Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Surprise Untuk Keanu


__ADS_3

Semalam saja rasanya begitu lama bagi Anugrah, mata yang harusnya terpejam dan lelah nya selama di perjalanan tak membuatnya nyenyak tidur. Entah kenapa padahal biasanya ia mudah saja untuk tidur di tempat mana pun, tapi kali ini pikirannya penuh dengan suaminya, sampai matanya terpejam namun pikirannya selalu memikirkan suaminya.


Setiap kali matanya ia coba untuk terlelap, saat itu juga bayangan wajah Keanu yang khawatir terlintas di pikirannya. Ingin sekali rasanya cepat pagi dan segera bersiap-siap untuk pergi ke tempat di mana dia akan bertemu dengan suaminya.


Rindu itu benar-benar menyiksa Anugrah. Padahal biasanya pun ia di tinggal suaminya, tapi sekarang di saat ia akan bertemu segera dengan suaminya ia malah merasa tidak sabaran. Ah, andai dia punya kekuatan untuk mempercepat waktu, akan ia percepat agar langsung dapat bertemu dengan Keanu, dan saat itu ia akan memberhentikan waktu, agar keduanya bersama tanpa ada pengganggu.


Anugrah tersenyum saat mengingat pikiran aneh nya itu, haha jika saja ia tengah sendiri ia akan memukul gemas guling yang tengah di peluk Yuni itu. Maklum ini bukan kamarnya, jadi tak ada guling untuk ia peluk.


Dalam cahaya yang remang-remang dalam kamar itu, mata Anugrah terbuka lebar. Menelisik seisi kamar. Duduk dari tidurnya dan tersenyum mengingat waktu yang sebentar lagi akan mempertemukan dirinya dengan sang suami.


Ya ampun Anugrah, kamu begitu lebay. (Pikir Author)


Setiap menit Anugrah akan melihat jam yang ada di ponsel Yuni, yang setiap detiknya begitu terasa sangat lama. Entah kenapa malam ini terasa begitu sangat lama.


Yuni menggeliat, dan memunggunginya. Karena waktu yang masih begitu malam, Anugrah coba untuk kembali merebahkan dirinya dan mencoba untuk tidur, semoga bisa, pikirnya.


Tapi sayang, nyatanya sampai pagi ia tak dapat memejamkan matanya. Sampai waktu subuh tiba dan ia akhirnya bangun dan melaksanakan Salat nya di kamar Yuni. Setelah sebelumnya membangunkan sahabatnya itu agar menemaninya mandi dan wudhu, karena ia tak terlalu berani untuk keluar sendiri. Beruntung Yuni juga memang harus bangun di waktu pagi, karena keduanya memang tak bisa tidur di kala waktu subuh.


"Kamu nggak tidur ya?" Tanya Yuni di sampingnya tengah memakai mukenah.


Anugrah sudah selesai salat, tapi masih duduk di atas sajadah.


"Hm," segitu saja jawabnya.


Yuni lanjut Salat, Anugrah yang sudah mandi itu lalu segera menyiapkan pakaian yang akan ia pakai nanti. Baju yang di pesan oleh Bu Ranti.


Anugrah duduk di kasur tipis Yuni dengan segelas air putih hangat yang baru ia tuang dari termos kecil milik Yuni, kata Yuni itu biasanya ia pakai untuk menyeduh mie instan seduh. Maklum anak kost.


Yuni selesai, ia lanjut melipat mukenanya dan ikut duduk di samping Anugrah.


"Mau, sarapan apa?" Tanya Yuni.


"Apa, ya?" Anugrah malah balik bertanya.


"Terserah, ada ketupat sayur, ada nasi uduk, ada buryam, ada bakmie, kamu maunya apa?"

__ADS_1


Anugrah tersenyum melihat Yuni menawarkan segala menu makanan yang entah di mana itu semua.


"Biasanya mangkal nya di dekat sini, Nu. Jadi kamu tenang aja, di sini asal ada duitnya semua ada." Ujar Yuni lagi.


"Ya terserah kamu, kamu beli apa aku ikut." Anugrah menaruh gelasnya dan mengambil dompet yang ada di tasnya, memberikan uang pecahan lima puluh ribu pada sahabatnya itu.


"Ya, Allah Nu. Nggak usah, aku ada kok," ucap Yuni begitu Anugrah menyodorkan uang padanya.


"Aku tahu, kamu pasti punya uang, 'kan kamu kerja. Tapi pagi ini biarkan bos Anugrah yang traktir," ucap Anugrah sembari menaik-turunkan alisnya.


"Iya, iya. Bos Anugrah. Jadi terserah aku ni," Yuni mengambil uang dari tangan Anugrah. Anugrah mengangguk.


