Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Ke-khawatiran Keanu


__ADS_3

Duduk di atas ranjang dengan rasa sakit di perut yang entah kenapa saat Anugrah bawa ke kamar mandi rasa sakitnya itu hilang. Itu sudah di rasakan oleh Anugrah dari saat-saat akan bangun di pagi hari. Namun untuk mengatakannya pada suaminya tak Anugrah lakukan, karena ia takut kalau suaminya jadi khawatir. Jadi, yang sekarang Anugrah lakukan hanya menahan nya dan menikmatinya.


Ia memang tak mengerti seperti apa mulas saat orang melahirkan, tapi mengingat perkataan ibu Bidan saat mengikuti kegiatan kelas ibu hamil, ia sedikit bisa menerawang mungkin sakit seperti inilah, karena saat itu ibu bidan mengatakan mulasnya datang dan pergi secara teratur. Dan biasanya kelahiran pertama akan lahir setelah setelah dua belas jam sejak mulas teratur.


Jadi Anugrah kini tengah kembali membaca buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang berwarna pink. Ia melihat tengang proses melahirkan dan membacanya kembali dengan teliti. Walaupun sudah bolak-balik ia baca, namun kali ini ia harus membacanya lagi, agar lebih paham.


"Lagi, ngapain sih, Sayang ... pagi-pagi udah baca buku aja," sapa Keanu yang baru membuka mata. Karena tadi selepas salat subuh bersama sang istri ia pamit tidur kembali sebentar. Akhir-akhir ini setiap malam ia tak pernah tidur nyenyak karena ia akan bangun saat Anugrah terbangun untuk pi pis, Keanu tak mau membiarkan istrinya bangun malam seorang diri.


"Lagi, baca, bangun gih udah mau siang juga." Gerutu Anugrah, percayalah saat itu mulasnya tengah menyerang perutnya.


"Mau sapa dedek dulu ah," Keanu mengulurkan tangan mengusap lembut perut buncit sang istri.


"Loh, kok kenceng banget gini, Dek, sakit nggak?!" Keanu langsung panik saat memegang perut istrinya yang keras tak seperti biasanya.


"Enggak, papa, kan memang suka kencang-kencang," kilah Anugrah.


"Tapi, biasanya nggak se kencang ini perasaan," gumam Keanu. "Sayangnya Ayah, kamu lagi apa? Ayah sudah sangat rindu, sama kamu, jangan lama-lama ya, di perut Bunda," sambung Keanu pada perut istrinya.


Anugrah tetap diam, tersenyum saat melihat antusias nya Keanu berbicara pada perutnya. Ia mengusap pelan rambut suaminya itu, membuat Keanu menoleh ke arahnya. "Bunda Anugrah mau sarapan apa?!"


"Apa aja deh, tapi aku mau bikinan kamu," jawab Anugrah.


"Ok! Nasi goreng mau?!" Keanu lantas duduk. Sudah setengah bulan ini Keanu cuti, ia menjadi suami siaga untuk istrinya. Tak keluar kemanapun tanpa Anugrah.


"Boleh," jawab Anugrah dengan senyum yang begitu merekah.


"Tunggu sebentar ya, Bunda ...," Keanu lantas beranjak dari ranjang dan keluar kamar.


Anugrah tersenyum, rasa mulasnya belum lagi muncul. Tapi, ia mencoba untuk mengirim pesan pada Bu Bidan. Karena memang setelah pemeriksaan pertama di Dokter Elsa, Anugrah pindah tempat periksa ke Bidan terdekat. Sedangakan untuk melahirkan Bu Bidan menyarankan untuk di puskesmas saja. Dan karena jangkauannya tidak terlalu jauh akhirnya Dua Anu memutuskan untuk melahirkan di Puskesmas, jika tidak ada halangan tentunya.


[Bu, saya sudah mulai mulas dari tadi jam 03:20] pesan Anugrah terkirim.


[Sudah teratur ya Mbak Anugrah? mulasnya? atau belum?] Balasan dari bu Bidan.


[Sudah lumayan, Bu,] pesan Anugrah kembali.


[Sudah keluar len dir cam pur da rah belum?]


[Belum, bu]

__ADS_1


[Ya, nanti coba di bawa ke sini, kita periksa ya]


[Ya, Bu.]


Ia mengingat-ingat kembali, lalu menggeleng. Belum keluar yang seperti itu. Menarik nafas dan keluar dari kamar, namun saat tiba di pintu mulas itu kembali menyerang, Anugrah terdiam memegangi perut nya, menikmati rasa yang tengah ia rasakan itu.


"Udah nggak sabar mau keluar ya Sayang," ucapnya sembari mengelus perut kencangnya.


"Bismillahirrahmanirrahim, Qul auudzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad." Lalu Anugrah membaca surah Al-Falaq seperti apa yang di bilang mamak waktu lalu.


"Kalau sudah kontraksi, baca surah Al A'raf ayat 54, An-Nas, Al-Falaq terus Ayat kursi." tutur mamak waktu itu.


"Sayang, kenapa?" Keanu mendekat dengan sepiring nasi goreng yang baunya begitu wangi aroma bawang, Ia lantas mendekat karena melihat Anugrah tengah membaca doa sembari mengusap perutnya.


Anugrah menggeleng, karena mulutnya masih menggumamkan doa.


"Sudah matang?!" Tanya Anugrah dengan cerianya.


