
"Makasih, ya Bunda ... sudah mau berjuang untuk Giska," kecupan lembut dan hangat mendarat di kening Anugrah. Membuatnya memejamkan mata menikmati kecupan lembut itu.
"Sama-sama, Ayah. Makasih juga selama ini sudah menjaga Bunda sama Lika," ucap Anugrah.
"Ck, panggil Giska aja Bunda, kenapa harus Lika?!" Gerutu Keanu yang kini sudah duduk di sebelah Anugrah. Anugrah tengah memberi makan anaknya dengan cara memangku nya.
"Kenapa? Lika 'kan juga namanya." Anugrah tersenyum menatap wajah suaminya yang semakin hari semakin tampan saja menurutnya.
"Nama Lika 'kan sudah banyak, jadi Ayah mau panggil anak kesayangan Ayah dengan nama Giska." Ujar Keanu.
"Memangnya Ayah mau Lika saja sudah, tidak mau nambah?!" Tanya Anugrah.
Keanu menggeleng, "kalau bisa di cegah, Bund. Sudahlah satu saja, Ayah nggak mau ngelihat Bunda sakit seperti kemarin lagi." Ujar Keanu menerawang, mengingat kesakitan Anugrah kemarin langsung membuat Keanu takut, dalam hatinya sudah cukup Alika Giska Anugrah saja. Tak mau menambah.
"Tapi, sakitnya langsung hilang kok Yah, setelah mendengar tangisan Lika."
"Iya, tapi aku nggak mau." Ujar Keanu.
"Iya, 'kan Giska nya Ayah?! Biar kasih sayang Ayah untuk Giska saja ya ...," Keanu berbicara pada anak perempuan nya, yang bahkan Giska nya itu sama sekali tak perduli, masih tetap sibuk menyesap sumber makanannya.
...----------------...
Kebahagiaan dua Anu sudah lengkap dengan hadirnya sang malaikat kecil Alika Giska Anugrah.
Kebahagiaan keduanya menular ke dua keluarga, semua kerabat jauh datang untuk melihat dan memberi sedikit hadiah untuk cucu pertama dari Bapak Runo dan Ibu Ranti. Keluarga dari Jogja termasuk Zidan dan sang kekasih Nadia pun datang. Begitu juga Rekan guru di Sekolah tempat Keanu mengajar termasuk Bu Desi yang kini sudah layaknya teman dengan Anugrah.
Lalu, Mbak Fitri, Mbak Ningsih, serta Siti pun turut memberikan selamat pada Anugrah. Akhirnya yang mereka tunggu-tunggu hadir ke dunia.
Bahkan Reno pun langsung minta izin untuk pulang pada Bos nya begitu mengetahui Sahabatnya sudah melahirkan.
Begitu juga Cintia yang pulang lagi setelah tahu kalau Anugrah sudah melahirkan.
Anugrah begitu bahagia, melihat orang-orang bahagia dengan hadirnya Alika ke hadapan mereka semua. Lebih bahagia saat melihat raut bahagia di dua pasang orang tua yang begitu baik padanya.
Ah ... satu lagi, ia bahagia mendapat suami yang begitu baik, terlepas dari apa yang pernah Keanu buat. Ia tak perduli, yang Anugrah pedulikan sekarang adalah, Keanu yang menyayangi nya juga Alika-anak-mereka.
__ADS_1
Setelah ini ia sangat berharap kebahagiaan ini akan selamanya abadi.
...----------------...
Dua tangan merayap dari arah belakang, memeluk tubuhnya dengan erat dan hangat. Anugrah segera mengusap pipi orang yang tengah memeluknya dan menyadarkan dagunya di atas pundaknya.
"Lihatin apa sih?!" Tanya Keanu di telinga istrinya.
"Lagi, lihatin Lika. Tidur nya nyenyak banget, bikin gemes." Jawab Anugrah.
Ya, dirinya memang tengah melihat anaknya yang begitu menggemaskan, sudah lima puluh hari dan berat badannya sudah semakin berisi. Membuat siapa saja yang melihatnya gemas ingin menciumnya.
"Ayah nya nggak di lihatin," ucap Keanu masih erat memeluk istrinya.
Setalah lima puluh hari, barulah dua Anu bisa berpelukan dengan bebas. Karena kini ibu dan mamak sudah tidur di rumah masing-masing, tak lagi tidur di rumah Dua Anu.
