Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Anugrah Galau


__ADS_3

Tiga perempuan yang sama-sama berprofesi jadi pedagang itu duduk berhadapan menikmati beberapa jajanan pasar. Anugrah membeli klepon, Mbak Fitri membeli kue cucur, lanjut Siti beli getuk lindri.


Menikmati makanan, dengan berbagi itu nikmat.


"koe kayak udah nggak musuhan lagi sama Kean Nu?" Tanya Mbak Fitri. Tangannya mengambil klepon dengan tusuk lidi.


"He-em aku sama si Anu wis batiran." Mulutnya penuh dengan cucur. Menjawabnya pun dengan di barengi anggukan kepala.


(Wis batiran : sudah berteman.)


"Pacaran ya Nu?" Tanya Siti kemudian.


"Ora ih, batiran. Serius" jawabnya dengan mengangkat dua jari nya membentuk huruf V.


"Mumpung masih muda lagi Nu, pacaran boleh saja. Asal tahu batasan. Ya kan Ti?" Ujar Mbak Fitri.


"Nggak ah mbak, aku maunya sendirian aja. Terus nanti tiba-tiba nikah hihi biar surprise."


"Ta'aruf ya Nu," ucap Siti.


Anugrah hanya mengangguk ria, tak lama setelahnya mereka kembali duduk di tempat masing-masing.


Anugrah memosting story di aplikasi pesan nya.



Biasanya setelah postingan di lihat banyak dari pelanggan Mamak langsung memesannya.


Dan benar saja, ponsel nya langsung ramai.


[Nu aku mau, ya 3 kaya biasa 😉] pesan dari Keanu.


[Sekolah, hpean mulu pantesan ora lulus² 😁] balas Anugrah.


Dan masih banyak pesan dari yang lainnya.


Ia lalu menelpon Mamaknya, siapa saja yang memesan rujak kepadanya. Dan yang agak jauh ia yang mengantar memakai motor. Kalau dekat Mamak yang akan mengantarnya.


Siang waktu mendekati dzuhur Mamak kirim pesan kalau pesanan Bu Ranti sudah siap. Hari ini bu Ranti tidak ke Toko jadi Anugrah harus mengantarnya ke rumah.


Seperti biasa dagangan ia titipkan ke Siti.


Begitu sampai rumah ia langsung mengambil kantong kresek yang sudah di siapkan sama Mamaknya. Langsung cusss pergi lagi ke rumah Bu Ranti mengantarkan rujak.


Begitu sampai ia memakirkan motor di depan pagar, mendorong pagar lalu masuk. Pintu depan terlihat tidak tertutup, dan itu memudahkan Anugrah untuk memberi salam.


"Assalamu'alaikum, Bu rujak." Ucap nya agak sedikit berteriak.


"Wa'alaikumsallam, kene Nu mlebu." Jawab Bu Ranti dari dalam.


(Kene Nu mlebu : Sini Nu masuk)


Anugrah masuk, sampai di ruang tengah tapi sosok bu Ranti belum terlihat.

__ADS_1


"Ning dapur ki Nu.."


Anugrah berjalan kembali menuju dapur, ia di sambut senyum oleh bu Ranti yang sepertinya sedang sibuk. Tangan bu Ranti melambai menyuruh Anugrah mendekat.


"Lagi bikin Agar, Kean yang minta. Ada yang udah dingin juga, nanti kamu bawa ya..."


Anugrah meletakan rujaknya di meja dapur.


"Nggak usah bu, beneran."


"Rejeki nggak boleh di tolak Nu, kalau kamu nggak mau, buat Mamak."


Anugrah hanya membalasnya sembari tersenyum.


"Ni kamu aduk-aduk ya, Ibu mau ambil uang."


Anugrah mengambil alih spatula yang dipakai Ibu Ranti, lalu mengaduk air berwarna merah yang belum mendidih.


Ia menengok ke sana ke mari, memandangi dapur dan isinya. "Semakin mewah," ucapnya dalam hati.


"Udah mendidih Nu?"


Anugrah lalu menengok ke belakang di mana Bu Ranti mendekat dengan senyum yang merekah.


Anugrah hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Tuang sini Nu."


Lagi-lagi Anugrah menurut, menuangkannya pelan-pelan ke dalam wadah setelah sebelumnya mematikan kompor.


"Iya memang lebih enak bu, kalau pakai susu."


Setelah Bu Ranti memberikan uang dan agar yang sudah jadi Anugrah langsung pamit pulang.


Begitu keluar dan duduk di atas motornya, ia memandangi rumah bu Ranti lagi.


