makan siang di rumah. Sekalian memberikan nasi padang pada Mamak, Bapak dan suaminya. Sedangkan yang satu nya ia berikan pada Mbak Ningsih.
Begitu sampai ia memakirkan motornya di depan rumah dan buru-buru masuk. Di ruang depan ada mamak yang tengah duduk sendirian menonton TV.
"Assalamu'alaikum, Mak Mas Keanu mana?" Anugrah langsung duduk di kursi di depan Mamak setelah menaruh makanan yang ia bawa di atas meja.
"Lah, kamu istrinya kok tanya Mamak! Pergi 'kan dari pagi, nggak nyusul kamu memangnya?" Mamak membuka kantong dan mengambil satu bungkus nasi padang.
"Wih, nasi padang. Mantap." Ujar Mamak.
Mamak malah berlalu guna mengambil piring sebagai tatakan. Meninggalkan Anugrah yang tengah manyun karena kesal.
"Assalamu'alaikum warahmatullah ...," Anugrah selesai salat. Dan setelahnya ia mengangkat kedua tangannya guna berdoa pada Sang Kuasa.
Belum selsai ia berdoa, ia dapat mendengar kalau motor suaminya berhenti di depan rumah. Anugrah segera mengakhiri doanya dan berdiri. Ia melepas mukenah dan melipatnya. Tak lupa ia memakai jilbab instan nya.
Ceklek!
Anugrah menoleh, suaminya masuk dengan senyum yang menyebalkan menurut Anugrah. Keanu mengunci pintu dan mendekat ke arah istrinya dengan senyum merekah.
"Zaujati ...," ucapnya.
__ADS_1
"Makan. Ada nasi padang dari ibu!" Anugrah masih dengan nada datar nya.
"Sayang ... kamu kenapa sih? masih kayak gini?" Keanu berdiri di depan istrinya dengan wajah memelas.
"Dari mana!" Entah bertanya entah kepo yang jelas dua kata itu langsung meluncur saat ia tahu kalau ternyata suaminya tak di rumah.
"Dari, rumah Ibu. Kamu nggak jawab pesan aku, jadi ya sudah dari pada bingung mending ke sana." Kilahnya.
Anugrah dengan wajah datarnya tak menatap suaminya ia melengos ke samping, tak perduli sama sekali pada jawaban sang suami.
"Dek, mau sampai kapan kamu kayak gini? Aku bingung! Aku juga sudah sangat merindukan Anu untuk anu-anu, kamu tahu 'kan rasanya jadi aku, ada Anu tapi nggak bisa buat anu-anu."
Saat ini Anugrah ingin sekali tertawa, tapi tetap ia tahan.
Keanu yang tak di respon sama sekali malah memeluk erat tu buh istrinya.
"Aku, minta maaf kalau memang sudah membuat hati kamu sakit. Tapi percayalah aku nggak pernah aneh-aneh di belakang kamu, karena aku aneh-aneh nya kalau lagi sama kamu."
Anugrah tetap diam. Percayalah saat ini Anugrah sebenarnya sudah luluh pada perkataan suaminya. Ya ampun saat ini Anugrah ingin membalas pelukan suaminya, tapi sayang gengsi nya masih begitu besar.
Keanu merasa kesal karena Istrinya masih diam, dengan gerakan cepat Keanu mendorong anugrah ke ranjang. Dengan terkejut Anugrah reflek menarik tangan Keanu dan akhirnya Keanu berada tepat di atas tu buhnya. Seperti yang Keanu inginkan.
Senyum merekah menghiasi wajah Keanu saat wajahnya begitu dekat dengan wajah Anugrah. Seketika Anugrah menoleh, tak melihat wajah suaminya ia berusaha mendorong keras tubuh suaminya agar beranjak dari tu buhnya.
"Awas! Aku mau makan!" Kesal Anugrah.
"Sebelum kamu makan, aku mau makan kamu dulu. Kamu harus inget, kalau nolak kamu yang dosa loh!" Keanu sudah di liputi gai rah. Anugrah bisa melihat wajah Keanu yang sedang sangat ingin.
__ADS_1
Akhirnya walaupun awalnya hanya diam menurut lama-lama Anugrah pun turut me nik mati. Mana mungkin bisa ia masih menjadi patung, saat sen tu han lembut nan menuntut itu di lakukan oleh suaminya. Dan ... olahraga siang itu pun akhirnya terjadi dengan waktu yang lumayan lama, bagaimana tidak lama? Seminggu ini dua Anu tidak anu-anu. 🤭
Makasih ya teman² dukungannya. Anak lagi sakit jadi nulisnya buru². jadi kalau agak sedikit tidak nyambung tolong di maapkan ya. 🥰