Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Hati Anugrah


__ADS_3

Tepukan di pundak Anugrah mengagetkan Anugrah yang sedang fokus dengan ponselnya.


"Astaghfirullah!" Teriak nya sembari menoleh kearah belakangnya.


"Hahaha, pantes nggak ada yang beli. Bengong to." Ucap si penjual cilok. Siapa lagi kalau bukan Yuni.


Kebetulan hari ini waktunya ia ngider ke Pasar.


Yuni lalu duduk di lantai, di depan Anugrah.


"Kenapa sih? Di tempat ramai malah kesepian."


"Ngaco! Lagi buka grup chat, memangnya kamu nggak buka?"


"Nggak ada kuota, hehe." Jawab Yuni.


Anugrah memberikan ponselnya pada Yuni, Yuni dengan seriusnya membaca isi pesan demi pesan yang ada di grup "AKRYC" matanya serius melihat bibirnya serius komat-kamit membaca tanpa suara.


Cintia : Apa kabar bestie 😁


*Keanu : Kabar baik Cin, wong jakarta 😏


Cintia : Yang lain kemana nih? Kok sepi


Keanu : Lagi pada cari duit


Reno : Aku hadir sayang 😚


Reno : Anu dua sama yayang Yuni mana nih?


Keanu : Ren mulih kapan koe?


Reno : Lebaran πŸ˜‚ nunggu THR


Cintia : Agendakan ketemu ya guys, aku kangen πŸ₯°


Keanu : Wong jakarta ngomongnya pun sudah beda


Reno : Eh aku nggak terima yaa, aku di jakarta tetap aku kamu*.


Dan masih banya lagi pesan yang Yuni lewatkan. Yuni lalu memandang ke Anugrah.


"Nggak ada yang aneh, chat biasa aja. Ketemuan juga biasa nya kan?" Tanyanya begitu polos, kaya bedak bayi.


"Iya nggak ada yang salah, tapi kamu tahu sendiri kan. Si Anu udah nggak jail, terus malah minta baikan. Dan seminggu ini kita lancar ngobrolnya nggak ada marah-marahnya."

__ADS_1


"Masih nggak mudeng," kata Yuni, masih se polos bedak bayi.


"Marah dong Yun, Cintia sama aku kalau tau Anu baik lagi kaya mbiyen sama aku."


Yuni terdengar menghela nafas. Yuni tahu kalau Cintia menaruh perasaannya pada Keanu. Tapi Yuni juga tahu, kalau perasaan Keanu sebenarnya untuk Anugrah, apa lagi sebaliknya.


Seminggu ini Anugrah memang terlihat akur dengan Keanu, dan tidak lagi membuatkan rujak dengan banyak cabai, karena Keanu sebetulnya tidak bisa makan pedas.


Cintia bisa dibilang paling berada, diantara tiga cewek yang sahabatan itu. Sikap menang sendirinya sudah ada sejak kecil, apa yang ia mau harus ia dapatkan. Termasuk perasaan.


Dulu, pernah Keanu memberikan sesuatu pada Anugrah, dan Cintia tahu. Bukan marah pada Keanu, Cintia malah marah pada Anugrah. Akhirnya Anugrah berbohong, kalau sebenarnya hadiah itu untuk Cintia bukan untuk Anugrah. Dan mereka tidak jadi bermusuhan.


Anugrah sebenarnya bisa saja melawan, tapi ia tidak suka permusuhan. Apalagi sesama perempuan yang sahabatan. Juga tetangga dekat. Terlebih Mamak dan Bapaknya masih suka bekerja di sawah ataupun kebun orangtuanya.


Anugrah selalu memikirkan sahabatnya, ia sampai tak memikirkan perasaannya sendiri.


Membohongi hatinya, demi bahagia sahabatnya.


Semakin tumbuh besar ia semakin tahu bagaimana perasaanya pada Keanu, tapi ia juga semakin bisa untuk semakin dewasa. Dan lebih bisa mengalah.


Karena menurutnya, jodoh tidak akan kemana.


Anugrah sama sekali tak membalas pesan yang ada di grupnya. Walaupun ia sudah berkali-kali di panggil oleh teman-temannya. Bahkan sampai di chat pribadi oleh Keanu dan Reno. Ia abaikan.


Seandainya ia bisa mengubur perasaannya terhadap Keanu, mungkin selama ini ia sudah merasa baik-baik saja hatinya.