"Mau makan di mana?" Tanya Keanu serius. Ia melihat wajah Anugrah sedikit pucat, dan raut wajahnya seperti orang tengah khawatir.


"Di sana," Anugrah menunjuk ruang tengah.


Keduanya lantas duduk di sana, di sofa ruang tengah. Keanu dengan telaten menyuapi istrinya sembari menyuapi dirinya sendiri.


"Oh, ya?! Bukannya harusnya minggu depan ya," Keanu mengingat-ingat jadwal periksa Anugrah.


"Kita, nurut aja lah," bujuk Anugrah agar suaminya tak merasa aneh.


"Ya sudah, ayok." Ajak Keanu, ia memang paling antusias untuk memeriksa kehamilan Anugrah.


"Ganti, baju dulu," Anugrah juga beranjak dari duduknya.


...----------------...


Bidan Nisyana Elvira Amd. Keb


Mereka berdua sampai di tempat praktek Bidan Yana, karena sedang tidak ada pasien Mereka berdua lantas masuk.


"Gimana, Mbak Anugrah? Masih mulesnya?!" Tanya Bu Bidan Yana langsung begitu melihat Anugrah dan suaminya masuk.

__ADS_1


"Masih, bu," jawab Anugrah.


"Kamu, sudah mules, Dek?!" Keanu terkejut.


"Walah, suaminya nggak di kasih tahu, saya keceplosan ni," seloroh Bu Bidan.


Anugrah mengangguk dan tersenyum, "takut konpal, Mas jadi nggak aku kasih tahu," kilahnya.


Keanu mengangguk, ya dia juga suka ikut kelas ibu hamil, jadi ia sedikit tahu tentang apa itu kontraksi dan kontraksi palsu.


"Kita periksa dalam dulu ya, Mbak Anugrah atau Vaginal Toucher bahasa medisnya," jelas Bu Bidan selanjutnya. Lalu mengajak Anugrah untuk berbaring dan membuka ce la na.


"Tahan, sedikit ya mba, relax aja ya, biar nggak sakit." Terang Bu Bidan lagi. Anugrah benar-benar menurut. Ia diam dan menuruti apa yang di katakan bu Bidan.


Anugrah sedikit meringis saat merasakan jari Bu bidan masuk, rasanya tak seperti saat ... Keanu yang melakukannya, hihi sempat-sempatnya Anugrah memikirkan itu.


"Wah, sudah pembukaan 3, kira-kira lahirnya nanti setelah Ashar. Mbak Anugrah masih bisa jalan-jalan untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi, makan yang banyak jangan lupa ya, biar tenaga nya banyak." Ujar bu bidan yang sudah selesai dan tengah membuang sarung tangan ke tempat sampah.


"Jadi, gimana Bu bidan?!" Tanya Keanu penasaran. Sembari membantu Anugrah turun dari ranjang.


"Bisa pulang dulu, Mas, Mbak. Nanti kalau sudah teratur sekali mulasnya juga sudah keluar len dir berserta da rah boleh langsung ke Puskesmas. Kalau ke sana nanti kabarin saya ya, biar saya dampingi. Jangan lupa sekalian bawa perlengkapannya, sudah menyiapkan 'kan ya?" Ujar Bu bidan lagi.


Keanu mengangguk, karena memang sudah menyiapkan segala keperluan, dari keperluan baby, ibu, dan surat-surat penting jika terjadi sesuatu agar memudahkan untuk rujukan.


Akhirnya dua Anu pun pulang. Keanu langsung memberi tahu kepada Ibu dan Mamak mereka tentu tak mau di salah-salah kan jika tak memberitahu.


"Apa, yang kamu rasakan, Dek?!" Keanu sudah duduk di samping Anugrah di ruang tamu.


Anugrah tersenyum, "kamu nggak boleh panik Mas, aku yakin aku bisa. Kalau Mas panik, aku jadi takut." Kata Anugrah dengan netra yang berkaca-kaca.


Keanu memeluk istrinya, "maafkan segala salah-salah ku ya ... Sayang," ucapnya sembari mencium puncak kepala istrinya.


"Aku, yang minta Maaf Mas," ucap Anugrah, Keanu langsung menggeleng.


Keanu lantas mengurai pelukan dan menatap wajah istrinya, terlihat semakin pucat saja menurut Keanu.


Lalau Keanu beralih ke perut istrinya, "Sayang ... jangan menyulitkan Bunda ya, jadi anak yang baik ok, jangan buat bunda merasakan sakit, kuatkan bunda juga ya ...," Keanu lantas mencium perut Anugrah.


Jujur saja ia kini tengah merasakan takut, takut hal-hal yang tidak-tidak sampai terjadi. Mengingat bagiamana perjuangan seorang ibu melahirkan anak ke dunia yang begitu membuatnya ngeri. Karena tak jarang ia melihat proses persalinan, melihat keringat dan teriakan yang di lakukan seorang wanita saat melahirkan dan itu semua membuatnya meyakini kalau semua itu perjuangan yang luar biasa.

__ADS_1


......................


Jika ada yang salah di atas bisa kasih koreksi, itu pengalaman pribadi saat periksa ya, πŸ˜… Saat bercakap-cakap dengan bu bidan juga. Jadi siap-siap kita sambut anak pertama dua Anu, jangan lupa kalau mau nengok kasih bingkisan jangan tangan kosong πŸ™„πŸ€£ Maksain!!!


__ADS_2