Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Pulang Ke Rumah Mamak


__ADS_3

Selsai salat Keanu dengan buru-buru keluar dari Musala rumah sakit, di susul dengan bapak Runo, bapak Yudi dan mamak. Mereka berjalan bersama menuju ruang Anugrah di rawat.


"Sabar, Yan. Belum rezeki," bapak Yudi menepuk pundak sang menantu. Keanu terdiam, menoleh ke arah sang mertua dan tersenyum.


Mereka berempat akhirnya berhenti.


"Iya, Yan. Jangan di bawa terlalu sedih, nanti jiga di kasih lagi." Ujar Mamak.


Bapak Runo diam, jelas sekali masalah yang dua Anu hadapi hanya mereka saja yang tahu, mamak dan bapak sama sekali tidak tahu. Mungkin jika tahu yang sebenarnya, Anugrah tidak akan di bolehkan pulang bersamanya lagi.


Mereka lantas berjalan kembali.


Ke-empat nya masuk dan begitu bahagia saat melihat Anugrah sudah duduk bersandar. Tengah di suapi buah oleh Bu Ranti.


"Pak ...," panggil Anugrah begitu ia melihat bapak nya masuk. Bapak langsung buru-buru dan memeluk putri semata wayangnya itu. Semua mendekat melingkari ranjang.


"Sabar, Nduk. Sudah jadi seharusnya, yang ikhlas." Bapak memeluk sang putri.


Mamak yang di samping bapak mengusap tangan anaknya yang melingkar memeluk sang bapak.


Keanu semakin sedih melihatnya, Ia bingung dan begitu malu berada di sana. Seolah keberadaannya tak begitu di inginkan oleh istrinya. Kesalahan terbesarnya adalah mengabaikan istrinya, sampai mereka berdua tidak tahu kalau harapan yang mereka tunggu-tunggu itu sudah ada, bahkan kini sudah hilang.


"Sudah, di makan lagi buahnya, biar bisa cepat pulang." Bapak mengurai pelukan nya, mengusap kepala putrinya dan menghapus air mata di pipi sang putri.


Giliran bapak Runo yang mendekat di sisi sebelahnya, menggeser istrinya. Ia mengusap kepala menantunya itu, tak bisa di pungkiri sudut mata pak Runo pun berair, "sabar ya, Nu."


Anugrah mengangguk, "iya, Pak. Maaf sudah bikin khawatir."


Keanu tetap diam di tempatnya, memandang lembut ke arah sang istri. Namun sayang sekali istrinya tak melihatnya sama sekali. Begitupun ibu nya, bu Ranti hanya melihat sang menantu saja.


...----------------...


Kini di ruangan Anugrah, hanya ada suaminya dan orangtuanya. Mamak dan bapak sudah Anugrah suruh pulang karena ia tak tega jika harus membiarkan orangtuanya tetap di sana. Apalagi keadaannya sudah lebih baik.


Ibu Ranti tetap duduk di samping Anugrah. Sedang dua lelaki kini duduk di sofa yang berada tak jauh dari ranjang. Di sebelah kanan pintu.


"Kamu, nggak tahu kalau kamu telat?" Tanya Bu Ranti. Mereka berdua tengah ngobrol sembari bu Ranti yang menyuapi makanan ke menantunya itu.

__ADS_1


Jangan tanyakan Keanu, ia bahkan tak di biarkan mendekat oleh ibunya karena Bu Ranti tak berpindah dari sana. Semua kebutuhan menantunya ia penuhi, sampai ke kamar mandi pun Bu Ranti yang membantu.


"Iya, Nugrah nggak kepikiran, saking sibuknya di Toko." Jawabnya setelah menelan makanannya.


"Padahal ibu sudah bilang 'kan, Toko tambah satu lagi karyawan, biar kamu lebih santai."


"Iya, aku pikir aku bisa. Lagian aku nggak terlalu berharap bu, jadi aku nggak ngeh kalau telat datang bulan."


"Ya sudah, tidak apa-apa. Sudah takdirnya. Mau nambah nggak?"


Anugrah menggeleng, ia merasa sudah kenyang. Bu Ranti lantas memberikan air minum.


"Istirahat ya, biar besok pulang. Kamu mau pulang ke mana? Ke rumah ibu mau?" Tanya Ibu Ranti.


Keanu yang mendengar itu lantas berdiri, ia ingin protes tapi seketika ia duduk kembali setelah mendengar jawaban dari sang istri.


"Nugrah pengin pulang ke rumah Mamak, Bu."


Keanu mengembuskan nafas kasar, ia menoleh ke arah bapaknya yang sedang melihatnya juga. Bapak mengangguk, memberi tanda setuju.


