
Tanpa ragu Anugrah menyandarkan kepalanya di pundak suaminya yang duduk di sebelahnya, memejamkan mata menikmati semilir angin. Tak perduli pada orang yang melihatnya, yang jelas keduanya ingin membuat kenangan indah di sana. Di Kedai Istimewa.
Keanu bahkan tak segan-segan untuk mencium puncak kepala istrinya, mengusap nya dengan sayang. Setiap detik untuk kebersamaan ini mereka nikmati dengan hati yang bahagia.
Harapan-harapan yang indah sudah pasti ada di dalam hati dan dalam doa keduanya.
Sampai akhirnya pegawai Kedai datang membawa makanan pesanan Keanu. Anugrah yang kaget langsung menegakkan tubuhnya, menyingkirkan tas nya yang ada di meja, agar tak terkena makanan.
Keanu membantu menata di meja, karena pesanan Keanu lumayan banyak.
"Selamat menikmati," ucap Pelayan Kedai setelahnya.
"Makasih Mbak," ucap Anugrah, pelayan Kedai mengangguk dan berlalu.
"Kamu, pesen sebanyak ini Mas?!" Tanya Anugrah saat melihat isi meja nya penuh.
"Enggak, Sayang ... ini tuh di kasih. Tuh," Keanu menunjuk ke belakang di mana ada seorang pemuda berpakaian rapi tersenyum ke arah mereka.
"Itu siapa?!" Anugrah bertanya, tapi sembari memberikan senyuman dan anggukan sebagai ucapan terimakasih.
"Itu, pemilik nya. Nggak mau nemuin kita, nggak mau ganggu katanya." Jelas Keanu.
"Oh, gitu. Kamu harus banyak terimakasih tuh, sama dia." Ujar Anugrah.
"Iya, sekarang kita makan dulu, abis ini aku mau ajak kamu lagi," ucap Keanu.
"Ke Curug mau?!" Tanya Keanu lagi mengerling ke arah istrinya.
"Boleh, aku mau." Anugrah tersenyum manis ke arah suaminya.
Keanu tersenyum melihat istrinya begitu antusias.
__ADS_1
Ok. Setelah ini Keanu akan mengajaknya pergi ke air terjun atau curug.
...----------------...
Setelah dari Kedai Istimewa kini Keanu menjalankan motornya menuju Curug Nangga. Curug yang terletak di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.
Perjalanan menuju Curug Nangga tak kalah keren, sebelum menaiki tanjakan yang begitu berdiri Keanu kembali di suguhi dengan keindahan saat lagi-lagi melewati hamparan sawah yang indah. Beberapa terlihat petani yang masih di sana, menggerakkan orang-orang an sawah yang talinya sepanjang sawah, jika satu orang-orang an sawah saja di gerakkan maka seluruh kain yang di ikatkan di atas tali bergerak dan menggiring burung-burung yang memakan padi.
Anugrah menyuruh Keanu berhenti sebentar, ia ingin melihat bagaimana burung-burung yang banyak itu terbang. Dan saat itu ia dapat melihat sekelompok burung kecil-kecil terbang.
"Indah banget ya ...," ucap Anugrah.
"Iya, MaSyaa Allah. Ayo lanjut, sebelum Ashar sudah harus di rumah 'kan?!" Ujar Keanu.
Anugrah mengangguk lalu menepuk pundak suaminya sembari berucap, "berangkaaaaaat."
Motor kembali melaju, terik nya sinar kalah dengan angin yang menyejukkan juga pelukan dari Anugrah yang menghangatkan hati, sampai rasa panas dan lelah juga pegal di pinggang tak di rasa oleh Keanu. Asal Anugrah nya bahagia maka lelah pun tak masalah.
Dan begitu di pertigaan motor Keanu kembali berbelok, melewati desa dan mulai menanjak. Tanjakan yang sama ekstrim nya seperti tanjakan kebun pinus tadi, membuat Anugrah memeluk erat suaminya dengan membaca doa dalam hatinya. Tentunya mengharapkan keselamatan.
Setelah sampai di atas Anugrah merasa lega, walaupun sempat takut saat berpapasan dengan mobil saat menanjak dan berbelok.
Setalah tak lama akhirnya motor Keanu sampai di sana. Keanu segera mengajak istrinya itu untuk turun dan menggandeng tangan nya. Melewati jalan yang sudah di bangun agar memudahkan para pejalan kaki yang akan menuju ke Curug Nangga.
