Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Sesuatu


__ADS_3

Selesai masak Anugrah membantu menaruh semua masakan di atas meja makan. Bu Ranti tidak hanya memasak urap daun pepaya saja, banyak macemnya. Ada sambel terasi, ayam goreng, mi goreng, telor balado. Padahal yang makan cuma dua orang tapi Bu Ranti memang selalu masak banyak.


Berhubung waktu magrib sudah tiba jadi ke tiga manusia itu melaksanakan salat dulu. Berjamaah di rumah.


Dan kini ketiga manusia itu tengah makan di meja makan. Anugrah mengambil sedikit nasi dan lauk.


"Daun pepaya kesukaan Bapak, hm ..." kata Pak Runo mengambil urap tanpa nasi.


"Nggak pake nasi, pak?" Tanya Anugrah.


"Enak nya di gado gini, Nu ... pait-pait sedep." Kata Pak Runo lagi, sembari menikmati urap daun pepaya.


"Kamu doyan nggak, Nu?" Tanya Bu Ranti.


"Nu, mah apa aja masuk Bu, gampang," ucapnya sembari tersenyum.


"Ya, ya ... selagi makanan yang di makan nggak bikin kita puyeng hehe." Kata Pak Runo lagi.


"Iya, pak." Anugrah mengiyakan tanpa tahu, apa maksudnya makanan yang memusingkan.


Setelah makan ternyata Anugrah belum boleh di ijinkan pulang. Selesai beres-beres makanan dan mencuci piring, kini Anugrah duduk di ruang Tv bersama calon mertuanya.


"Nu, coba di telpon si Kean." Kata Pak Runo.

__ADS_1


"Iya," Anugrah mengambil ponsel yang ada di saku celana nya.


"Ya coba di video call, kesel pasti kamu di sini." Ujar Bu Ranti.


Memanggil... lalu berdering ...


"Assalamu'alaikum ..." ucap seseorang di layar ponsel Anugrah.


Dengan senyum merekah Anugrah menjawab salam dari Keanu, "wa'alaikumsallam."


Anugrah menaruh ponselnya di atas meja, ia sandarkan ponselnya di vas bunga sehingga ketiga nya bisa terlihat oleh Keanu.


"Wehh ... lagi di rumah?" Tanya Keanu sembari tersenyum lebar.


"Lagi apa kamu, Ke?" Tanya Bu Ranti.


"Abis tadarusan Bu, ibu makin cantik deh." Kata Keanu menggoda ibunya, tapi tatapannya tertuju pada gadis manis berjilbab hijau botol yang duduk di samping Ibunya.


"Eeh, godain istri orang ya ..." Ujar Pak Runo pada putranya.


"Apa, sih Pak. Keanu tuh bilang cantiknya sama Ibu, lah liatnya ke siapa." Ibu Ranti menoleh ke sang suami.


"Ampun Bos, nggak berani godain istri orang ..."

__ADS_1


Anugrah hanya tersenyum.


Sehangat ini. Ada di antara mereka.


"Abis di suruh ibu masak, ya?" Keanu terlihat menyandar di ranjang. Terlihat masih menggunakan Koko dan kopiah hitam.


"Enggak, di suruh makan aja," ucap Anugrah.


"Tenang, Nu. Bojomu nggak bakal ibu siksa. Bakalan ibu baik-baik in." Kata Bu Ranti lagi.


Obrolan hangat itu tersambung begitu lama, ada saja yang di obrolin dan di ributkan antara anak dan ayah. Membuat Anugrah dan Bu Ranti tertawa lepas. Bahagia.


Sampai di ujung telepon Keanu membuka kembali pembicaraan tentang kios. Anugrah yang tidak ingin menerima, menjadi bingung untuk menjawabnya apa lagi di depan orang tua Keanu.


"Gimana, Nu?" Tanya Pak Runo serius.


"Nggak, papa. Nu. Kan buat masa depan juga juga." Ujar Keanu.


"Iya, Nu. Ibu tuh nggak mau lihat kamu susah bawa dagangan tiap hari. Kalau di kios kan tinggal tutup, buka saja." Ujar Bu Ranti menambahi.


Anugrah semakin di buat bingung untuk menjawab.


Karena sebenarnya ia setuju dengan pemikiran Bapaknya, tidak akan menerima pemberian Keanu yang terlalu besar.

__ADS_1


Tapi Pak Runo keburu menjelaskan sesuatu sampai Anugrah melongo mendengarnya.


__ADS_2