Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Kedai Istimewa


__ADS_3

Semua berjalan seperti sebelumnya, Keanu kembali ke Sekolah setelah tiga hari izin karena walaupun sudah minum obat rasa lemas dan aneh masih menjalar di tubuhnya. Sekalian kan menikmati hari-hari bareng istri. Cari kesempatan.


Anugrah pun sudah kembali ke Toko, membantu Mbak Ningsih.


Mamak-bapak, ibu-bapak pun kemarin menjenguk Keanu dan semua sudah kembali. Kebahagiaan dalam keluarga sudah hadir kembali.


Anugrah yang sudah mengikhlaskan untuk memberi kesempatan mencoba menjalani hari seperti sebelum 'kemarin'.


Seperti hari ini ia tengah duduk di Toko, mencatat semua barang-barang yang sudah menipis. Maklum di tinggal istirahat selama dua Minggu, ini saja sudah di tambah stok oleh Ibu Ranti. Baik sekali bukan ibu mertuanya?!


Ponselnya bergetar, menandakan ada pesan masuk. Anugrah berhenti sejenak dari kesibukannya, dan membuka ponsel yang sudah dari tadi wara-wiri bergetar.


Suami : Dek, lagi apa? Nanti aku langsung ke Toko ya


Suami : Jangan makan siang dulu, nanti kita makan siang di kedai yang punya temen yang baru buka.


Suami : Sibuk sekali kah dirimu, pesan dari suami tidak di baca๐Ÿ˜”


"Huh ...!" Anugrah mengembuskan nafas kasar, entah kenapa sekarang suaminya jadi lebay seperti itu.


Demi untuk membagi waktu antara kerja dan suami ia membalas pesan dari suaminya itu.


Anugrah : Iya Bos! di tunggu!


Anugrah : Lagi banyak yang harus di catat maap๐Ÿ™


Pesan terkirim.


Anugrah kembali ke buku besar yang ada di depannya. Sedangkan Mbak Ningsih tengah membungkus beberapa barang dagangannya yang akan ia kirim ke pelanggan nya yang ada di luar desa bahkan luar kabupaten.


...----------------...


Baru saja adzan Dzuhur berkumandang tapi sosok yang tadi menjanjikan akan mengajak Anugrah makan siang sudah muncul dengan senyum yang merekah sempurna.


"Assalamu'alaikum, ya Zaujati ...," sapa Keanu begitu ia masuk.


"Wa'alaikumsallam, ya Zauji," jawab Anugrah.


"Ekhm ... anggap saja aku ini nyamuk, ngiiiiiing ngiiiiing ngiiiiiing!" Ujar Mbak Ningsih.


"Haha, maaf Mbak dari pertama masuk yang saya lihat hanya my wife." Tambah Keanu yang semakin membuat Anugrah dan Mbak Ningsih geleng-geleng kepala.


Keanu mendekat ke arah Anugrah yang masih duduk di kursi dengan buku besar di hadapannya.


"Belum selesai?" Tanya Keanu sembari menyodorkan tangan agar istrinya salim.


"Udah, baru selesai." Jawab Anugrah sembari menyalami tangan suaminya dengan takzim.


"Mau jalan sekarang?!" Tanya Keanu.


"Ya enggak sekarang, Mbak Ningsih belum isoma, nanti kalau Mbak Ningsih udah selesai." Ujar Anugrah.


"Mau pergi, ya Nu?" Tanya Mbak Ningsih yang tidak sengaja mendengar obrolan dua Anu.


Dua Anu menoleh ke arah mbak Ningsih yang berada tak jauh dari mereka.


"Kalau mau pergi, nggak papa. Nanti salat dan makan di sini saja," sambung Mbak Ningsih.

__ADS_1


"Wihh ... pengertian sekali Mbak Ningsih, nanti tak kasih bonus Mbak biar seneng," ucap Keanu dengan senyum lebar.


"Wah, Alhamdulillah. Bener ya Yan?!" Ujar Mbak Ningsih kegirangan.


"Iya, Mbak tenang saja."


"Ayo, Zaujati salat di masjid lanjut pergi," ajak Keanu mengulurkan tangan agar sang istri menerima uluran tangan nya.


Anugrah berdiri, mengambil tas, memasukan ponsel dan pergi, "tinggal dulu ya Mbak Ning."


"Iya, happy -happy Nu."


...----------------...


Setelah salat di Masjid kedua Anu kini berjalan menuju parkiran.


"Nggak mau ajak Ibu?!" Tanya Anugrah yang berjalan di belakang Keanu.


Keanu menoleh sembari menaikan sebelah ujung bibirnya, "ya mosok mau kencan berdua ajak ibu?!"


Anugrah tersenyum, "biar aku ada yang jagain."


Keanu tak menjawab lagi ia tetap berjalan, tak perduli pada ocehan sang istri yang selalu menyebalkan. Bagaimana tidak menyebalkan kalau katanya sudah memaafkan tapi nyatanya setiap menit masih saja di ungkit. Dasar Istri batin Keanu.


"Pakai motor aku?!" Anugrah kembali bertanya begitu keduanya sampai di tempat parkir.


"Iya lah, 'kan aku ke sini numpang sama Bapak." Jawab Keanu.


"Ish, pada mau ke mana nih siang-siang bolong gini?!" Kang Yono-kang-parkir menghampiri.


