Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Malik Si Bocah Kecil


__ADS_3

Malamnya Keanu membawa istrinya kerumah Mamak, tidak hanya menginap semalam di sana melainkan tiga malam. Dan tiga malam berikutnya mereka berdua menginap di rumah Ibu dan setelah itu kembali ke rumah nya sendiri.


Kehidupan berjalan, hingga sampailah dua Anu pada pernikahan mereka yang memasuki tahun ke 7.


Keanu pikir setelah bersatu mereka akan kembali mendapatkan harapan yang pernah hilang. Namun kenyataan nya, sampai kini setelah pernikahan mereka memasuki yang ke tujuh istrinya belum kembali di berikan kepercayaan untuk hamil. Rasa sesal Keanu selalu saja muncul saat mengingat kebodohannya waktu lalu, tapi justru istrinya lah yang selalu membawa nya untuk melupakan masa lalu yang buruk dengan membawa dirinya terbang ke angkasa menikmati keindahan dan melebur menjadi satu di sana. Melupakan puing-puing penyesalan dengan gulungan ombak kebahagiaan.


Seperti saat ini, keduanya baru saja selesai terbang ke langit untuk kemudian terhempas kembali saat baru saja melepaskan segala rasa yang membuat keduanya bahagia. Melebur menjadi satu.


Anugrah masih kelelahan dengan tidur di lengan suaminya, Keanu yang sudah turun dari singgasana keindahan memiringkan badannya agar bisa memandangi lekat-lekat wajah lelah dan bahagia sang istri. Tangan kirinya mengusap pipi mulus Anugrah, tak lupa mencium lama aroma wangi dari helaian sang istri yang selalu menjadi kesukaannya.


"Mandi, yuk Mas, keburu adzan subuh," ajak Anugrah dengan mata terpejam. Lelahnya kegiatan tadi membuatnya ingin segera tidur, namun ingatannya pada Sang Pencipta dan kewajibannya sebagai seorang muslim mengharuskan nya membuang rasa malasnya.


"Sayang ... boleh lagi, tidak?!" Suara Keanu berhasil membuat Anugrah menoleh ke arahnya dengan bola mata yang membesar.


"Kan baru selesai!"Jawab Anugrah dengan kesal. Hellow mereka baru selesai tapi malah minta lagi!


"Sebentar saja, janji tidak se lama tadi." Dengan senyum yang mengembang, Keanu memohon.


Anugrah mengangguk dengan memberikan syarat jangan lama-lama.


Kembali melebur menjadi satu dengan kurun waktu yang sebentar, seperti yang di janjikan Keanu. Selanjutnya keduanya mandi bersama, setelahnya pun salat subuh berjamaah.


Keanu memutuskan untuk tidur kembali setelah salat, karena hari ini hari Sabtu. Keanu libur mengajar. Tapi tidak dengan Anugrah, ia lanjut untuk memulai pagi seperti kebiasaan istri pada umumnya. Pertama ia akan memasukan baju kotor ke dalam mesin cuci, meninggalkan nya sembari memasukan beras ke dalam rice cooker lalu menyapu dan mengepel lantai, tak lupa sembari mengelap meja dan lemari. Setelahnya barulah Anugrah membuat lauk.


Semua lauk yang sederhana sudah selesai, Anugrah mulai lagi untuk menjemur cucian yang hanya beberapa saja. Maklum ya ... penghuninya masih dua.


Setelah selesai semua, waktu baru menunjukan pukul 06:45 jadi ia tak membangunkan suaminya melainkan pergi ke rumah tetangga baru nya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.


Tetangga sekaligus sahabat tersayang nya yang sudah pindah rumah ke komplek perumahan Griya Sabrina menemani Anugrah yang tinggal di sana.


Setiap pagi biasanya Anugrah akan mengambil bocah kecil menggemaskan anak dari sahabatnya, yaitu Yuni dan Reno. Ya, Yuni dan Reno sudah mendapatkan keturunan pertama berjenis kelamin laki-laki yang kini usianya sudah dua tahun, bahkan kini di perut Yuni sudah ada lagi berusia tiga bulan.


Yuni dan Reno membeli rumah di sana dengan cara mencicil, tapi Alhamdulillah mereka bisa bahkan sampai sekarang kehidupan mereka berdua lumayan cukup. Walaupun Reno hanya bekerja sebagai supir pribadi saja.


Anugrah berjalan dari rumahnya ke rumah Yuni yang letaknya tak terlalu jauh dari rumahnya, hanya melewati empat rumah saja.

__ADS_1


Kebiasaan ini selalu membuat Anugrah bahagia, karena ia bisa membawa Malik-si bocah menggemaskan itu untuk ia bawa pulang. Sementara Mama nya membereskan rumah.


"Assalamu'alaikum!" Anugrah sampai di rumah Yuni.


Pintu rumah yang terbuka membuatnya masuk begitu saja.


"Wa'alaikumsallam. Wah kebetulan Bunda Nugrah datang, Malik baru mandi Bundaaa," ucap Yuni dari dalam kamar.


