
Semuanya sudah indah, apa yang Anugrah pinta kini berbeda. Jika dulu ia punya keinginan sendiri, sekarang keinginannya ia bagi pada orang lain. Keinginan yang akan di wujudkan oleh dirinya dan calon suaminya.
Kini, kedua pasangan yang lagi duduk berhadapan di warung bakso itu terlihat asyik menikmati bakso pesanan mereka.
Tadi, sehabis Isya Anugrah di jemput dirumahnya oleh sang tunangan. Dan di sini lah sekarang mereka, pacaran di warung bakso.
"Cobain punya kamu, Nu." Anugrah mengambil sedikit kuah bakso punya Keanu dan mencicip nya.
"Kecap, tok ini?" Tanya Anugrah. Dari tadi ia begitu penasaran sama rasa bakso Keanu yang kuahnya begitu hitam. Tidak seperti punyanya yang merah karena sambal.
"Enggak, pake saos sedikit," ucap Keanu.
Untung Anugrah ngomongnya pelan-pelan, coba keras. Sudah pasti malu Keanu.
Anugrah hanya geleng-geleng kepala, "mau coba ini nggak?"
Keanu langsung menggeleng keras kepalanya, Anugrah langsung tersenyum lebar.
__ADS_1
"Kamu sudah ngomong ke Mbak Raya?" Tanya Keanu.
"Besok, ke sana sama kamu. Buat cobain bajunya, lagian kan mesti berdua biar ngerti kemauan kita seperti apa. Seragam nya pake warna apa, gitu katanya."
"Ok! Jam berapa?"
"Jam berapa ya? Aku dagang soalnya, lagi rame ... di sebelah pasar lagi ada tontonan jadi orang-orang banyak yang ke pasar."
"Besok biar di tunggu mbak Fitri sebentar."
Seperti yang di janjikan Keanu dan Anugrah kemarin. Hari ini ia datang menemui mbak Raya MUA yang yang kemarin ia pakai jasanya untuk merias wajah Anugrah saat tunangan.
Selesai memilih baju dan seperti apa keinginan mereka, kedua nya pun pergi berdua. Meluangkan waktu untuk berdua di waktu siang. Tak jauh-jauh setelah dari rumah Mbak Raya, Keanu mengajak Anugrah jalan-jalan dengan motor Anugrah ke suatu tempat yang sejuk.
Kebun Pinus menjadi pilihan Keanu untuk membawa calon istrinya itu jalan-jalan, menikmati waktu berdua.
Setelah melewati jalan yang begitu menanjak, akhirnya keduanya sampai. Selain biaya yang murah juga tempat itu tak panas dan sejuk bahkan dingin. Kini keduanya sudah duduk di atas bukit, duduk berdua di bangku kayu yang menghadap ke pemandangan yang indah.
__ADS_1
Pemandangan sawah bak permadani hijau, juga desa-desa yang terlihat dari atas sana membuat mereka berdua diam dengan hati yang bahagia. Memandang syukur pada ciptaan Tuhan.
Saling menoleh dan menunjuk ke suatu arah dan saling bicara, membicarakan semua yang tergambar di sana.
Setelah berlama-lama duduk di sana, Keanu menggandeng tangan Anugrah dan membawanya ke tempat lain. Selain pemandangan yang indah, di sana juga banyak tempat yang bagus untuk di kunjungi pasangan muda dan orang tua.
Jadi Keanu membawa Anugrah sisi yang lain, di mana di sana banyak orang yang tengah menyaksikan paralayang terbang.
Anugrah di tawari oleh Keanu, sayangnya tak mau karena dirinya takut. Padahal jika bisa melihat keindahan dari atas malah lebih indah dan lebih menegangkan bagi yang pertama kali menaikinya. Akhirnya mereka berdua juga hanya jadi penonton saja, menyaksikan paralayang terbang dan mendarat di bawah sana. Terlihat kecil dari atas bukit tempat dua Anu melihat.
Setelah puas berdua menikmati waktu kini keduanya sudah harus balik ke tempat awal mereka bangun dari tidur, ya ke rumah masing-masing. Karena belum sah, jadi masih harus pisah bukan?
Saat Anugrah mengatakan ingin ke lapaknya dulu, Keanu melarangnya karena Keanu sudah menyuruh Mbak Fitri untuk mengemasi nya dan menaruhnya di Toko nya semua dagangan milik Anugrah.
Dan akhirnya ia pulang di antar Keanu ke rumahnya, dan Keanu pulang dari rumah Anugrah jalan kaki. Tak sampai hati dirinya jika harus di antar kembali oleh sang pujaan hati. Jadi ia membiarkan dirinya pulang sendiri.
Menikmati waktu berdua begitu menyenangkan, dua Anu sampai terbayang terus akan kebersamaan di siang hari itu, sampai senyum terukir indah mana kala mereka menceritakan kembali dalam sambungan telepon waktu malam hari.
__ADS_1