"Pulang dulu, mau makan," jawab Anugrah sebelum suaminya keburu ngomong yang aneh-aneh.


Anugrah merogoh tas, mengambil uang dan kunci.


...----------------...


Sebentar saja keduanya sudah berada di jalan besar.


Anugrah duduk memeluk sang suami.


Tanpa bertanya akan di ajak makan di mana, Anugrah menurut saja.


Paling-paling sesekali ia hanya melihat-lihat sekitar, seperti saat ia melewati hamparan sawah yang begitu luas, juga jembatan yang di bawahnya adalah sungai yang besar, juga melewati kebun pinus yang panjang juga tanjakan yang wow membuat Anugrah semakin merapatkan pelukannya pada sang suami. Karena selain takut, selama melewati hutan pinus juga terasa sangat dingin.


Keanu memberhentikan motornya, Anugrah melihat sekeliling. "Di mana tempatnya? Nggak ada tempat makan!"


"Hehe, ini hutan Sayang ... mana ada tempat makan," ucap Keanu.


"Ish! Terus kenapa berhenti!" Anugrah menepuk pundak suaminya.


"Capek, Sayang!"


"Emang masih jauh?!" Tanya Anugrah kesal. "Kalau masih jauh kenapa ke sana? Mending ke ABC (Ayam Bakar Cinta)."


"Kamu bakalan suka banget sama kenyamanan di sana Dek, tempatnya cozy banget."


"Ayo, kita lanjutkan perjalanan, kamu jangan tidur, kita akan melewati permadani hijau yang menyegarkan mata." Ujar Keanu sembari menstater motornya kembali dan wusss jalan lagi.

__ADS_1


Benar kata Keanu, setiap yang mereka lewati begitu indah. Hamparan sawah yang benar-benar luas, dan menyegarkan mata, walaupun tidak hijau juga karena sudah memasuki musim panen, tapi sungguh ini luar biasa karena warnanya yang kuning di tambah langit yang tengah cerah berwarna biru muda begitu indah di pandang mata. Karya Tuhan yang begitu luar biasa.


Setelah melewati hamparan sawah yang begitu luas kini mereka melewati rumah-rumah yang tidak terlalu berdekatan, seperti rumah di desa pada umumnya.


Hingga akhirnya Keanu membelokan motornya dan memberhentikan nya di tempat yang isinya deretan motor dan beberapa mobil.


Anugrah menegakan duduknya dan menoleh ke belakang, sebuah tempat yang indah dengan bertuliskan 'Kedai Istimewa'.


Anugrah turun dan memberikan helm nya pada suami, membenarkan jilbab dan mengibaskan bagian bawah baju nya.


"Udah cantik," ucap Keanu. "Ayo," Keanu menggandeng tangan istrinya.


Memasuki area kedai yang benar-benar istimewa, "ini sih lebih kayak restoran di Kota ya Mas, padahal tempat nya di Desa." Ujar Anugrah saat masuk.


"Kamu mau duduk di mana?" Tanya Keanu.


"Terserah," tempatnya terlihat penuh, jadi Anugrah bingung mau milih di mana.


Keanu menggandeng istrinya melewati beberapa meja hingga ke bagian paling belakang, menuruni tangga dan yah ... tempatnya lebih nyaman karena langsung menghadap sawah.


Di sana ada beberapa meja yang yang di khususkan untuk dua kursi saja, langsung menghadap ke sawah yang walaupun di luar terik tapi saat duduk di sana rasanya sejuk karena semilir angin, di tambah lagi beberapa pohon yang sengaja di buat untuk menaungi atap Kedai, benar-benar tempat yang nyaman.


Keanu memilih meja yang yang ada di tengah, agar bisa menikmati pemandangan secara penuh. Mempersilakan sang istri duduk setelah nya baru dirinya.


"Indah banget, ya ... di lihat dari sini," ucap Anugrah dengan mata berbinar bahagia, saat di depannya ia bisa melihat hamparan sawah juga hutan yang seperti sebuah gunung namun juga terdapat beberapa rumah yang terlihat kecil jika di lihat dari tempat Anugrah duduk.


"Iya, dong! Kamu mau pesan apa?" Tanya Keanu.


"Terserah kamu," Anugrah masih terkagum-kagum memandangi pemandangan yang indah di depan nya.


"Itu, rumah apa?!" Anugrah rupanya masih penasaran.


Keanu membalik badannya melihat ke arah di mana istrinya melihat, "oh itu Desa Sayang ...," jawab Keanu.


Anugrah mengangguk.


Setelah memilih menu dan memesan Keanu memindahkan kursinya ke samping Anugrah, agar dapat sama-sama memandang ke arah yang sama. Pemadandangan yang indah, seindah harapan nya dengan istrinya. Semoga setelah ini hanya ada keindahan saja, jangan sampai godaan-godaan seperti kemarin kembali muncul.


Sembari menunggu pesanan datang, Keanu menggenggam tangan Anugrah dan menciumnya. Membuat Anugrah menoleh, dan seketika mereka berdua ada dalam satu pandangan yang sama. Tersenyum dan mengangguk seolah tahu keinginan masing-masing, yang jelas satu keinginan yang sama. Menuju kebahagian yang mereka impikan.


.


.


.


.


-End-


.


.


.


.

__ADS_1


Tapi bohong ๐Ÿคญ๐Ÿ˜‚


__ADS_2