
Kehidupan memang seperti itu bukan? Ada bahagia ada sedih, ada tangis ada tawa. Ada saatnya datang badai, ada saatnya pelangi datang. Jadi ... kita hanya bisa bersabar dalam menjalani hari.
Seperti Anugrah, dari saat-saat harus mengalah demi untuk menyelamatkan sebuah hubungan persahabatan yang selayaknya saudara. Sampai akhirnya kini sudah memenangkan keindahannya. Walaupun pernah tersandung kerikil tapi tetap kembali melangkah menuju jalan bahagia.
Kehamilan Anugrah sudah menginjak Minggu ke 28, sedangkan Yuni baru saja melahirkan seminggu yang lalu dan kembali di karuniai seorang putra yang di beri nama Mika.
Anugrah kemungkinan akan memiliki seorang putri, itu menurut hasil USG. Keanu pun kini sudah tak merasa mual lagi, ia bahkan kini bisa di bilang agak berisi badannya walaupun ia semakin lelah. Karena aktifitas nya semakin padat. Ke Sekolah, ke Toko, belum ke Cafe. Semuanya ia jalani dengan hati riang dan bahagia. Sembari menunggu kedatangan putri nya ke dunia.
Anugrah menurut, ia tak lagi ke Toko. Paling sesekali hanya ke rumah ibu, atau Mamak. Ia tak mau jadi anak yang ngeyel dan di salahkan. Sampai akhirnya ia merasa nyaman dengan kesehariannya, ditemani Malik yang semakin ganteng dan Yuni sebelum melahirkan.
Sedangkan kini, semua orang tengah sibuk untuk acara tujuh bulanan. Acara tujuh bulanan di tempat Anugrah hanya kenduri saja, tidak ada acara siraman dan sejenisnya, yang menjadi lain hanya membuat rujak bebek, yang biasanya berisi macam-macam, dari kelapa gading muda, sampai buah-buahan. Biasanya yang pertama mulai mem-bebek rujak nya adalah wanita yang tengah hamil, jadi kini semua orang tengah menyiapkan dan nanti Anugrah yang akan mimiti atau memulai acara membuat rujak bebeknya.
Dan setelah semua siap, Anugrah di suruh untuk memulai. "Enggak apa-apa, cuma sekali saja, buat syarat kalau kamu yang mulai," ucap tetangganya yang ia panggil untuk rewang.
Anugrah manut.
Kebahagiaan ini tentu di rasakan penuh kebahagiaan oleh dua ibu, yaitu mamak dan ibu. Mereka berdua begitu antusias, semua harus penuh, apa yang di butuhkan semua ada. Tidak mau kurang sedikitpun. Karena biasanya acara membuat rujak bebek hanya di kehamilan pertama saja. Jadi, dua ibu itu tidak mau ada yang kurang di hari spesial ini.
Setalah itu, malam setelah kenduri selesai Anugrah membuang air yang sudah di isi dengan uang recehan dan belut hidup, siap untuk di rebut para anak-anak yang sudah siap-siap. Karena biasanya tanpa di panggil pun anak-anak sudah pada datang.
"Ayo, Yan di bantu itu istrinya, biar nggak keberatan." Ujar ibu Ranti, menyuruh Keanu yang diam saja saat Anugrah kesusahan menuangkan baskom besar berisi air dan uang recehan.
"Takutnya, nanti nggak boleh," gerutu Keanu yang memang seharian ini ia salah terus.
Anugrah tersenyum melihat kekesalan suaminya, lalu Keanu membantu Anugrah menuang air di dalam baskom. "Kita hitung ya, mas. 1, 2, 3."
Byuuuuuurrr ....
"Weh, aku dapat banyak."
__ADS_1
"Aku,"
"Aku."
Semua berebut, Anugrah dan Keanu tertawa. Apalagi saat belut yang masih hidup bergerak-gerak tidak karuan, Anugrah begidik geli melihatnya. Tapi anak-anak terutama anak laki-laki tidak ada takutnya malah senang menangkap nya. Sedangkan ibu Ranti membantu anak-anak yang tidak kebagian karena kurang gercep.
