Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Masih Kesal


__ADS_3

Anugrah sampai di Toko sang Mertua, ia bertemu Mbak Fitri yang tengah melayani pembeli. Dan ia langsung menemui Ibu Ranti yang terlihat tengah ngobrol dengan satu orang perempuan yang masih terlihat muda dan cantik. Mungkin usianya seusia Anugrah, tapi perempuan itu terlihat lebih cantik lagi, alis tebalnya, hidung mancungnya, dan bibir mungilnya yang saat tersenyum melihat Anugrah datang langsung membuat Anugrah terpana melihatnya.


Saat Anugrah mendekat perempuan itupun lantas berdiri dan mengulurkan tangannya, "ini menantu ku, Ra," ucap Bu Ranti pada perempuan yang tengah bersalaman dengan Anugrah itu


"Zahra, Mbak," ucap perempuan yang mengaku kalau dirinya Zahra itu.


"Anugrah," ucap Anugrah sembari membalas uluran tangan Zahra.


"Sini, Nu," ajal bu Ranti, ia mengajak Anugrah untuk duduk di dekatnya.


"Gimana, Mbak, mau juga apa tidak?" Tanya Zahra to the poin.


"Itu, sistem nya gimana memangnya?" Tanya Anugrah. Sebenernya ia hanya bertanya basa-basi saja, kalau menurutnya cocok ya ia mau, tapi kalau menurutnya merugikan ia tak akan mau.


"Jadi, gini Mbak Anugrah ... saya kasih katalog dan nanti njenengan posting di sosmed, kalau banyak yang pesan nanti sampeyan bisa pesan. Dan kalau mau tambah buat stok di Toko bisa banget, kalau langsung nye-tok kaya Bu Ranti ini, malah lebih bagus Mbak. Hanya saja kalau nye-tok harus bayar langsung. Tapi, kalau tidak nye-tok bisa bayar setengah nya dulu, nunggu barang datang baru bayar sisanya." Jelas Zahra.


"Maksudnya gimana? 'kan misalnya saya jadi reseller sampean berarti kalau di kirim katalog, terus saya Up di sosmed terus ada yang pesan baru saya pesan di sampeyan. Begitu. Terus bayarannya setengah dulu, saat pemesanan. Dan kalau sudah sampai baru sisanya, begitu maksudnya?" Tanya Anugrah. Ia ingin lebih jelas lagi.

__ADS_1


"Ya, seperti itu Nu, kalau Ibu 'kan langsung nye-tok, jadi langsung bayar saat pesan." Tambah Bu Ranti.


"Laku keras loh, Nu. Jadi Ibu banyakin stok gamis yang dari brand nya Mbak Zahra ini." Terang Ibu Ranti lagi.


"Ya, deh, nanti tak coba dulu, kalau ada yang minat ya bisa di lanjut." Ujar Anugrah.


"Allhamdulillah kalau gitu, Mbak Anugrah. Ini silakan katalog barunya, nanti yang terbaru ada di grup We-A, ya ...," ucap Zahra dengan menyodorkan katalog pada Anugrah.


"Nanti, nomor Anugrah tak kirimin Ra," kata Bu Ranti.


"Eh, ini saya bawa ha-pe kok bu, berapa Mbak nomornya?" Anugrah mengambil ponselnya yang tadi ia simpan di dekatnya.


Zahra dan Anugrah lanjut saling tukar nomor. Dan setelah itu mereka bertiga lanjut ngobrol.


***


"Gimana Dek?" Tanya Keanu lada istrinya yang baru masuk ke Toko nya.

__ADS_1


"Mau, di coba dulu, aku jadi reseller nya dulu," jawab Anugrah. Ia mendekat ke arah Suaminya yang tengah berdiri di dekat meja.


"Kamu, dari tadi masih di sini?" Tanya Anugrah.


"Iya. Aku masih stay nunggu kamu di sini, setia sekali pokoknya sama kamu di sini saja." Jawab Keanu.


"Sekali saja! Nggak selamanya?" Anugrah kesal kembali.


"Hm, salah ngomong bestie," gumam Keanu yang masih bisa di dengar Anugrah.


"Mbak Ningsih, Mana!"


Keanu membuang nafas kasar, "ke toilet."


Anugrah tak lagi bicara ia malah duduk di kursinya, lanjut kembali dengan ponselnya. Keanu yang di cuekin malah mendekat, ia berdiri di samping istrinya dan mencium dengan cepat pipi istrinya itu.


Cup ....

__ADS_1


"Ih, apaan sih! Nggak tahu tempat, dasar!" Kesal Anugrah yang langsung mengusap pipinya.


__ADS_2