Dulu rumahnya tidak semewah itu, walaupun tetap diantara ber-lima, Keanu dan Cintia lah yang bisa dibilang orang lumayan ada. Tapi kini usaha Bu Ranti semakin sukses, jadi rumahnya pun semakin mewah mengikuti perkembangan jaman.


Matanya memandang, bibirnya tersenyum sinis. Bagaimana bisa bersanding jika kasta saja tak meridhoi nya. Sedikit sekali kemungkinan akan di restui bila Anugrah bersama Keanu.


Mendadak ia jadi aneh sendiri, padahal kini ia dan Keanu pun hanya berteman, apanya yang akan direstui. Toh selama ini Bu Ranti juga terlihat sangat baik. Kenapa harus memikirkan sampai jauh ke sana.


Anugrah menepuk jidatnya, dan berlalu dari sana dengan sepeda motornya.


••••••••


Malam yang dingin, sore tadi baru saja turun hujan yang sangat lebat di sertai angin dan gemuruh. Namun tak menyulutkan sangat Anugrah untuk ikut berjamaah sholat Maghrib di Mushola.


Jamaah nya sedikit, hanya beberapa. Bahkan tidak ada anak-anak yang mengaji. Jadi selesai sholat Maghrib Anugrah pulang, dan Isya di rumah.


Kini ia sedang duduk di ruang tamu bersama Mamak dan Bapak. Hujan yang sudah reda menyisakan hawa sejuk, dinginnya terasa menusuk tulang.


Di meja terdapat tiga gelas, dengan isi susu jahe untuk bapak dan mamak, sedang isi kopi tanpa ampas punya Anugrah. Tak lupa kue biji ketapang buatan mamak di toples kecil.

__ADS_1


"Mak," panggil Anugrah, kini dirinya duduk di kursi single menghadap tv.


"Hm," mamak masih serius melihat tayangan tv.


"Katanya kemaren ada yang mau sama Nugrah?" Tanyanya dengan pelan.


Bapak dan mamak sontak langsung menoleh.


"Nggak jadi katanya." Jawab Mamak yang langsung melengos lagi.


Bapak melihatnya tersenyum, merasa lucu. Mamak kesal sekali waktu Bapak cerita. Ternyata Aldi waktu itu hanya bercanda, dan nggak boleh menganggap serius.


Anugrah yang belum tahu hanya mengerutkan kening, "kok bisa?"


"Ya bisa, Nduk. Wong Aldi bercanda." Bapak yang menjawab. Tangan nya lalu mengambil gelas, dan menyeruputnya.


Entahlah dengan perasaan Anugrah, harusnya ia senang karena ternyata Aldi tidak menyukai, apa lagi memintanya pada orangtuanya.


Tapi ia juga bingung sekarang, ia harus punya seseorang yang bisa di ajak deket sama dia. Karena sebentar lagi Cintia pulang dan ia tidak mau ada drama-drama aneh yang terjadi.


•••••••


Keanu duduk menikmati rujak yang ia pesan di Anugrah. Kini rasanya enak, tanpa embel-embel pedas sekali, apalagi pedas banget.


Ia juga buru-buru bilang terimakasih ke Anugrah, karena rasanya sesuai keinginannya.


Bu Ranti sampai heran dengan anaknya yang memakan rujaknya dengan lahap, tanpa minum. Tidak seperti biasanya.


Sampai hujan tiba, saat ia ingin berangkat ke Mushola untuk Magrib jamaah, ia tak dibolehkan berangkat. Padahal ia sangat yakin kalau Anugrah pasti tetap berjamaah.


Ibu Ranti benar-benar tidak tahu masa muda, yang penuh asmara.


Padahal Keanu ingin melihat wajah Anugrah yang cantik berbalut mukena.


Hingga malam tiba ia mengirimkan beberapa pesan ke Anugrah, namun sayang tidak ada balasan.


Bahkan terkahir online waktu sore, waktu dirinya bilang terimakasih. Yang hanya di jawab dengan singkat padat dan jelas. "Sama²."


Keanu tidak tahu saja, kalau Anugrah sedang galau banyak yang di pikirkan.


Tidak seperti Keanu yang hanya memikirkan Anugrah.


............


***bersambung•


Assalamu'alaikum, semuanya...


Minal Aidin Wal Faizin Mohon maaf lahir bathin.


🙏🙏 selamat hari Raya Idul Fitri semuanya.


Maafkan segala salah salah saya nggih, takutnya ada tulisan yang membuat siapa saja tidak suka, ataupun komentar yang saya balas dengan kata yang tidak pas. Mohon di maafkan. 🥰

__ADS_1


Terimakasih***


__ADS_2