Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Mangga Muda


__ADS_3

"Assalamu'alaikum!"


Anugrah yang tengah menyapu lantai mengernyitkan dahi, siapa yang datang di pagi ini? Ini baru jam setengah enam, jadi siapa kira-kira yang datang?!.


"Wa'alaikumsallam," jawab Anugrah, menaruh sapu dan berjalan ke arah pintu.


"Ibu," ucapnya tertahan saat melihat Ibu mertuanya ada di depannya.


"Kaget, ya Nu, pagi-pagi ibu ke sini?!" Tanya Ibu Ranti dengan senyum.


"Iya, tumben pagi banget, masuk bu, ibu sama siapa?" Anugrah melongok ke luar, mungkin saja ibu Ranti datang dengan ayah mertuanya.


"Ibu, pakai ojek Nu," jelas ibu Ranti yang sudah masuk.


Anugrah menutup pintu, dan membuntuti mertuanya yang sudah masuk ke dalam.


"Ibu, bawa apa?" Tanya Anugrah yang kini sudah berdiri di belakang ibu mertuanya.


Ibu Ranti mengeluarkan se tumpuk rantang dan menurunkan nya satu-satu, "ini ... Kean kemarin minta di buatkan bubur ayam, jadi ibu antar jam segini mumpung masih panas."


"Ya, Allah, repot-repot, padahal 'kan bisa beli bu," ucap Anugrah tidak enak hati.


"Enggak repot, malah dia minta sambalnya pakai cabai se tan itu loh, yang merah-merah banget, biar seger katanya, ibu pikir pas ada chat masuk itu dari kamu, ternyata memang dia yang kirim pesan." Ibu Ranti geleng-geleng kepala saat mengetahui kalau ternyata putranya yang meminta bubur dengan sambal ektra pedas.


"Mas Kean, aneh deh bu, masak sekarang dia sukanya yang pedes-pedes," ucap Anugrah.


"Sekarang mana anaknya?!" Tanya Ibu Ranti.


"Sekarang juga kalau habis subuh mau nya tidur, katanya kalau mau ngajar rasanya malas," tutur Anugrah lagi.


"Uweeekkk, uweeekkkk ...."


Anugrah dan Ibu Ranti yang masih berhadapan seketika saling pandang saat mendengar suara Keanu yang tengah muntah-muntah di kamar mandi dalam kamar.


"Kean kenapa?!" Ibu Ranti buru-buru ke kamar putranya, di susul Anugrah di belakangnya.


Di sana Keanu tengah jongkok sembari memegangi perutnya.


"Kenapa, Yan?!" Ibu Ranti dengan sigap memijat tengkuk sang putra.


"Kemarin pagi dia juga gitu, bu," ucap Anugrah memberitahu.


"Udah, periksa? Perasaan kemarin pagi ke rumah nggak kenapa-napa." Jelas bu Ranti masih memijit tengkuk putranya.

__ADS_1


"Di ajak periksa nggak mau. Kayaknya, gara-gara makan pedes deh bu, mana kemarin seharian nggak makan nasi lagi." Gerutu Anugrah, yang lantas pergi dari sana.


Keanu yang sudah enakan, lanjut membasuh mukanya dan keluar dari kamar mandi di ikuti ibu nya yang setia di sampingnya. Keanu duduk di ranjang. "Mau makan bubur?!" Tanya Ibu Ranti.


"Ibu kapan datang?!" Tanya balik Keanu.


"Ya, tadi. Begitu bubur matang langsung ibu bawa ke sini," jawab Ibu.


"Mas, minum teh anget dulu," Anugrah kembali ke kamar dan menyodorkan secangkir teh hangat pada suaminya.


"Makasyiiih," ucap Keanu dengan wajah yang di buat-buat.


"Ih, geli tahu Yan, kamu tuh lihat-lihat dong! 'kan ada ibu." Ujar ibu sembari memukul pelan pundak putranya.


"Hehe lupa bu," jawab Keanu tanpa rasa bersalah sama sekali.


Anugrah menggeleng kepala heran pada suaminya.


...----------------...


Anugrah mengambilkan bubur ayam untuk suaminya, menjauhkan sambal yang benar-benar merah menggoda untuk dirinya. Ia juga mengambilkan bubur untuk ibu mertuanya lalu untuknya.


"Dek, mana sambalnya?!" Keanu protes saat buburnya hanya di siram kecap sama sang istri.


"Memangnya kamu bisa makan, Yan? Kamu tuh biasanya langsung merah loh wajahmu, belum lagi perut yang kata kamu terbakar kalau habis makan sambal." Kata Ibu Ranti.


"Tapi, aku lagi doyan banget bu, sama sambal." Keanu lantas berdiri dan berjalan mengambil sambal yang di taruh sama istrinya di belakang tumpukan botol saus.


