Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Kejutan Istimewa Part 1


__ADS_3

Setelah dari dokter, Anugrah langsung ke rumah Mamak, bersama Ibu Ranti tentunya. Kabar bahagia ini tentu ingin sekali mereka bagi. Jadi, sebelum dua lelaki yang masih bekerja, Anugrah dan ibu Ranti akan memberitahu kabar bahagia ini kepada mamak dan bapak terlebih dahulu.


Mamak yang tengah membersihkan lantai teras heran saat melihat ada mobil asing berhenti di jalan, di depan halaman rumah. Mamak tetap diam sembari menggerakkan sapu, memperhatikan siapa yang akan keluar dari mobil itu. Dan begitu ia melihat besannya turun dari pintu bagian kiri, ia pikir mungkin mobil baru besannya.


Tapi ternyata, setelah nya ada wanita yang datang dari arah belakang mobil, yang di pastikan oleh mamak kalau perempuan itu keluar dari pintu belakang sebelah nya lagi. Selanjutnya yang terjadi adalah mobil pergi dan Ibu Ranti juga wanita lainya yang Mamak belum tahu kalau ia adalah Anugrah berjalan ke arahnya. (Maklum, ya ... sudah memasuki lansia.)


"Assalamu'alaikum!" Sapa Ibu Ranti dan Anugrah.


Mamak tersenyum, "wa'alaikumsallam. Mamak pikir siapa, pakai mobil bagus, eh ternyata Bu Ranti sama kamu Nu!" Ujar Mamak begitu sadar kalau yang datang dengan besan nya adalah anaknya.


"Iya, Mak." Jawab Bu Ranti.


"Ayok, masuk!" Ajak Mamak, ia menaruh sapu di depan jendela dan masuk ke dalam rumah di ikuti Bu Ranti dan Anugrah.


"Tumben, kalian bareng-bareng," ucap Mamak yang ternyata sudah dari arah belakang dengan nampan berisi teko dan gelas. Lalu menaruh nya di atas meja.


"Iya, mau kasih kejutan buat mamak. Bapak mana Mak?" Tanya Anugrah.


"Kejutan apa?! Ada itu di belakang, benerin kandang ayam, rusak kemarin Nu, ketiban pohon pepaya." Curhat Mamak.


"Nu, panggil dulu ya Bu," ucap Anugrah pada mertuanya yang langsung di jawab anggukan oleh Ibu Ranti.


"Kok, bisa ketiban pohon pepaya?" Tanya Ibu Ranti yang ternyata penasaran.


"Iya, jadi mau ditebang, karena sudah terlalu tinggi susah di petiknya harus pakai galah yang panjang banget, jadilah di tebang, ternyata salah hitungan. Jadi deh, ambruk ke kandang ayam. Untung cuma kandang ayam, coba kandang orang," Mamak menggelengkan kepalanya saat mengingat kemarin.


"Harusnya bilang Kean, Mak," ucap Ibu Ranti lagi.


"Lupa, eh pas Keanu nya pergi baru inget si bapak."


Ibu Ranti mengangguk.


(Lagi-lagi maklum lah ya ... orang tua.)


Bapak datang dengan Anugrah dari belakang, Anugrah menyuruh bapak duduk di samping Mamak. Bapak tersenyum, "kayak mau di kasih hadiah sitimewa ini," seloroh bapak.

__ADS_1


"Hehe, istimewa Pak," ucap Bu Ranti.


Anugrah lantas duduk di sebelah ibu Ranti, lalu menyodorkan gambar hasil USG nya kepada ke dua orangtuanya.


"Gambar apa, Nu?" Tanya Mamak dengan buru-buru mengambil gambar tersebut.


Bapak menggeser duduknya, ternyata bapak pun ikut penasaran. "Nggak jelas, Nu, ireng kabeh. (hitam semua.)" Ujar Bapak.


"Alhamdulillah, Mak, Pak, aku di kasih kepercayaan untuk kembali hamil," ucap Anugrah tertahan. Ternyata ia malah jadi pengin nangis lagi saking senangnya.


"Ya, Allah ...," bapak langsung turun dari duduk nya, dam bersujud di lantai. "Alhamdulillah, Ya Allah," ucap syukur bapak dalam sujud nya.


Mamak pun langsung beranjak dari duduknya dan memeluk anak perempuan dan satu-satunya itu, "sehat selalu Nduk, jadi teman ibu mu," ucap Mamak seraya mengelus pelan perut rata sang putri.


