
Seluruh tamu yang berjumlah sembilan orang termasuk Kepala sekolah berada dalam satu ruang tamu. Para guru perempuan yang ada empat orang itu duduk di bawah, setelah sudah di pasang karpet bulu oleh Anugrah. Sedang di sofa di pakai duduk para lelaki termasuk bapak mertuanya.
Keanu tengah di kamar mandi, cuci muka.
Anugrah keluar dari ruang dapur dengan setumpuk piring dan nasi, menaruhnya di atas meja.
"Loh, Mbak Anugrah kok malah repot," ucap Bu Elis. Ibu-ibu cantik yang mengenalkan dirinya sebagai Elis-wali kelas enam.
"Tidak, repot bu, sebentar ya," Anugrah beranjak lagi dari sana kembali ke belakang mengambil lauk. Lauk yang ia masak subuh-subuh yang ternyata tidak di makan suaminya karena di suruh makan yang lembek-lembek.
"Kita, ini mau jenguk Kean loh, Mbak. Malah di suruh makan," ucap Pak Banu, kata bapak beliaulah kepala sekolah nya.
"Jenguk nya sudah, walaupun yang di jenguk nggak keluar-keluar," ucap Anugrah. "Sekarang tinggal makan, ayo silakan pak, bu. Adanya seperti ini, tidak punya makanan yang enak, kalau nggak di makan berarti nolak rezeki loh," ucapnya dengan senyum terkembang.
Bapak Runo mengajak para rekan nya untuk makan, menghargai usaha Anugrah yang susah payah menjamu kedatangan mereka.
Keanu akhirnya keluar dari kamar mandi, langsung duduk di ruang tamu di bawah, di samping istrinya.
Dengan senang para rekan Keanu makan masakan Anugrah, bahkan Bu Budiarti sampai nambah begitu juga dengan Pak Runo. Bahkan Pak Runo dengan bangga memuji masakan menantunya itu.
Setelah semuanya selesai makan, Anugrah mengangkat piring-piring kotor dan membawanya ke belakang. Saat dirinya akan berbalik ke depan ternyata ada yang tengah membantunya membawa piring bekas lauk.
"Ini, di taruh di mana Mbak?" Tanya perempuan yang tadi di perkenalkan oleh bapak, kalau nggak salah namanya Desi.
Anugrah menunjuk meja makan, "di sini saja nanti saya bereskan."
Anugrah kembali ke depan dan mengambil sisa wadah kotor dan membawa nya ke dalam. Ia mengernyit kan dahi heran saat ternyata bu Desi itu masih di sana. Tengah mere mas- re mas jari tangan nya.
"Kenapa? Ada yang bisa di bantu?" Tanya Anugrah pelan. Menaruh wadah di meja dan menatap perempuan yang ia tahu kalau dia lah yang berhasil membuat suaminya khilaf.
Sebenarnya bukan tidak tahu, hanya saja ia sudah mengikhlaskan toh sekarang suaminya sudah kembali padanya.
Perempuan yang terlihat masih muda itu menggenggam tangan Anugrah. Anugrah membiarkan apa yang akan di lakukan oleh Desi.
"Mbak, aku minta maaf," ucap Desi dengan mata penuh kaca.
__ADS_1
Anugrah mengangguk, "iya."
Desi terdiam saat melihat ekspresi Anugrah yang biasa saja. Bahkan menerima maafnya dengan se gampang ini.
"Gimana Yan, udah sembuh betul?"
"Alhamdulillah, pak,"
"Syukurlah, dari kemarin nggak ada kabar tahu-tahunya sakit."
"Yan, bojomu pinter masak ya?"
"Allhamdulillah pak, istriku pintar apa saja,"
keseruan obrolan di ruang tamu terdengar sampai ke ruang makan, sedangkan di ruang makan dua wanita beda usia tengah saling diam.
Anugrah lantas mengajak Desi untuk duduk di kursi makan, mungkin Desi ingin bicara, pikir Anugrah.
Setelah duduk, Desi kembali menatap Anugrah.