"Kenapa, suamimu Nu?" Tanya Ibu heran.


"Ya, gitu bu, aku juga bingung. Aneh banget, mana semalam juga, 'kan Osin pulang, bu. Terus Mas Kean deketan dong sama Osin, masak dia mual gara-gara bau wangi dari Osin!" Anugrah menggeleng saat mengingat semalam.


Keanu sudah kembali duduk dengan sambal di tangan nya, menuangkan empat sendok makan sambal yang langsung membuat dua wanita yang ada di sana melotot heran dan kaget.


"Tapi emang lagi nggak bisa, bu, sama wangi-wangian yang menyengat." Jawab Keanu.


"Kamu kayak bapakmu dulu Yan," ucap Ibu sembari mengamati putranya yang tengah melahap bubur ayam yang penuh dengan sambal. Bahkan Keanu seperti tak kepedesan sama sekali.


"Kayak, pas Ibu hamil, bapakmu juga gitu. Aneh, jadi yang ngidam itu bukan ibu, tapi Bapak. Jangan-jangan kamu juga gitu." Ujar ibu lagi.


Anugrah yang tengah mengunyah makanannya pun seketika menatap wajah ibu mertuanya, takut aja kalau ternyata ibu mertuanya tengah bercanda.


"Ibu, serius?! Masak yang ngidam bapak?!" Anugrah masih tak percaya.

__ADS_1


Sedangkan Keanu seolah tak mendengar, ia tetap sibuk pada bubur yang sudah ia tambah lagi sambalnya.


"Serius, Nu. Kamu bulan ini sudah libur salat belum?" Kini Bu Ranti jadi penasaran, menggeser bubur yang ada di hadapannya ke samping.


Anugrah tengah mengingat-ingat, lalu mengedikan bahu, "lupa bu."


"Kamu nggak punya stok pembalut?" Tanya Ibu lagi.


"Ada, setiap bulan beli, kalau lagi belanja bulanan." Jawab Anugrah.


"Coba, cek gih! Siapa tahu 'kan?!"


Anugrah beranjak dari sana dan pergi menuju kamarnya, membuka lemari kecil tempat biasa ia menaruh pembalut. Masih ada dua pak, yang berarti dia bulan ini ia tidak datang bulan.


Ada rasa senang sedikit di hatinya, namun ia menggeleng, "mungkin memang belum datang bulan." Gumam nya.


"Gimana?!" Anugrah kaget tiba-tiba Bu Ranti sudah ada di belakangnya.


"Masih ada, tapi Nu sudah sering kayak gini kok bu, datang bulan Nu memang tidak teratur." Jawab Anugrah.


"Kamu, punya testpack?!" Ibu Ranti ternyata masih begitu penasaran.


"Enggak ada Bu," jawabnya berbohong. Sebenarnya ia menyimpan beberapa testpack, karena kadang setiap ia tahu kalau telat datang bulan ia akan langsung mengeceknya, namun selalu saja garis satu yang ia dapatkan. Jadi mungkin kali ini juga seperti itu, makanya ia berbohong. Anugrah belum siap kalau mertuanya juga kecewa pada hasilnya nanti, biarkan dirinya saja yang selalu kecewa.


"Nanti, beli ya ... nggak ada salahnya Nu, di coba. Ibu juga tidak apa-apa, ibu hanya takut kalau kamu kembali tidak menyadari kehadiran nya, karena kamu tidak merasakan ngidam." Kata Ibu sembari mengelus lengan menantunya.


"Sudah, apapun hasilnya nanti, kalau sudah di cek, kasih kabar ibu ya ...," bu Ranti mengulas senyum. "Sekarang kita sarapan dulu, sebelum di habiskan sama bojo mu!"


Anugrah tersenyum dan manut pada ibunya, keduanya kembali ke ruang makan.


"Ngobrolin, apa sih bu?! Dua-dua di kamar?!" Keanu sudah selesai makan, kini bahkan dirinya sedang duduk santai di kursi makan dengan memakan buah mangga mentah, mangga yang Anugrah beli untuk jualan ibunya.


"Kamu, lihat 'kan tingkah anehnya, persis seperti bapak dulu saat ibu hamil." Bisik ibu di telinga Anugrah.


"Ciee, malah bisik-bisik," ucap Keanu.


"Mas, nggak asem itu?" Keanu menggeleng.


"Bu, bapak sendirian dong, di rumah. Kasian sarapan sendirian," ucap Anugrah.


"Bapak nggak akan nyesel, kalau ibu tinggal pagi-pagi untuk kabar bahagia nanti Nu," ucap Ibu dengan senyum merekah.


"Semoga ya, bu," ucap Anugrah.

__ADS_1


__ADS_2