Anugrah lagi-lagi takjub karena keindahan air terjun itu. Rasa takutnya saat menanjak tadi terbayar mahal dengan keindahan dari pesona curug sendiri. Curug Nangga itu adalah air terjun dengan tujuh undakan yang begitu indah dan memukau. Begitu indah.
"MaSyaa Allah ... indah banget ya Mas, kenapa harus jauh-jauh ya Mas ke sini padahal indah," ucap Anugrah sembari merentangkan kedua tangannya menghadap air terjun dengan memejamkan mata dan menarik nafas pelan. Menikmati udara yang menenangkan. Di tambah lagi air yang mengalir di bawahnya begitu jernih.
"Iya, lah. Kamu belum pernah ke sini memangnya?!" Tanya Keanu yang kini sudah jongkok di pinggiran sungai menyipratkan air ke Istrinya.
"Belum, ini pertama kali aku ke sini," ucapnya sembari membesarkan mata kesal karena bajunya kena cipratan air dari suaminya.
__ADS_1
"Mau basah-basahan di sini?! Aku nggak bawa ganti loh!" Teriak Anugrah kesal.
Keanu berdiri, "enggak-enggak. Jangan basah-basahan, nanti malah basah beneran. Mending kita abadikan momen ini lewat foto, buat kenangan di masa depan."
Anugrah setuju, ia memberikan ponselnya pada suaminya agar memotret diri nya dengan latar belakang curug. Begitu pun Keanu, lantas foto berdua dengan meminta bantuan seseorang yang ada di sana.
Setelah merasa puas menikmati keindahan Curug Nangga yang indah keduanya memutuskan untuk pulang, karena sebentar lagi waktu Ashar.
Jika tadi harus muter-muter jalan menuju Kedai dan pergi ke curug, sekarang tinggal pulang dan tidak perlu menaiki tanjakan lagi, justru hanya melewati jalan menurun sekali dan tak jauh dari sana sampai. Karena memang jika dari rumah ke Curug saja tidak terlalu jauh, tapi jika ke Kedai terlebih dahulu harus muter melewati dua kecamatan sekaligus.
Akhirnya mereka berdua sampai di rumah begitu waktu menunjukan 16:10. Keduanya bergantian mandi agar tak kehabisan waktu Ashar. Apalagi niatnya mereka malam ini mau tidur di rumah Mamak, setelah beberapa hari tidak tidur di sana.
Selepas salat Ashar Anugrah memasak mie instan untuk mengganjal perut nya yang terasa lapar.
"Masak apa Dek?!" Tanya Keanu yang baru selesai salat masih menggunakan sarung dan koko nya.
"Mie, kamu mau?" Tanya Anugrah dari depan kompor, ia menoleh sebentar ke arah suaminya.
"Boleh, aku mau yang mie goreng." Ujar Keanu yang lantas duduk di kursi menunggu istrinya memasak mie instan.
"Baik, bos! Eh Mas, jangan lupa kasih bonus sama Mbak Ningsih loh, kamu sudah janji," ucap Anugrah mengingatkan suaminya akan janjinya pada karyawan Anugrah.
"Iya, nggak akan lupa kok. Tenang saja." Jawab Keanu.
Dua piring mie instan siap, lengkap dengan telor ceplok di atasnya. Punya Anugrah bahkan di tambah irisan cabai yang jika di lihat benar-benar menggugah selera. Jangan tanyakan punya Keanu karena bumbu yang di pakai bahkan tidak semua, seperti cabai bubuk dan saos yang sengaja tidak di pakai, atau jika di pakai akan memusingkan. Bisa bolak-balik ke kamar mandi sepuluh kali.
...----------------...
Curug Nangga merupakan sebuah air terjun atau Curug (bahasa Indonesia: air terjun) yang berada di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Curug Nangga mulai dikenal secara umum pada tahun 2015 melalui media sosial. Curug Nangga menjadi sebuah lokasi objek wisata baru di Kabupaten Banyumas, di mana unsur yang menarik para wisatawan adalah adanya tujuh tingkat undakan air terjun seperti tangga dengan ketinggian masing-masing air terjun bervariasi mulai 10-20 meter.
Sumber: Wikipedia.
__ADS_1
(Btw Curug Nangga dari tempat author nggak jauh ya, kalau main ke sana jangan lupa mampir ya π, Anugrah aja udah mampir loh tadi, tak suguhin singkong kukus di cocol sambal terasi. Hmm mantap ππ )