"Tapi, pak." Protes Keanu.


Saat itu juga Keanu merasa sangat sakit. Mungkin seperti itulah yang di rasakan Anugrah saat dirinya sibuk dengan Desi. Ia lantas memutuskan untuk duduk kembali di samping bapaknya. Menerima keputusan sepihak dari istrinya.


"Iya, boleh. Besok ibu antar ke rumah mamak, tadi bapak bawa mobil, jadi sekarang kamu istirahat ya ...," ucap Ibu Ranti dengan perhatiannya.


"Makasih, bu."


"Sama-sama, Nu."


Anugrah merebahkan kembali tubuhnya, memejamkan mata. Walaupun sebenarnya ia tak tidur.


Bapak Runo beranjak dari duduk nya, ia mendekat ke arah istrinya.


"Bu, kita makan dulu, yuk," ajak Pak Runo pada istrinya mengingat waktu sudah mau isya.


"Bapak dulu, saja. Kita gantian, kasian Nu nanti sendirian." Jawaban ibu membuat Keanu menunduk sedih.

__ADS_1


"Bu ... ayok Sayang, bapak 'kan pengin juga di suapi kamu, masa Nugrah doang." Rayu Pak Runo.


Anugrah jika sedang tidak pura-pura tidur pasti sudah tertawa mendengar rayuan bapak mertuanya itu.


"Ih, bapak. Ayok jangan lama-lama ya, ibu nggak mau ninggalin Nu kelamaan."


"Iya."


Ibu dan Pak Runo akhirnya keluar. Tentu saja pak Runo sengaja memberi ruang untuk Keanu mendekati istrinya, ia pasti lebih tahu bagaimana perasaan sang putra saat di abaikan oleh dua orang yang amat di cintai nya.


Setelah pintu di tutup, Keanu lantas berdiri. Dengan langkah yang begitu pelan ia mendekati sang istri. Ia berdiri di sisi ranjang, tangannya dengan gerakan pelan mengusap kepala istrinya, dengan pelan juga ia mencium puncak kepala istrinya.


"Maafin aku Dek, maaf," ucapnya dengan masih mencium kepala istrinya.


Anugrah yang tidak tidur jelas mendengar dan merasakan. Betapa pilu nya suara suaminya memohon maaf. Sudut mata Anugrah mengeluarkan air mata.


"Maaf ...," ucap Keanu lagi. Ia sudah tak tahu lagi harus apa, yang ia tahu ia harus minta maaf sampai Anugrah memaafkannya.


Keanu lantas berdiri tegak, menghapus air matanya. Ia membelakangi istrinya. ia tahu kalau istrinya tidak tidur, tapi ia juga tidak tahu harus apa, sedang untuk mendekat ia takut kalau istrinya tidak mau dekat-dekat dengannya.


"Kamu, nanya 'kan dek, kalau kamu yang sepertiku aku akan memaafkan atau tidak? Jawaban ku adalah tidak dek. Dan aku tahu, kamu pasti tidak akan mau memaafkan ku 'kan? Sungguh Dek, aku merasakan sakit nya, penyesalan ini benar-benar membuat aku sakit Dek. Sekarang apa yang kamu minta akan aku turuti Dek, asal jangan minta aku pergi. Biarkan aku tetap di sisimu walaupun kamu tak menganggap keberadaan ku."


Anugrah membuka matanya, ia menatap punggung suaminya yang ia tahu kalau ia tengah menangis.


"Aku, mau pulang ke rumah Mamak. Tapi kamu jangan ikut."


Keanu langsung membalik badannya, "kenapa?"


Anugrah melengos, "aku pengin sama mamak sama bapak saja, aku nggak mau sama kamu."


Seperti hilang semua tulang-tulang yang berada di tubuh Keanu. Ia merasa begitu lemas, ia tak berdaya. Bagaimana bisa dia dan istrinya tidak dalam satu rumah? Sedangkan sekarang saja ia sudah merasa jauh.


"Tapi, nanti alasan nya apa Dek?" Ia mencoba biasa saja, walaupun jujur saja Keanu benar-benar hancur sekarang.


"Aku, punya banyak alasan."


Sudah. Selsai. Keanu diam, begitupun Anugrah. Masih dengan melihat ke arah samping Anugrah tak peduli pada suaminya.

__ADS_1


Keanu mengangguk, "iya. Baiklah. Tapi izinkan aku buat antar kamu, sampai rumah Mamak, setelah itu aku pulang ke rumah kita."


Anugrah tak mengiyakan, tak menolak. Ia sudah kembali ke mode diam seribu bahasa.


__ADS_2