Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Sembilan Cabai


__ADS_3

Seperti hari-hari biasanya hari ini pun Anugrah sudah bersama dengan Malik, baru saja ia mengambilnya dari rumahnya. Karena rumah Yuni tengah di bersihkan oleh mamanya dan mertuanya karena nanti malam akan di lakukan acara empat bulanan Yuni.


Ya ... kini sudah sebulan kemudian saja, padahal rasanya Anugrah baru kemarin membicarakan empat bulanan dengan sahabatnya itu.


"Assalamu'alaikum, Ayah! Malik dan Bunda Nugrah dataaaaang!" Kebiasaan Anugrah.


"Turun, Sayang! Perasaan kamu sebulan ini nambah banyak ya ... makin berat banget loh!" Ujar Anugrah sembari menurunkan Malik dari gendongannya.


"Uwweeeekkkk ... uweeeeek!!!"


Anugrah mengernyitkan dahi saat ada suara orang yang tengah muntah. "Ya ampun, Ayah kamu kenapa Sayang! Sebentar ya, Bunda lihat Ayah sebentar."


Anugrah meninggalkan Malik yang bermain di ruang tengah, ia berlari menuju suara Keanu yang tengah muntah-muntah di dalam kamar mandi belakang.


"Kamu, kenapa Mas? Masuk angin?" Anugrah mendekat ke arah suaminya yang tengah menunduk. Anugrah mengusap tengkuk suaminya itu dengan pelan.


Keanu yang hanya mual tapi tidak mengeluarkan apapun hanya bisa menggelengkan kepalanya, yang jelas ia ingin menjawab tidak tahu.


"Aku buatkan teh hangat ya," Anugrah pergi dari sana menuju dapur. Sedangkan Keanu masih jongkok di depan closet. Mencoba mengeluarkan sesuatu karena perutnya terasa begitu mual namun tak ada apa-apa yang keluar, hanya membuang tenaga nya saja.


Keanu sudah duduk di kursi makan setelah lumayan lama uwek-uwekkk di kamar mandi.


"Ini Mas, teh nya." Anugrah menaruh secangkir teh hangat di depan suaminya.


"Mual banget Dek, mana pusing juga," ucap Keanu dengan manja nya, ia bahkan menarik tangan Anugrah agar duduk di pangkuan nya.


"Ih, Mas! Orang lagi mual malah kayak gini," gerutunya karena kini suaminya memeluknya dan membenamkan wajahnya di punggungnya.


"Pengin kayak gini," ucap Keanu.


"Tapi di ruang tengah ada Malik, kasian sendirian." Ujar Anugrah.


"Biarin aja, Sayang! Paling cuma berantakan. Aku sakit nih, masa mau kamu tinggalin."


Anugrah mengembuskan nafas kasar, mulai deh! kalau sakit pasti manja!


"Dek ... pengin makan agar buatan ibu deh, kayaknya bisa bikin rasa mual ku hilang." Ujar Suaminya.


"Ah, nggak enak nyuruhnya, aku aja ya yang buatin. Ibu capek lagi, kasian!"


"Ya sudah kamu aja. Aku tiduran lagi ya ... mau izin aja," ucap Keanu.


Anugrah lantas berdiri agar suaminya bisa pergi ke kamar, sebelum itu Keanu menyempatkan meminum teh hangat buatan istrinya.


Anugrah kembali ke ruang tengah main bersama Malik.

__ADS_1


...----------------...


Siangnya setelah Anugrah menidurkan Malik, ia membuatkan agar untuk suaminya yang sekarang tengah pergi ke rumah ibunya. Karena tadi pagi ia izin tidak ke sekolah. Dari pagi bahkan suaminya itu belum makan apapun hanya minum teh hangat buatan nya, tapi sekarang sudah berpergian seperti tidak sakit. Anugrah tak habis pikir pada suaminya itu, tadi pagi lemes, manja banget, sekarang sudah pergi tak balik-balik.


Setelah selesai Anugrah menelpon Suaminya itu.


Tut ... tut ...


"Assalamu'alaikum, Sayang." Sapa Keanu.


"Wa'alaikumsallam, kamu masih di rumah ibu?!" Tanya Anugrah.


"Iya, ini lagi makan, kamu sudah makan belum?" Suara Keanu terdengar seperti tengah kepedesan, Anugrah sampai mengernyitkan dahi saat mendengarnya.


"Makan apa? Ini aku udah bikin agar nya," ucap Anugrah.


"Huh ... shaaaah makan pecel Dek, buatan Mamak, sembilan cabai huhhhh haaaaah, pedesss bangett, tapi mantap. Ini aku di rumah Mamak ya Dek, nggak di rumah ibu."


Anugrah melongo namun sejurus kemudian Anugrah emosi. "Kamu! gimana sih! Kenapa makan pecel dengan banyak cabai?! Nanti kalau sakit gimana! 'Kan kamu dari pagi belum makan apa-apa!" Teriak Anugrah.


"Huaaaa ... Undaaaa!" Teriak Malik yang menangis karena kebangun mendengar suara Anugrah teriak-teriak.


"Astaghfirullah!" Anugrah memutuskan sambungan telepon dan mendatangi Malik yang terbangun. Padahal biasanya anak gembul itu bangun tanpa menangis.