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


Malamnya setelah dari Mushola, ia duduk di teras tetangganya. Mbak Rini.


Menikmati malam dengan bulan yang indah. Dimalam lima belas bulan Jawa.


Anak-anak bermain dengan asyiknya, tak perduli malam waktunya untuk istirahat. Mereka seperti tak mengenal kata lelah.


Mbak Rini, tetangga nya yang baru berusia dua pulih tahun tapi sudah punya anak berusia dua tahun, sedang aktif-aktifnya berlari ke sana ke mari. Membuat Mbak Rini tak bisa diam mulutnya dari kalimat, "awas Dek, jatuh!"


"Mbak... Emang kalau sudah menikah enak?" Tanya anugrah tiba-tiba.


"Enak Nu, kalau dapet lanang yang baik, kerjaan wis mapan. Terus penghasilan lumayan." Jawab Mbak Rini. Matanya tetap mengawasi ke mana anaknya bermain.


"Kamu mau nikah muda juga, kayak aku?"


Anugrah lalu menggeleng. Hatinya sedang galau. Ia tak mau sampai jutek-jutek lagi ke Keanu. Makanya ia putuskan untuk main sebelum ngantuk.


Ia pikir dengan melihat anak-anak bermain ia lupa kalau sebentar lagi Cintia akan pulang.

__ADS_1


Tapi nyatanya ia malah membayangkan kalau yang main di sana itu adalah anaknya dan anak Keanu, lalu Cintia marah karena begitu pulang dari kuliah nya ia tahu kalau dua Anu menikah.


Jadi untuk mengalihkan khayalannya, ia menanyakan seputar menikah muda pada Mbak Rini.


Sebenarnya di sana bukan hanya Mbak Rini saja, orang dewasanya. Hanya saja Anugrah lebih suka ngobrol dengan yang muda-muda. Karena menurutnya akan lebih nyambung.


Begitu terasa kantuk, ia akhirnya pamit pulang. Anak-anak yang bermain pun sudah mulai pada pulang. Karena waktu sudah menunjukan pukul dua puluh satu lebih lima belas menit.


Begitu masuk, ia langsung ke kamar. Pintu belum ia kunci karena di dapur belakang masih ada Mamak yang sedang merebus ketupat. Untuk besok, jualan rujak.


Seperti itu memang Mamak, kalau tidak ada yang menawarinya kerjaan, ia akan jualan.


Anugrah duduk di ranjangnya, melepas jilbab instan berwarna cokelat tua dan menaruhnya asal di sampingnya.


Belum ia merebahkan tubuhnya ponselnya sudah berbunyi. Ia lalu mengambil dan melihatnya.


Yunita Riani memanggil...


"*Ada apa Mbak Yunita? Tukang cilok?"


"Ada kabar bagus, tukang da la man!"


"Haha sewot!"


"Lusa, hari minggu Cintia pulang nya Nu."


"Udah tahu sayang."


"Terus kamu gimana?"


"B aja*."


Anugrah mematikan sambungan telponnya. Iya itu yang jadi kegalauannya. Berarti ia harus jaga jarak lagi dengan Keanu. Ia tak mau pastinya kalau harus menyakiti perasaan Cintia.


Jika saja Anugrah bisa, ia ingin kerja ke luar kota. Tapi ia tak bisa meninggalkan kedua orangtuanya yang sudah di usia senja.


Ia sangat berharap nanti Keanu bersikap baik pada Cintia, biar dia bisa enak hati dan biasa-biasa saja. Walupun mungkin hatinya yang tidak baik-baik saja.


Karena dari dulu Keanu memang tidak suka dengan Cintia, lebih tepatnya sifat dan sikap nya. Yang manja dan selalu maunya menang sendiri.


Anugrah mencoba merebahkan tubuhnya, membiarkan pikirannya istirahat dari pemikiran yang banyak sekali itu.


Mencoba menyelami mimpi yang indah, tak seperti pada kenyataannya.


Belum ia menuju alam mimpi tiba di perbatasan antara sadar dan tidak, ia mengingat sesuatu. Lalu ia pun duduk kembali.

__ADS_1


"Apa aku harus mengikuti jejak Mbak Rini ya... Mbak Rini terlihat menerima saja, walaupun dijodohkan dan suaminya merantau di kota. Dia juga terlihat bahagia. Dan pastinya kalau aku kayak dia, aku bisa terlepas dari perasaan kacau antara aku dan dia juga dia."


__ADS_2