"Kita berdua sebenarnya hanya saling merasa nyaman untuk cerita, jujur saja mungkin awalnya saya jatuh hati karena paras Mas Kean yang begitu tampan, tapi setelah lama dekat saya mulai menyadari kalau Mas Kean tidak akan mudah untuk berpaling Mbak, karena selama sama saya pun masih selalu membicarakan Mbak Anugrah, entah rasa kesalnya ataupun rasa sukanya. Sebenarnya yang selalu mengirim pesan terlebih dahulu selalu saya Mbak, mungkin jika saya tidak pernah mengirim pesan atau telpon-telpon, Mas Kean tidak mungkin ...." Desi tak melanjutkan ucapannya yang menurut Anugrah terlalu belibet. Tidak jelas.
Mungkin sebenarnya Desi ingin mengatakan kalau dirinya lah yang mengganggu suaminya.
"Sudah, tidak usah di lanjutkan. Saya sudah tahu kok!" Ujar Anugrah.
"Sekarang kamu balik ke depan, dan biasa saja. Saya tidak apa-apa," tanpa aba-aba Anugrah malah memeluk Desi, gadis cantik yang badannya lebih berisi dari Anugrah.
...----------------...
Anugrah tengah mencuci piring dan gelas kotor saat ia merasakan dua tangan yang melingkar di perutnya, memeluk erat dan seseorang menyandarkan kepalanya di ceruk lehernya yang tertutup jilbab.
"Mas, aku lagi nyuci loh!" Ujar nya kesal.
"Kamu, keren," ucap Keanu.
__ADS_1
"Udah sembuh kamu, udah di jenguk in guru bahas Inggris?!" Kesal Anugrah.
Keanu malah mempererat pelukannya di tubuh mungil sang istri, tak menjawab apapun. Membiarkan Anugrah mencuci piring dan gelas sampai selesai.
Kini keduanya sudah berada di ruang tengah. Keanu menidurkan kepalanya di paha sang istri. Anugrah menatap layar televisi yang tengah menayangkan berita artis terkini.
"Reygan. Artis yang belum lama ini membintangi beberapa film terbaik, kini kembali membintangi film bergenre horor yang di sutradarai oleh .... dan lawan main nya kali ini adalah Stella yang merupakan artis muda penuh bakat," begitu yang keluar dari speaker televisi.
Anugrah menatapnya dengan serius.
Keanu yang kepala nya ada di pangkuannya pun menoleh sebentar, sebelum kembali menghadap ke tubuh sang istri tepat di depan perut rata istrinya. Mengusap dan mencium, lalu menenggelamkan wajahnya di sana.
"Ih, Mas! Geli ih!" Gerutu Anugrah.
"Dek," panggil Keanu.
"Hmm," jawab Anugrah yang masih fokus melihat layar televisi.
"Maaf ya, gara-gara aku__"
"Tadi ceweknya, sekarang cowoknya!" Ujar Anugrah memotong ucapan Keanu.
Keanu yang mendengar itu lantas duduk, Anugrah menoleh ke arahnya.
"Kenapa langsung duduk?! Heran, kalau mantan selingkuhan mu minta maaf?!"
Mungkin di depan orang Anugrah biasa saja, tapi ternyata di depan Keanu ia tak bisa menyembunyikan rasa kesal juga cemburu nya.
Keanu diam, tak berkutik. Yang jelas ia merasa begitu bangga pada istrinya karena bisa menguasai dirinya di saat hatinya kesal setengah mati.
Keanu tersenyum, dengan gerakan pelan ia sudah mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya. Anugrah yang tak ada persiapan jelas kaget dengan serangan mendadak itu. Tapi Keanu mampu membuatnya turut menikmati kehangatan itu, membuat matanya terpejam dan menerima dengan baik sentuhan lembut suaminya. Karena jujur saja ia pun merindukan sentuhan ini.
Setelah sama-sama kehabisan nafas, Keanu menjauhkan wajahnya dari wajah Istrinya. Membuat Anugrah memukul keras lengan suaminya itu. "Mas! Ih!" Gerutunya.
Keanu tersenyum puas melihat istrinya dengan wajah merahnya. Dengan gemas ia lantas memeluk tubuh Anugrah menenggelamkan wajah ayu istrinya di dadanya, mencium lama puncak kepala istrinya yang sudah tak berjilbab. Menikmati aroma shampo favorit istrinya yang menguar ke indra penciumannya. Menghirup dalam-dalam wangi itu, lantas mengelus helaian rambut hitam legam istrinya.
__ADS_1