Setelah beberapa menit pergi, akhirnya Yuni kembali dengan dua bungkus makanan. Tapi ternyata Anugrah tengah duduk di depan kamar dengan Cintia, menunggu Yuni yang tengah pergi.


"Eh, ada Osin. Aku belinya cuma dua," ucap nya sembari mengangkat makanan yang ia bawa.


"Aku juga bawa ini Yun, tiga bungkus nasi tim ayam, Ibu Ranti yang beli." Ujar Cintia.


"Terus ini gimana?" Tanya Yuni yang sudah duduk di samping Anugrah.


"Nasi uduk," jawab Yuni.


"Gini aja, sekarang kita makan nasi tim, nanti nasi uduk nya bisa kamu bawa ke Toko, bisa kamu makan bareng Reno, buat makan siang." Atur Anugrah. Dan semua menyetujuinya.


ketiga perempuan beda pekerjaan itu akhirnya sarapan nasi tim yang di bawa Cintia. Cintia bilang Ibu sama Bapak sudah pergi ke kosan Keanu, dan akan pergi ke kampus Kean dari sana. Cintia yang nantinya akan pergi menemani Anugrah, tanpa sepengetahuan Keanu tentunya.


Dan akhirnya setelah sarapan, Anugrah mengganti pakaiannya dan memoles sedikit wajahnya dengan make-up, di bantu Cintia.


"Ibu Ranti, telepon," ucap Cintia memberikan ponselnya pada Anugrah.


"Iya, Bu." Sapa nya.


"Ini, bapak. Nu nggak kamu saja yang masuk sama ibu?" Tanya Bapak Runo.


Anugrah tersenyum walaupun jelas-jelas Bapak mertuanya tak dapat melihatnya, "tidak Pak, bapak sama ibu saja. Nanti Nu kasih kejutan kalau kalian semua sudah keluar." Kata Anugrah.

__ADS_1


"Kalau gitu, ya sudah. Ke sini nya hati-hati ya," ucap Bapak.


"Iya, Pak." Anugrah memberikan ponsel milik Cintia.


Selesai dengan pakaian dan jilbabnya kini Anugrah dan Cintia sudah siap, Yuni juga sudah siap-siap untuk pergi kerja.


Senyum indah terbit di bibir ke tiga perempuan yang bersahabat itu. Dengan bahagia mereka bertiga keluar dari kamar Yuni, dan pergi dengan tujuan mereka masing-masing.


Perasaan Anugrah tentu semakin berdebar, ada rasa bahagia dan takut. Takut kalau ternyata nantinya Keanu malah marah, bukan nya senang.


Dengan taksi online Cintia menemani Anugrah pergi. Dan kini keduanya sudah sampai. Cintia mengajak Anugrah keliling memberi tahu setiap tempat yang ada di sana. Setelahnya mereka menunggu acara Keanu selesai.


Dan, tiba saat yang di tunggu-tunggu, Keanu dan Bapak ibunya keluar. Awalnya Keanu terlihat biasa saja, mungkin belum sepenuhnya sadar kalau orang yang ada di depannya adalah istrinya. Ia hanya tersenyum seolah menyapa pada orang lain. Namun seketika, matanya membola saat menyadari siapa yang tengah tersenyum lebar dengan pakaian yang sama dengan pakaian ibunya.


Keanu mendekat sembari mengucek matanya tak percaya. Sedangakan Bapak dan ibu hanya tersenyum geli di belakangnya. Cintia pun menyingkir dan mendekat ke arah Ibu dan Pak Runo.


Keanu berjalan dengan lambat, padahal Anugrah sudah menyambutnya dengan senyum yang lebar. Keanu berhenti tepat di depan istrinya.


"Kenapa bisa?" Tanyanya.


"Kenapa, nggak suka?" Tanya Balik Anugrah.


"Kenapa nggak kasih kabar?"


Baru terbuka sedikit mulut Anugrah, Keanu sudah bertanya kembali.


"Kenapa nggak bilang?"


"Terus kamu ke sini nya kapan?"


"Kenapa nggak kasih tahu aku?" Keanu memberi pertanyaan begitu banyak kenapa, tapi percayalah binar di matanya menyiratkan kebahagiaan. Tangannya memegang pundak sang istri dengan gemas.


"Kenapa, nggak kemarin saja sama ibu, kalau sekarang 'kan aku nggak bisa peluk-peluk kamu," ucapnya dengan lirih. Mendekatkan sedikit wajahnya ke depan wajah Anugrah.


Anugrah tertawa, "aku pikir kamu bakalan marah," ucapnya.

__ADS_1


"Enggak akan, kam_" belum selesai Keanu kembali bertanya Ibu dan bapak juga Cintia mendekat dan mengajak mereka berfoto dulu, sebelum Anugrah menjelaskan segalanya.


__ADS_2