Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Kecelakaan


__ADS_3

Cintia Lalu pamit pulang, begitu dapat kabar kalau seseorang yang merencanakan sesuatu tiba-tiba kecelakaan di jalan. Cintia mengumpat kesal, dan marah pastinya.


Rencana nya malam ini ia kan membawa Keanu pergi ke sebuah kelab malam. Nyatanya rencananya tidak di ridhoi oleh takdir. Tadi ia mendapat kabar kalau Rangga teman kuliah yang lumayan dekat dengan Keanu kecelakaan tunggal, menabrak sebuah pohon, saat dalam perjalanan ke kosan Keanu.


Mungkin takdir Cintia memang tidak begitu baik, jadi saat rencana nya dengan Rangga sudah di atur sedemikian rupa, malah gagal total.


Bukan tanpa alasan, Rangga menerima ajakan untuk membantu Cintia. Pasalnya Rangga adalah salah satu cowok yang tidak terlalu suka dengan gayanya Keanu yang menurutnya sok alim. Tidak pernah mau di ajak pergi malam, ketempat favoritnya.


Malah selalu menasehatinya dengan berbagai ucapan dan kata-kata, walaupun masih dalam batas wajar karena Keanu yang tak terlalu ikut campur urusan orang lain, hanya saja tidak mau temannya itu terlalu banyak minum minuman keras, jadi Keanu selalu menasehati.


Sayang sekali, nasehat dari teman yang baik malah jadi ketidak sukaan Rangga terhadap Keanu.


Kini pemuda itu tengah berbaring di atas brangkar dengan kepal yang di perban, lantaran nyungsep ke batang pohon dan kaki yang di gips karena tertimpa motor nya, juga tertimpa batang pohon kecil yang ikut jatuh karena Rangga yang menabrak pohon itu dengan kuat.


apes banget gue, niatnya mau bawa si sok alim ke tempat indah, malah gue yang ke tempat terkutuk ini. Rangga dalam hatinya.

__ADS_1


Ia baru saja mengabari Cintia, tentang dirinya yang kecelakaan.


Sendirian, tidak ada yang menunggu. Sesekali hanya perawat yang mengecek keadaan nya. Tadi Rangga di bawa oleh warga yang melihatnya, dan di tinggal setelah mendapat perawatan. Orang tua Rangga yang jauh di Bandung membuatnya tidak bisa menghubungi, takut menambah beban.


Akhirnya ia mencoba untuk pasrah dengan keadaan nya, mungkin sudah seharusnya.


***


Reno dan Keanu masih duduk berdua, walaupun Cintia sudah pulang. Ia masih setia mengganggu acara malam minggu Keanu yang mungkin saja akan telpon-telponan dengan Ayang nya.


"Biarin aja, dia emang suka gitu kan."


"Iya, aneh bin ajaib dia tu."


"Kamu nggak pulang, mau nginep?" Tanya Keanu.

__ADS_1


"Idih ngusir, kalo mau telponan sama bebeb mah sok atuh jangan sungkan sama Reno, udah lah aku pura-pura nggak denger." Ujar Reno lagi.


"Ini serius Ren, nawarin nya. Suudzon terus."


"Boleh deh, kalau gitu," Reno tersenyum senang, apalagi dirinya tak perlu pulang.


Kini kedua pria muda itu sudah di dalam kamar, Keanu meninggalkan Reno sebentar, ia mendirikan salat Isya dulu sebelum tiduran di kasur yang tak terlalu besar, yang sudah ada Reno di atasnya.


Reno yang tengah melihat Keanu salat dalam gerakan 'rukuk lalu memotretnya dan mengirimkannya pada Anugrah.


Dengan di edit sedikit, jadi di belakang nya ia tambahkan stiker asap, yang menggambarkan Keanu tengah buang angin. Reno menahan tawa sembari mengirimkan foto tersebut.


Dan reaksi Anugrah malah menjawab dengan emot melet love dengan di kata "Sholeh nya aku."


Tak perduli editan Reno.

__ADS_1


Reno pikir Anugrah akan marah-marah seperti biasa nyatanya ia salah sangka.


__ADS_2