Semua kini sudah sepi, karena setelah acara kenduri selesai semua yang datang langsung pulang, tidak ngobrol dulu seperti biasa. Kata orang dulu, supaya lahirnya cepat.
Untuk ukuran dua Anu yang tidak tahu-menahu tentu hanya menurut saja, tak perlu banyak bertanya.
...----------------...
"Assalamu'alaikum, anak Ayah. Ya ampun, seharian ini Ayah nggak nyapa kamu ya ... kamu lagi ngapain di perut Bunda?!"
Kini Keanu sudah berada di kamarnya, ia tengah ngobrol dengan putrinya yang masih di dalam perut istrinya. Mengusap, mencium mengajak bicara setiap hari Keanu lakukan. Membacakan surah Maryam, surah Yusuf, bahkan kadang sampai Anugrah ketiduran. Seperti sekarang, Keanu tengah menciumi dan mengajak bicara putrinya di dalam selimut, karena istrinya sudah tidur, mungkin kelelahan seharian ini dia sibuk. Sampai melupakan baby Mika.
Ia masih betah mengajak bicara perut yang gerakan nya tak terlalu kencang, hanya kadang terlihat kadang tidak. Namun bisa di rasakan.
Dan, setelah puas Keanu menutup baju istrinya dan keluar dari selimut. merebahkan kepalanya di depan wajah sang isteri, memandang penuh sayang dan mencium kening, mata, hidung serta bibir yang selalu menggoda dirinya.
"Selamat tidur Bunda," ucapnya sembari mengusap pipi yang sedikit kasar, karena setelah hamil Anugrah sedikit berjerawat. Yang kadang suka membuat dirinya kesal.
...----------------...
Anugrah sudah terbangun, ia mencoba untuk duduk. Keanu yang merasakan pergerakan dari Istrinya mencoba membuka mata, "kenapa Dek?!"
"Kenapa?!" Anugrah malah balik bertanya.
"Kamu, kok bangun?!" Keanu ternyata belum sadar kalau memang sudah saatnya untuk bangun.
__ADS_1
"Lihat, jam Sayang. sudah jam berapa," Anugrah tersenyum melihat suaminya masih terlihat begitu ngantuk.
"Udah mau subuh aja ya," gumam Keanu.
Ia lantas duduk di sebelah istrinya, "pagi Bunda nya Ayah," siapanya masih dengan suara serak.
"Doa dulu Ayah," ajak Anugrah dengan menengadahkan tangan.
Selesai ber'doa, Anugrah turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi. Sedangkan Keanu masih diam di tempatnya memandangi punggung Istrinya yang kini berganti jadi pintu yang tertutup. Keanu tersenyum, "seindah ini," gumamnya.
Ia lantas turun dan menyiapkan handuk yang tadi lupa di sambar oleh istrinya. Ia berdiri di depan pintu menunggu panggilan dari istrinya.
"Mas, tolong handuk," ucap Anugrah dengan membuka sedikit pintu.
"Ini, Sayangku," Keanu menyodorkan ke dalam kamar mandi.
"Baju, mas! Tolong," ucap Anugrah lagi.
Keanu tersenyum dan menyodorkan kembali baju yang sudah ia ambilkan.
Anugrah keluar dari kamar mandi dengan senyum lebarnya. "Makasih, Ayah," ucapnya.
"Sama-sama Sayang, salat bareng ya, aku mandinya singkat kok."
Anugrah mengangguk setuju, karena biasanya Keanu subuh di Masjid komplek. Jelas singkat karena tidak keramas, Anugrah terkikik sendiri sembari menata dua sajadah.
Tak lama setelahnya, Keanu selesai, keluar dan memakai baju yang sudah di siapkan istrinya.
Lalu keduanya salat berjamaah.
__ADS_1