Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Malik Kesayangan


__ADS_3

Dengan motor kesayangan, Anugrah dan suaminya pergi ke rumah Mamak, dengan Malik juga jangan lupa. Malik yang menggemaskan itu berdiri di belakang Keanu dengan di pegangin oleh Anugrah.


Begitu motor sampai di depan rumah yang sudah berubah karena sudah di renovasi, Keanu memberhentikan motornya. Anugrah turun sembari menurunkan bocil itu.


"Assalamu'alaikum, Utiiiii, ini ada Maliiik," setiap kali datang ke manapun dengan Malik, Anugrah pasti jadi teriak-teriak memberi tahu kalau ia dan Malik datang.


"Wa'alaikumsallam, eh ada nak nganang kesayangan Akung " Ternyata bapak yang keluar.


Malik dengan sigap masuk ke rumah meninggalkan Anugrah dan melewati bapak yang membuka pintu. "Eh, malah Akung nya di lewatin" Ujar Bapak dengan tertawa, menertawakan Malik.


"Mamak mana Pak?!" Tanya Anugrah yang lantas menyalami bapak dengan takzim.


"Ada di dalam," jawab Bapak.


"Pak, gimana itu, jadi harga kebun nya?!" Keanu bertanya pada Bapak mertuanya itu. Kemarin Bapak sempat menawarkan kebun punya tetangga yang mau di jual, siapa tahu Keanu tertarik jadi bapak menawarkan nya. Memberitahu.


"Lah, ya belum. Kamu belum bilang iya, bapak belum berani menawar " Ujar Bapak. Kini kedua lelaki beda usia itu duduk di teras, di kursi yang dulunya di ruang depan tapi karena sudah lapuk kini di taruh di teras.


"Iya, Kean lupa mau telpon. Ya sudah kalau menurut bapak sebanding antara tanah dan harganya, nanti Kean sama Nu ambil." Kata Keanu.


"Kebunnya di pinggir jalan raya, Yan. Makanya bapak tawarin ke kamu. Kalau di bangun buat tempat usaha enak banget di sana, mudah jangkauannya, pokoknya letaknya pas kalau mau buat usaha." Jelas Bapak lagi.


"Ya, boleh Pak, harus ke ke sana sama Kean nggak pak?" Tanya Keanu lagi.


"Kalau kamu mau, sekarang juga boleh, ayok!" Ajak Bapak dengan semangatnya.


"Ya, ayok! Sebentar Kean bilang Nugrah dulu ya Pak," ucap Keanu sembari berdiri dan masuk ke dalam rumah izin pada istrinya.


Bapak mengangguk.


Di sana, di ruang tengah Malik tengah memainkan mobil-mobilan yang senagaja di tinggal di rumah Mamak. Ada Mamak dan Anugrah yang tengah duduk juga di sana, di permadani yang lumayan lebar sembari sesekali menonton TV yang tengah menayangkan film kartun.


"Mak," sapa Keanu pada Mamak yang langsung menjawab dengan anggukan. Keanu mendekat dan menyalami tangan mamak dengan takzim.


"Dek, aku pergi sama bapak ya ... ke rumah orang yang mau jual tanah." Ujar Keanu pamit pada istrinya.


"Sekalian lihat lokasinya," ucapnya lagi.

__ADS_1


"Iya, hati-hati" Jawab Anugrah sembari menyalami tangan suaminya.


Keanu beralih ke Malik, "Malik Ganteng, Ayah tinggal dulu ya ... main dulu ya, sama Bunda sama Uti," ucap Keanu dengan sayang tak lupa mencium pipi dan rambut bocil yang tak perduli padanya itu.


Keanu lantas pergi. Meninggalkan dua wanita dan satu bocil di ruang tengah.


"Temen mu si Osin katanya mau pulang Nu," ucap Mamak.


"Bulan depan katanya Mak, kemarin kita telponan." Jawab Anugrah.


"Nggak menikah-menikah dia," ujar Mamak lagi.


"Belum mau katanya Mak, masih pengin kerja, lagian sayang 'kan Mak kalau menikah ia atau suaminya harus keluar. Soalnya nggak boleh suami istri dalam satu kantor."


"Walah, kenapa? Kok nggak boleh," mamak terlihat penasaran.


"Ya mbuh mak, aturan kantor nya gitu katanya." Dan Mamak hanya memajukan bibir bawahnya sembari bergumam, "aneh!"


"Malik sudah mam belum Nu?" Tanya Mamak lagi.