Anugrah masuk ke kamar yang ada di depan, tersenyum mendapati anak laki-laki yang tengah memainkan wadah bedak.


"Selamat, pagi ... anak bundaa, sini biar pakai baju sama bunda." Ujar Anugrah yang kini duduk di kasur lantai dimana ada Yuni dan Malik di sana.


Yuni mengambilkan se setel pakaian milik putranya pada Anugrah.


"Reno, sudah berangkat Yun?!" Tanya nya sembari mengangkat bocah gendut yang baru memakai pempers itu, menciumi pipi gembul Malik yang sudah wangi khas minyak telon dan bedak.


"Sudah, tadi malam. Pulang lagi nanti kalau empat bulanan." Tutur Yuni.


Anugrah lantas memakaikan pakaian pada Malik, "udah ganteng, ikut bunda yuk?!"


"Iya, sayang ... mau 'kan? Ayo!" Anugrah kembali memangku Malik dan menciumi rambutnya yang harum.


"Kamu jadwal periksa lagi kapan?!" Anugrah bertanya.


Yuni mengembuskan nafas kesal, "hari ini Nu, nanti aku titip Malik lagi ya," ucap nya.


"Ok. Beres. Siapa sih yang nggak mau di titipi anak menggemaskan kayak gini," ucap Anugrah.


"Ya sudah, kamu beres-beres, sarapan, pergi lah periksa. Malik biar sama Bunda Nu dan Ayah Yan. Oh ya, nanti aku ajak ke rumah Mamak ya, kamu kalo sudah pulang kasih kabar aja." Ujar Anugrah sembari berdiri dengan Malik yang sudah ada di gendongannya.


Yuni mengangguk dengan senyum, "makasih bunda Nugrah...nggak tahu deh kalau kamu sudah punya anak sendiri, pasti aku nggak bakal di bantu kayak gini."


Anugrah juga tersenyum, "itu lah! Kenapa Allah belum mau ngasih aku hamil, karena aku masih harus membantu sahabat aku, baru abis itu kita gantian."


"Aamiin ya Allah." Jawab Yuni.

__ADS_1


Yuni memberikan peralatan Malik pada Anugrah.


"Dadah sama Mama Nak," ucap Anugrah melambaikan tangan Malik pada Yuni.


"Anteng-anteng sama Bunda ya ...," ucap Yuni.


Bukan tak bisa menitipkan anaknya pada orangtuanya, sebenarnya. Tapi melihat Anugrah begitu menyayangi Malik seperti putranya sendiri membuat Yuni mau tak mau harus merepotkan Anugrah, agar sahabatnya itu juga merasa bahagia bersama anak kecil. Seenggaknya Malik bisa mewarnai hari-hari Anugrah dan Keanu sebelum mereka mendapatkan keturunan mereka sendiri.


...----------------...


"Bangun Ayah, ini ada siapa coba lihaaat!" Teriak Anugrah begitu ia masuk ke kamarnya.


"Ayo Sayang, bangunin Ayahnya." Ujar Anugrah menurunkan Malik.


Malik yang sudah lancar berjalan itu segera mendekat ke arah Ayah Keanu dan menepuk wajah Ayah Keanu dengan telapak tangan nya yang seperti roti. Empuk.


Anugrah duduk di pinggiran ranjang setelah menaruh barang-barang Malik.


"Mmm, anak Ayah pasti nih!" Gumam Keanu. Lantas ia membuka matanya dengan perlahan. Dan Tersenyum begitu melihat Malik ada di depannya.


"Iya, 'kan bener! Malik anak Ayah," Keanu dengan gemas membawa Malik ke atas perutnya.


"Sudah mandi belum, Ganteng?!" Keanu menggerakkan tangan gendut itu seperti tengah tepuk tangan.


Anugrah selalu senang kalau di rumah tengah ada Malik, rasanya rumah menjadi hangat.


"Cudah, cama Nda," jawab bocil menggemaskan itu. (Sudah, sama bunda.)


"Bohong, Ih. Tadi mandi sama Mama, pakai baju nya baru sama Bunda," gemas Anugrah yang langsung menciumi leher Malik dengan gemas membuat bocil dua tahun itu tertawa karena kegelian.


"Waduh, pinter bohong ini sama kayak emaknya," ucap Keanu gemas.


...----------------...


Kini Anugrah dan Keanu sudah duduk di ruang tengah dengan Malik yang tengah bermain di depan mereka. Seusai sarapan keduanya mengajak Malik bermain, Anugrah sembari menyuapi makan Malik.

__ADS_1


Bocah dua tahun itu tengah bermain ponsel milik Keanu, menonton Baby truk. Video kesukaan nya. Karena kalau tidak nonton Malik akan berjalan terus menerus, menaiki sofa dan turun lagi bahkan semua barang-barang akan di ambil dan di tinggalkan begitu saja oleh Malik. Tapi Anugrah dan Keanu tak pernah kesal, malah semakin senang. Itung-itung latihan.


__ADS_2