Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Jalan-jalan Sore


__ADS_3

Keanu melepas kan tangannya, begitu juga Anugrah. Keduanya saling tatap dan tersenyum. Anugrah buru-buru membenarkan kaca mata kuda yang sudah berubah, lanjut menutup resleting bajunya.


"Ya, bu ...." Jawab Keanu menahan kesal. Ia masih duduk bersila di depan Anugrah, mengamati istrinya yang tengah membenarkan bajunya yang sudah ia buat berantakan.


Tak terdengar balasan dari Ibu Ranti.


"Untung lagi datang bulan, coba enggak. Udah aku buka semuanya. Nggak perduli sama panggilan Ibu." Katanya kesal.


"Hehe, nanti malam lagi." Anugrah menunduk, tak berani menatap wajah suaminya yang terlihat kesal itu.


"Beneran ya? Awas bohong!" Ujar Keanu.


Ia memberikan jilbab dan ciput milik istrinya, dan menarik pelan tangan Anugrah agar berdiri. Anugrah lanjut memakai jilbab di depan cermin. Keanu berdiri sembari memeluk dari belakang tubuh istrinya itu. Untungnya Anugrah memakai jilbab instan coba jilbab segi empat yang perlu jarum pentul, sudah pasti leher anugrah tertusuk karena Keanu yang tak bisa diam di belakangnya. menggoyangkan badannya ke kanan dan ke kiri seolah tengah menari.


 


Makan siang tak semuanya makan apalagi anak muda yang sudah ngemil di pastikan tidak ingin makan, tapi Anugrah dan Keanu tetap makan bersama ibu dan bapak juga para orang tua yang lain. Cintia dan Yuni turut makan siang menemani Anugrah.


Makan di atas karpet di samping ruang makan terasa begitu nikmat karena mereka jadi satu tempat.


Makan sembari menggoda pasangan baru yang turun dari lantai dua dengan lesu.


"Jelas nggak selera makan, Si Kean. Lah wong bojone lagi abang." Celetuk Uwa nya.


(Lah wong bojone lagi abang : Lah orang istrinya lagi merah)


"Sst," ucap Ibu Ranti.


"Eh, becanda ya Nu ... jangan tersinggung." Uwa Keanu merasa salah bicara dan segera meminta maaf.


Anugrah tersenyum, "iya Wa. Memang seperti itu kenyataanya 'kan."


"Iya, nggak papa. Semua sudah seharusnya, lagian menikah itu bukan tentang seperti 'itu' saja 'kan?" Ujar Uwa nya lagi.


"Iya, bener. Menikah itu untuk hidup bersama, bukan tentang tidur berdua saja." Pak Runo turut bicara.


Yuni mengangguk begitu juga yang lain, Anugrah yang duduk di sampingnya menyenggol siku sahabatnya itu. Membuat Yuni menoleh ke arah Anugrah, "apa?" Katanya.

__ADS_1


"Emang, kamu tahu?" Yuni menggeleng sembari tersenyum, "dasar!" Anugrah melanjutkan makannya.


Setelah makan Anugrah membereskan segalanya dibantu Yuni, sedangkan Cintia keluar. Keanu di ajak duduk di sofa di lantai atas oleh sang Bapak.


"Pak, aku tidur di sini ya ... Malam ini," Keanu yang baru duduk di sofa di dekat sang Bapak langsung mengutarakan keinginannya.


"Tadi kamu pamitnya gimana, sama Mamak sama Bapak?"


"Mau, main ke sini," ucap Keanu.


"Gini, Yan. Bukan nggak boleh, tapi kalau mau nginep ya pamitnya nginep, kalau mau main ya main saja. Bukan apa, kalian 'kan baru menikah, jadi ya di sana dulu. Kecuali besok kamu izin dulu sama Mamak dan Bapak. Biar sana-sini enak."


Keanu menganggukkan kepalanya.


"Oh, ya. Kamu jadi berangkat nya kapan?"


"Lusa, sama Reno. Naik Bus Pak, aku." Kata Keanu lagi.


"Nggak mau naik travel aja, lebih enak. Atau mau di antar lagi?"