Paling-paling pagi setelah Keanu berangkat barulah, Mamak dan Ibu yang sudah jarang ke Toko itu datang. Menemani Anugrah dan Alika cucu mereka.
Anugrah melepas lingkaran tangan Keanu dan membalik badan nya menghadap suami nya itu. Menangkup pipi Keanu dengan dua telapak tangannya, memandang penuh rasa. Rasa yang sudah lama ia rindukan.
"Ayahnya Giska, mau apa?!" Tanya Anugrah mengedipkan sebelah matanya.
Dalam hatinya, akhirnya setelah hampir dua bulan ia bisa kembali menyatukan dua Anu.
"Tapi, pelan-pelan ya Yah ... aku masih agak takut," ucap Anugrah.
"Siap, Sayang."
Perlahan dua wajah yang sudah lama tak menyatu itu akhirnya bersatu, meneguk hangatnya kelembutan, menikmati indahnya kebahagiaan.
Terbawa angin dan terbang ke langit, melebur bersama di atas hamparan awan yang begitu lembut dan memukau, lalu turun bersama melewati perosotan pelangi. Jatuh ke dalam lubang kebahagiaan yang membuat keduanya lupa kalau ada yang tengah bermain sendirian di dalam boks nya.
Membuat dua Anu yang masih bersama dalam keadaan polos di dalam selimut itu terkikik, lupa kalau sudah ada putri kecil. Putri kecil sumber bahagia keduanya. Bayi yang akan memasuki usia dua bulan itu mengeluarkan suara, menandakan kalau dirinya tengah bangun.
Anugrah merasakan kembali kecupan hangat di keningnya, membuatnya mendorong pelan wajah suaminya itu. Ia ingin segera membersihkan badan dan menghampiri putrinya itu. Tapi Keanu menahannya, "I Love You, Bunda Anugrah ...,"
__ADS_1
Anugrah tersenyum lebar menatap netra indah sang suami, "I Love You Too, Ayah Kean, Ayahnya Giska."
...----------------...
Dalam keadaan yang sudah bersih, Keanu dan Anugrah membawa Alika ke atas ranjang dengan mereka yang duduk di sebelah Alika yang tengah bermain. Kakinya mendendang-nendang ke udara, tangan yang terkepal pun sama meninju udara membuat Dua Anu yang tengah menemani Alika tertawa karena gemas melihat tingkah lucu anak mereka.
Apalagi saat mulut mungil itu mengeluarkan suara. Kebahagiaan kedua Anu semakin lengkap saja rasanya.
Keanu memandang mata Anugrah dan mata anaknya, sama. Sama-sama membuatnya terpukau.
"Apa, sih Yah?! lihat nya gitu banget," ucap Anugrah saat menyadari suaminya tengah melihatnya lalu menunduk melihat putrinya dan begitu lagi.
"Aku baru sadar Bund, kalau mata kalian sama."
"Ya, jelas sama, Ayah. 'Kan Alika anak aku," ucap Anugrah.
"Iya, sama-sama membuatku tak bisa berpaling." Ujar Keanu dengan senyum yang begitu lebar.
Anugrah hanya menggeleng tak mengerti.
Keanu lantas merangkul istrinya lalu mencium pipi istrinya itu dengan gemas.
"Hmmm, love you, love you, love you ...," Keanu gemas mencium pipi istrinya sampai Anugrah terjungkal ke samping.
"Maaaassss, iiihhh!!!" Anugrah berusaha menyingkirkan suaminya dari atas tubuhnya.
"Eheeekk, eheeekkkk ...." Suara Alika menangis saat melihat Bundanya terjungkal dengan Ayahnya yang menindih nya.
Membuat Dua Anu saling tatap dan tertawa.
-End-
Beneran yah teman-teman ... terimakasih banyak sudah menemani Dua Anu sampai akhir walaupun akhirnya nggak jelas wkwk. Maapkan ya, maklum masih amatiran. π€
Semoga kalian sehat selalu ya teman-teman, semoga selalu dalam lindungan Tuhan. Dan selalu bahagia, seperti dua Anu yang sudah menemukan kebahagiaannya.
__ADS_1
Terimakasih banyak-banyak aku ucapakan untuk semuanya, π terimakasih banget pokoknya, kalau kalian nggak mampir di karya recehan ini apalah arti nya aku... π€§π€§
Salam sayang dari otor remahan biskuit π₯° muuaaah πππ