"Anak, Bunda bangun Sayang ... kasyiaaaaannnn, sini Sayang, maaf ya Bunda teriak-teriak. Malik ganteng jadi kaget ya," ucap Anugrah yang langsung menggendong sayang Malik si gembul itu.


Malik bobok oh ... Malik bobok


Kalau tidak bobok di gigit nyamuk


Malik bobok oh ... Malik bobok


Kalau tidak bobok di gigit nyamuk


(Lirik Nina bobo, tapi saya ganti jadi Malik)


Setelah Malik terlelap lagi Anugrah lalu membaringkan bocah gendut itu di ranjang kembali.


...----------------...


Sore nya Anugrah pergi ke rumah Yuni sembari membawa Malik pulang, setelah memandikannya tentunya. Pokonya Malik aman sama Anugrah, pulang pun dalam keadaan kenyang dan sudah wangi. Sampai pipi Malik habis karena di cium terus sama Anugrah saking gemasnya.


Lagian Reno sudah bolak-balik menelpon dirinya, kalau Reno pun sama rindunya pada anak pertama nya itu. Dan dengan terpaksa Anugrah membawa kembali ke rumahnya bocah kecil menggemaskan itu.


Begitu sampai, suasana rumah Yuni ramai, di belakang mama dan Mertuanya tengah masak. Adik-adik Reno dan Yuni juga kumpul jadi satu di ruang tamu yang semua sofa nya sudah bejejer di setiap pinggiran ruangan bahkan karpet tempat untuk di adakan nya doa pun sudah di gelar.

__ADS_1


"Malikkk!" Panggil Reno begitu Anugrah dan anaknya datang.


Reno dengan antusias mengambil Malik dari Anugrah. "Suami mu mana Nu?!"


"Di Toko, tadi pagi masuk angin jadi sekarang lagi di toko. Nggak tahu tuh kenapa tiba-tiba aja masuk angin, eh siangnya udah sembuh aja mana makan pecel lagi katanya sembilan cabai." Gerutu Anugrah kesal.


"Tumben, makan pedes, sakit perut nggak tuh nanti."


Anugrah mengedikan bahu, "aku mau bantu ibu-ibu ya, di dalam. Daaaah Malikkk," sebelum berlalu Anugrah menyempatkan mencium pipi Malik yang kini ada di gendongan Reno.


"Aku, nggak Nu?!" Canda Reno.


"Na jis!!!"


Reno terkekeh melihat Anugrah masuk sembari mengerucut kan bibirnya. Dari tahun ke tahun sahabat nya itu makin cantik, bahkan pakaian nya semakin tertutup. Kini Ia tak lagi melihat kaki Anugrah telanjang selalu pakai kaos kaki, bajunya pun kini sudah tak pernah lagi ia lihat memakai celana dan atasan selalu seringnya yang ia lihat memakai gamis yang longgar, begitu pun jilbabnya selalu panjang, "semoga istoqomah Nu," gumam Reno setelah Anugrah tak lagi terlihat.


Anugrah masuk ke dapur, suasana dapur begitu panas. Masakan pun sudah banyak yang matang. Anugrah mendekat ke arah Mama Reno membantu membungkus masakan yang sudah siap.


"Cantik, nggak usah bantu, abis jaga Malik pasti capek." Ujar Mama Reno.


"Nggak capek, Ma. Malah seneng," ucap Anugrah.


"Semoga bulan depan kita dapat kabar bahagia dari kamu ya Nu," ucap Mama Reno tulus.


"Aamiin ...," ucap semua orang di sana.


Ada Yuni, mama Yuni, Budhe Yuni, Bulik Reno, dan beberapa orang lagi.


"Aamiin ... aamiin ya Allah makasih ya semuanya doa nya, aku terharu," ucap Anugrah sembari menyusut sudut mata yang tiba-tiba berair.


Mama Reno mengusap lengan Anugrah, memberi senyuman manis. Begitu pun Yuni yang begitu berharap kalau sahabatnya segera di berikan anugerah seorang putra, agar kebahagian kedua Anu semakin lengkap. Yuni bahkan memeluk sahabatnya itu dengan sayang.


"Malik nya mana, Nu?!" Tanya Yuni setelah melepas pelukannya.


"Di depan sama bapak nya!" Kesal Anugrah.


"Gemes banget, aku tadinya ke sini nanti nunggu Kean, eh malah bojomu telpon terus." Gerutunya.


"Sabar, besok sore juga sudah pergi lagi dia." Kata Yuni.


"Eh, ya. Nanti malam Osin ke sini, sekarang sudah di rumahnya dia," ucap Yuni lagi.


"Oh, ya?! Ish rame nanti malam di sini, AKRYC kumpul. Nanti aku suruh Mas Kean beli sosis dan teman-temannya gimana? kita barbekyu an depan rumah, lagi banyak orang pasti makin rame." Kata Anugrah yang tiba-tiba dapat ide seperti itu.


"Boleh-boleh." Jawan Yuni yang sama-sama antusias.

__ADS_1


Anugrah lantas menelpon suaminya, dengan semangat Keanu juga menyetujui ajakan istrinya.


Para emak-emak di sana hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah anak muda yang menurut mereka ada-ada saja.


__ADS_2