Ibu Ranti pun turut terharu, ia memeluk Anugrah dan Mamak.


"Ayo, bapak juga mau peluk anak sama cucu bapak," ucap Bapak.


Lantas ibu Ranti dan Mamak mengurai pelukan mereka, Anugrah pun berdiri menyambut pelukan sayang dari sang bapak.


Anugrah mengangguk sembari menyusut air mata dan air hidung.


...----------------...


Selanjutnya adalah kejutan untuk dua lelaki yang sekarang masih di sekolah.


Kini Ibu Ranti dan Anugrah sudah ada di kediaman Bapak Runo, Ibu Ranti mengajak menantunya itu untuk membuat kejutan berikutnya.


"Sekarang kamu kirim pesan ke suamimu dulu, Nu, biar dia mau balik ke sini." Perintah Bu Ranti.


"Iya, bu," Anugrah mengangguk yang kini tengah duduk di sofa ruang keluarga.


[Mas, aku di rumah ibu, kamu pulangnya ke sini ya!] pesan terkirim.


Yuni Mama Malik memanggil....

__ADS_1


Layar ponsel Anugrah berganti jadi panggilan telepon dari Yuni. Anugrah menepuk jidatnya, ia sampai lupa pada Malik hari ini, gara-gara kebahagiaan yang tengah ia rasakan.


"Assalamu'alaikum, Yun," ucapnya begitu tombol hijau ia gulir ke atas.


"Wa'alaikumsallam, kamu udah ke Toko Nu? Ya Allah anakku nyari-nyari kamu." Ujar Yuni di sebarang sana.


"Iya, maap ya Yun, sekarang di mana Malik nya?"


"Tidur, aku tadi ke rumah kamu loh, dia nangis minta sama bunda nya, haduh aku sampai gemes sendiri, akhirnya aku ajak ke rumah Mama, tidur deh di sini." Jelas Yuni.


"Ya Allah, maafin Bunda ya Sayang," gumam Anugrah.


"Ya, sudah. Nanti kalau bangun aku ajak ke rumah mamak aja, biasanya dia seneng banget di sana." Ujar Yuni akhirnya.


Anugrah mengangguk dan tak lama setelah itu sambungan telpon terputus.


Lalu Ibu Ranti menyuruhnya menulis di setiap lembaran kertas, setiap lembar hanya tertulis satu huruf saja. Anugrah manut apa perintah ibu mertuanya itu. Ternyata Ibu mertuanya itu begitu pintar untuk masalah membuat kejutan. Bahkan Anugrah tak pernah kepikiran sampai sana, tapi mertuanya itu malah begitu pintar.


Setelahnya Ibu Ranti terlihat menghias beberapa testpack yang Anugrah punya, yang sudah menunjukan dua garis.


Ibu Ranti lalu mengambil foto pernikahan anaknya dan menyuruh Anugrah menghiasnya dengan bunga palsu yang memang sudah ada di rumah. Padahal itu bunga kesayangan ibu Ranti yang selalu menghiasi nakas di kamarnya. Tapi untuk membuat bahagia dua orang tersayang nya ia tak apa berkorban bunga kesayangannya.


Tentu saja dengan semuanya di siap kan oleh Ibu Ranti, Anugrah hanya tinggal duduk manis dan mengerjakannya di sofa tanpa merasa lelah.


Bahkan Bu Ranti tak membiarkan Mbak yang kerja di sana untuk membantu nya, saking antusiasnya Bu Ranti. Anugrah sampai geleng-geleng kepala melihat Ibu mertuanya yang sibuk ke sana ke mari.


"Ada lagi, bu?" Tanya Anugrah saat ia sudah selesai menghias pigura foto pernikahan dirinya dan Keanu.


"Ada, dong." Ibu Ranti memberikan segelas susu khusus ibu hamil yang di bawa Mbak, dan memberikannya pada Anugrah. "Minum susu dulu, abis ini kita pajang di ruang depan, biar bapak dan Kean langsung terkejut begitu masuk ke dalam rumah.


"Nanti bakalan terkejut-kejut sampai ruang tengah," sambung Ibu Ranti dengan membayangkan kalau rencana nya akan berhasil.


"Makasih, bu," Anugrah mengambil susu dan meminumnya.


"Sehat selalu, cucu Nenek," Ibu Ranti mengusap perut Anugrah.

__ADS_1


__ADS_2