Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Kepikiran


__ADS_3

Anugrah termenung di kamarnya, memikirkan ucapan pak Runo dan istrinya yang menjelaskan tentang Keanu yang menurutnya begitu luar biasa. Bagaimana tidak luar biasa, ternyata Toko baju yang di jaga Bu Ranti itu adalah milik Keanu.


Bagaimana bisa, ia tidak pernah menyangka sebelumnya. Ah, ternyata ia kalah lagi. Kalau waktu sekolah ia menang karena lebih pintar, namun kalau masalah usaha dan agama bisa di bilang ia lebih kalah lagi.


Anugrah bergeming di tempatnya, masih memikirkan tawaran keluarga Keanu. Membeli kios di dalam pasar yang memang menggunakan uang Keanu.


Ternyata selama ini Toko baju yang di kelola Bu Ranti adalah milik Keanu. Uang yang di dapat Keanu dari Kakeknya di jadikan modal usaha oleh Bu Ranti, dan berkembang pesat sampai sekarang.


Anugrah masih memikirkan masalah itu sampai larut. Bahkan tawaran menikah muda pun di tawarkan oleh Pak Runo dan Bu Ranti tadi sore pada waktu masih video call dengan Keanu.


Keanu sih mau saja, kalau Anugrah nya mau. Tapi Anugrah, masih banyak sekali yang ia pikirkan.


"Aku coba ngomong sama Bapak, kali ya...." Ujarnya pada diri sendiri.


"Kenapa terkesan terburu-buru, ya?" Entah tanya pada siapa Anugrah. Yang jelas dirinya ada dalam persimpangan dilema. Antara menerima atau tidak.


Semakin larut Anugrah belum juga merasakan kantuk, akhirnya ia beranjak dari ranjangnya dan keluar kamar. Ke kamar mandi untuk wudhu. Ya mending Anugrah sholat malam meminta petunjuk.


Sebenarnya kalau masalah menikah, Bapak sama Mamak pasti setuju karena mereka sudah sangat ingin melihat putrinya menikah. Tapi yang jadi masalah Anugrah belum ingin. Ia masih ingin mengembangkan usahanya dan memberikan apa yang ia bisa untuk orangtuanya.


Karena nanti setelah menikah, ia sudah sulit. Karena yang utama adalah suaminya.


Lama Anugrah terduduk di atas sajadah, memanjatkan 'doa. Sampai tak terasa ia tertidur di atas sajadah. Hingga saat adzan subuh berkumandang ia terbangun dan segara duduk.

__ADS_1


Punggungnya terasa sakit begitu tersadar dari tidurnya yang membungkuk di atas sajadah.


"Mimpinya samar-samar, tak begitu jelas." Katanya.


Ia mengambil ponsel dan melihat jam, setelahnya ia melepas mukena dan keluar guna wudhu lagi. Untuk mandi tak Anugrah lakukan karena hawa dingin di pedesaan begitu dingin.


...****************...


Kini dirinya sudah duduk di kursi ruang tamu, yang suka di sebut bale sama orang-orang sana.


Duduk menikmati teh hangat buatan Mamak setelah melakukan rutinitas paginya. Bapak yang sedang tidak ada gawean atau kerjaan juga tengah duduk di depan sang putri, menikmati susu jahe dan biskuit kelapa.


Mamak tengah sarapan nasi dengan lauk sayur pepaya dan ikan asin, jangan lupakan sambel terasi yang di ulek sama mama sampai benar-benar halus.


"Ampun, Mak. Nanti tak ambilkan lagi," rayunya. Padahal yang ada nanti mamak yang ambil dan habis lagi sama putri semata wayangnya itu.


"Kemarin malam pulang jam berapa Nduk?" Tanya Bapak. Pasalnya semalam bapak tidak melihat Anugrah pulang dari rumah calon mertuanya sampai pukul sembilan. Dan ia memutuskan untuk tidur tidak menunggu. Dan yang menunggu mamak sambil tiduran di ruang tamu, di temani TV yang menyala. Sampai Anugrah pulang.


"Setengah sepuluh, apa ya Mak?" Anugrah malah bertanya lagi pada sang Mamak.


Mamak mengangguk dan beranjak dari duduknya dengan piring di tangannya dan pergi ke belakang menaruh piring.


"Bahas apa, memangnya? Butul wengi."

__ADS_1


(Butul wengi : sampe malam)


"Itu," Anugrah minum guna menghilangkan sisa-sisa biskuit di dalam mulutnya. "Bahas pembelian kios pak, sama kalau mau nik_" Belum selesai Anugrah menjelaskan sang Mamak sudah menyela duluan.


"Halah, nikah. Wong Kean belum kerja kok, udah mau nikah-nikah saja."


"Belum selesai, Mak. Anakmu ngomong," ucap Anugrah kesal.


"Gimana?" Tanya bapak.


"Jadi, Mak, Pak ... kalau beli kios itu keinginan Keanu, dan pakai duit Keanu. Karena ternyata Toko baju yang di jagain sama Bu Ranti itu punya Keanu. Dan ... kalau Anugrah mau menikah ya mereka siap." Anugrah menjelaskan.


"Anugrah bingung, Pak. Mau di terima nggak beli kios di dalam pasar itu, secara kan kita berdua statusnya hanya tunangan. Terkecuali memang sudah menikah. Ya kan Pak?"


Bapak mengangguk, "ya sudah. Nanti biar bapak sama mamak yang membicarakan ini sama mereka."


"Bener Nu, itu usahanya Keanu?" Tanya Mamak.


Anugrah mengangguk.


"Huh, tenang kalau gini Nduk ... jadi Kean tidak hanya mengandalkan orang tuanya saja. Malah Mamak yakin, sedikit banyaknya pasti Kean sudah membantu orangtuanya karena usaha itu." Ujar Mamak.


Anugrah mengangguk kembali.

__ADS_1


__ADS_2