"Nggak usah lah, capek bapak baliknya. Oh, ya Pak. Uang bayar Mbak Raya, aku yang lunasi." Kata Keanu.


****


Setelah pamitan Anugrah dan Suaminya pulang kerumah Anugrah. Yuni, Reno dan Cintia sudah pulang sebelum mereka. Sebelum pulang Keanu mengajak Anugrah jalan-jalan sore dengan motor mengitari tempat tinggal keduanya.


Menikmati udara sore, sembari menunjuk setiap tempat yang dulu pernah menjadi tempat bermain mereka.


Mengingat masa-masa kecil mereka. Menyapa setiap orang yang ada di jalan maupun di depan rumah mereka.


Saling tertawa saat ada yang menggoda mereka.


Anugrah akan menepuk pelan punggung suaminya saat ada yang menggoda, padahal hanya kata, "cieeee-cieee pengantin baru."


Tangan sebelah kanan Anugrah berada di atas paha suaminya, ujung khimar yang ia pakai berkibar terbawa angin.


Saat jalanan sepi Anugrah akan menyandarkan kepalanya di punggung suaminya. Memejamkan mata, menikmati waktu indah di sore itu. Sore yang akan menjadi teman di saat nanti ia merindukan punggung hangat itu untuk bersandar.

__ADS_1


Motor sampai di depan rumah. Rumah Anugrah sudah bersih dan rapi seperti kemarin saat sebelum di pasang Tenda. Hanya saja dahan rambutan yang begitu banyak memayungi teras kini tak ada, dan teras lebih terlihat terang.


Keduanya masuk karena pintu terbuka lebar, Keanu dan Anugrah mengucap salam secara bersamaan. Mamak terdengar menjawab dari dalam, terdengar lirih mungkin dari dapur.


Keanu masuk ke kamarnya, dan Anugrah masuk ke dapur dengan makanan yang ia bawa dari rumah mertuanya.


"Mak." Panggilnya.


"Iya, Nu," di sana ternyata Mamak. Tengah duduk di depan tungku.


"Ada makanan, dari Bu Ranti" Anugrah jongkok di samping Mamak. Tadi makanan nya audah ia taruh di atas meja tempat menyimpan makanan.


"Bapak, mana?" Tanyanya lagi.


"Lagi, bayar lunasan tenda." Anugrah mengangguk. "Udah di hitung amplop mu?" Tanya Mamak lagi.


"Belum, nanti saja lah." Jawab Anugrah. "Lagi buat apa sih Mak?" Tanya Anugrah menunjuk tungku.


"Bakar singkong, pengin makan yang nggak bikin bosen." Ujar Mamak.


"Hehe, aku mau," ucap nya sembari berdiri dan berlalu pergi ke kamarnya.


Mamak geleng-geleng kepala melihat putrinya yang sudah menikah tapi kelakuannya sama seperti sebelumnya.


Anugrah masuk ke kamar nya, dahinya mengerut. Karena tak mendapati sang suami di sana. Anugrah memutuskan untuk mengambil baju dan handuk, ia pikir akan mandi dulu. Karena waktu sudah begitu sore, seketika ia ingat kalau suaminya belum Ashar, mungkin sekarang suaminya tengah salat di Musala.


"Tapi, masa nggak manggil." Seketika ia memonyongkan bibirnya kesal.


Ya ampun siapa yang seperti itu, Anugrah kah? Dia benar-benar berubah bucin. Dasar! Padahal sebelumnya ia tak seperti ini, ada apa dengan pernikahan yang telah merubah semua rasa yang ada pada dirinya. Bukan. Bukan merubah, tapi lebih tepatnya menambah, ya ... menambah rasa cinta yang ada di dalam dada.


Seketika Anugrah senyum-senyum sendiri saat mengingat tentang apa yang ia rasakan.


Sebelum memasuki kamar mandi, ia selesaikan terlebih dahulu senyum yang mengembang dari bibirnya. Ia tak mungkin bukan, senyum-senyum tanpa berhenti.


...----------------...


Assalamu'alaikum, aku mau bilang ....

__ADS_1


Terimakasih sama semua teman² yang udah baca. Maaf yah belum mampir balik, ini numpang WiFi bentar jadi UP .. 😁


__ADS_2