"Sudah tadi," jawab Anugrah.


"Iya, bener. Nu ambil deh," Anugrah lantas beranjak dari duduknya berjalan ke ruang makan, mengambil labu siem yang di kukus untuk Malik si gembul.


...----------------...


Sampai siang Anugrah masih di sana, seusai duhur ia menidurkan Malik dengan susu yang ia bawa. Bahkan ia sampai ketiduran di samping Malik.


Keanu dan Bapak pun pulang, setelah sekalian salat berjamaah di Musala. Keanu masuk ke kamarnya dan mendapati istri juga bocil Malik di atas ranjang dengan mata terlelap. Keanu mendekat dan memposisikan dirinya di belakang istrinya, karena Malik tidur di pojok. Keanu memeluk istrinya dari belakang sedang Anugrah memeluk kaki gembul Malik.


Keanu tersenyum, bahagianya jika mereka bertiga benar-benar keluarga. Bukan tak menganggap Malik saudara, maksudnya jika yang ada di antara mereka adalah anak mereka pasti rasanya lebih dari bahagia, bahagia nya pasti melebihi bahagia sekarang.


Keanu lantas mencium kepala istrinya yang tidur dengan menggunakan jilbab, mencium lama puncak kepala istrinya, memberikan rasa sayangnya sepenuhnya.


Sampai akhirnya ia pun ikut tertidur di sana.


...----------------...

__ADS_1


Sedangkan di luar, Bapak tengah makan siang ditemani Mamak sang istri tercinta. Menikmati masakan istrinya yang rasanya masih sama, masih seenak dulu. Menurut bapak.


"Jadi beli pak? Kean?" Tanya Mamak penasaran.


"Keanu lagi minta di turunin, katanya terlalu mahal untuk ukuran tanah segitu," jawab Bapak.


"Malik tidur?" Tanya bapak.


Mamak mengangguk, "Malik sudah kayak anak Anugrah ya Pak? Nurut banget sama si Nu, mana ganteng benget mirip Kean." Ujar mamak sembari tertawa lirih.


"Lah, gimana nggak ganteng wong Mama-Papa nya juga ayu dan ganteng." Ujar Bapak.


"Entah, kapan ya pak ... kita punya cucu," gumam Mamak hampir tak terdengar.


Bapak yang sudah menyelesaikan makannya, menggeser piringnya dan mengusap lengan Mamak yang ada di atas meja.


"Sabar, kalau sudah rejeki, sebelum kita tutup usia kita sudah bisa punya cucu. Sekarang kita nikmati hari-hari kita sama si Malik dulu, nanti baru sama cucu kita." Ujar Bapak dengan bijak.


"Ya, Pak. Lagian Mamak lebih tahu apa yang di rasakan Nugrah, jadi Mamak pengin Anugrah nggak kepikiran, yang penting dia sudah punya anak, di simpan di sana," Mamak menunjuk ke atas, "ketemu lagi nanti sama cucu kalau sudah di panggil sama yang Kuasa."


Mamak dan Bapak tersenyum, sama-sama ikhlas untuk apa yang sudah terjadi. Mamak sama bapak bahkan mengusap sudut matanya yang sama-sama mengeluarkan air.


"Sudah, tolong di simpan dulu ini piringnya, bapak mau nonton berita sambil nunggu si Malik bangun." Bapak beranjak dari duduknya dan berpindah duduk di depan TV, duduk di atas permadani hadiah dari besannya.


Mamak hanya mencibir kesal, namun tetap melakukan tugasnya. Setelahnya Mamak pun ikut duduk di sana, di sebelah bapak. Ikut menonton acara berita di TV.


"Jangan kencang-kencang Pak, suaranya nanti Malik bangun!" Ujar Ibu.


"Nggak kedengaran Mak!"


"Dasar kakek-kakek, budek!" Kata Mamak dengan memencet tombol volume remote TV agar di kecilkan suaranya. Tapi ternyata Mamak salah pencet yang membuat suara TV semakin keras.


"Walah! Dasar Nenek-Kakek, gini aja nggak ngerti!" Gerutu Bapak gantian. Mengambil paksa remote yang ada di tangan istrinya dan mengecilkan suara TV.


Sejurus kemudian nenek dan kakek itu saling lihat dan tertawa. "Wis tua!" Ujar mereka bersama.


(Nak nganang : Anak laki-laki)

__ADS_1


(Uti / Eyang Putri : Nenek)


(Akung/ Eyang Kakung : Kakek)


__ADS_2