
Anugrah menepuk paha Yuni yang tengah memejamkan matanya karena lelah, yang otomatis langsung terkejut dan membenarkan duduknya sembari membenarkan jilbab nya yang sudah maju menutupi wajah.
Anugrah terkekeh melihat sahabatnya kaget, alih-alih minta maaf ini Anugrah malah terlihat bahagia di atas kelelahan Yuni.
"Ish! Wong lagi capek malah di kagetin. Mbok di beliin es gitu loh, Nu ... biar semangat." Ujar Yuni kesal.
"Yunita sing ayu banget, wis sore, jam lima. Tukang es dawet wis pada balik ke rumah masing-masing. Balik dulu sana, mandi terus ganti baju. Abis magrib ke sini lagi." Perintah Anugrah.
Yuni hanya mengangguk. Memang seperti itu, biasanya kalau waktu menjelang Maghrib sudah tidak ada orang yang kondangan. Paling hanya segelintir saja. Anugrah melihat Yuni kasihan, sudah begitu terlihat lusuh. Padahal tadi pagi Yuni datang dengan wajah cantik dan badan yang wangi. Jangan lupakan jilbab yang di pasang bross kanan kiri, kalau sekarang entah sudah kemana bross nya. Maklum saking lelahnya, mengambil nasi dan sayur ke belakang bolak-balik sampai tak lagi memikirkan bross yang tadi pagi ia pasang.
__ADS_1
***
Setelah tadi pagi di lakukan siraman yang penuh haru, dan siang nya menyambut tamu undangan kini malam midodareni, di mana calon mempelai pria datang menghantarkan hantaran atau serah-serahan ke calon mempelai wanita. Dalam prosesi acara ini, hanya keluarga dua Anu saja yang bertemu, walaupun Keanu datang namun ia tidak di perbolehkan untuk melihat apalagi bertemu dengan Anugrah.
Yuni yang bertemu Keanu di depan sudah bolak-balik memanasi agar Anugrah penasaran.
"Wis potong rambut, Nu ... ganteng banget, aku keluar ya ... pengin ngobrol bentar nemenin Reno." Kata Yuni yang baru saja masuk ke kamar Anugrah.
Siapa yang tidak kesal, terakhir bertemu Keanu waktu ia membereskan dagangannya dan menaruhnya di Toko Keanu. Dan setelah itu keduanya sibuk sampai kini, bahkan setiap hari hanya bertukar kabar sebentar-sebentar tak pernah lagi ngobrol lama yang membuat kedua orang itu senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
Sama halnya dengan Anugrah, Keanu pun sama memendam rindu ingin segera bertemu. Walau hanya tinggal hitungan jam saja sampai besok. Tapi percayalah Keanu sudah begitu tidak sabar. Selain tidak sabar karena rindu, ia juga tengah deg-degan tidak karuan. Perasaannya campur aduk, ingin segera besok dan berdoa semoga besok lancar tanpa halangan.
Selagi duduk kepalanya menoleh ke sana ke mari, mencari sosok yang dirindukan. Walaupun sudah di pastikan kalau tidak akan bertemu, seenggaknya di bisa melihat bayangannya. Tapi sayang, dari banyaknya orang yang duduk di sana, tak terlihat sama sekali.
Ia hanya dapat mengorek informasi bagaimana sang calon istrinya sekarang lewat chat, dan lewat Yuni yang selalu menceritakan segalanya pada Reno, dan Reno sampai ke Keanu.
Setelah acara selesai, Keanu dan semua yang ikut datang ke rumah Anugrah pun pulang.
Selain karena besok akan menghadapi sang calon Ayah mertua, ia juga deg-degan tak karuan. Walaupun di hadapan teman-temannya terlihat biasa saja, sejujurnya Keanu hanya tengah mengalihkan perasaan campur aduk nya.
__ADS_1
Menghafal kalimat panjang sudah bolak-balik ia hafalkan. Bahkan sudah begitu hafal, namun entahlah ia merasa takut kalau-kalau sampai keceletot dan salah ucap.
Dalam hatinya, semoga besok lancar tanpa hambatan.