
Kadang ya, namanya sahabat itu susah untuk di lupakan. Ada saja kenangan-kenangan yang terlintas saat kita mengingatnya. Entah kenangan manis ataupun pahit, karena nyatanya tidak semua teman memberikan kenangan manis. Seperti Cintia, dalam ingatan Anugrah banyak sekali ingatan-ingatan tentangnya yang membuat hati kesal.
Tapi, ada juga yang membuat hati nya berbunga-bunga. Seperti mengingat kelucuan saat mereka tidur bertiga di rumah Anugrah. Kekonyolan saat tidur bersama, saling tendang saling berebut selimut. Dan bangun di saat matahari sudah terbit.
Apa, iya? Kebahagiaan seperti itu bisa di lupakan? Nyatanya Anugrah tak bisa lupa, termasuk kenangan-kenangan saat sudah memasuki SMP.
Kini Anugrah tengah duduk di samping lapak, mengotak-atik ponsel mencari kontak sahabatnya yang sudah lama tak ada kabarnya.
Pembeli hari lumayan banyak, jadi baru di siang yang menuju sore ini ia dapat memegang ponsel dengan waktu yang bisa di bilang lama.
Ia masih bingung akan menulis pesan atau menelpon saja.
Lama ia diam memandangi ponsel nya, sampai tak sengaja ke pencet dan akhirnya memanggil ....
"Halo," ucap Cintia di sebarang sana.
Anugrah menarik nafas, "Sin ... apa kabar?"
"Alhamdulillah, baik. Kamu apa kabar, Nu?" Tanya balik Cintia.
__ADS_1
"Alhamdulillah, sama. Uis suwe, ora kabar-kabar, kangen." Ujar Anugrah tulus dari dalam hatinya.
(uis sue ora kabar-kabar, kangen: sudah lama tidak saling kasih kabar, kangen)
Hening, Cintia tak terdengar suaranya oleh Anugrah. Anugrah pun sama diamnya.
"Aku, juga kangen, Nu ...." Ternyata Cintia menangis. Ia bahkan tak bisa berbicara, suaranya tertekan.
Air mata Anugrah pun keluar, mendengar jawaban Cintia yang di barengi dengan tangisan.
Iya, Cintia benar-benar kangen sosok dewasa seperti Anugrah. Yang selalu ngalah padanya, walaupun memang ujung-ujungnya yang mengalah lah yang menang.
"Kenapa, vc aku malu," ucap Cintia sembari mengelap ing us nya dengan tisu.
Anugrah tertawa melihatnya, "hehe, kamu kurusan sih ...."
Cintia mengangguk, "kamu di mana itu?" Tanya Cintia.
Anugrah menoleh ke belakang, sepi. Tempat barunya memang kalau sudah waktu Dzuhur ke atas memang sepi, sudah banyak juga yang pulang.
__ADS_1
"Di tempat lapak, yang baru."
"Pindah?" Cintia terlihat meminum air dalam kemasan botol kecil. Ia terlihat duduk menyandar di kasurnya.
Anugrah mengangguk, "kapan balik?"
"Nanti, kalau kamu nikahan." Jawab Cintia di barengi tawa. "Aku bakal kasih kado spesial." Ujarnya lagi.
"Hehe, masih lama dong."
Sudah kembali. Seperti itu yang terjadi di antara keduanya. Pembicaraan keduanya kembali hangat, bahkan malam nya selesai isya berjamaah Anugrah menelpon kembali Cintia dengan Yuni di sampingnya.
Juga menyambungkan nya dengan Reno, juga dengan Keanu.
Mereka benar-benar kembali berbaikan, walaupun di antara mereka Keanu masih terlihat kaku. Dia hanya menjawab dan bertanya pada Anugrah saja.
Di sana, di depan Musala di desanya lewat sambungan video call mereka kembali jadi sahabat.
Lalu malamnya mereka kembali meramaikan grup chat AKRYC yang sudah lama sepi.
__ADS_1
Anugrah sampai membelikan voucher kuota untuk Yuni agar dapat bergabung. Maklum Yuni hanya memakai WiFi yang numpang di tetangga, jadi kadang on kadang off.