Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Perempuan Berjilbab dan Berkacamata


__ADS_3

Menik ma ti nasi yang bisa di bilang sudah tak enak, karena kuah yang di siram ke nasi sudah membuat nasi menjadi melar, tapi jika tidak di makan pun sayang. Jadilah kedua Anu yang baru saja anu-anu me nik ma ti nasi itu.


Keduanya duduk di ruang depan atau ruang tamu, Anugrah memakan nasi nya dengan tak selera. Selain karena lelah ia juga merasa risih karena sang suami tengah menatapnya dengan senyum yang menyebalkan. Bagaimana tidak menyebalkan, sekarang Keanu tengah memakan nasi tapi selalu mengatakan kalau lebih enak makan dirinya.


"Nasi nya nggak se-sedap kamu ya Dek," ucap Keanu menggoda istrinya.


"Dek," panggilnya lagi.


"Kamu, masih marah nggak sama aku?" Anugrah menjawab dengan menaikan kedua bahunya.


"Kayaknya sudah nggak deh, terbukti tadi kamu lebih bersemangat." Ujar Keanu di telinga istrinya, bisik-bisik.


Anugrah tetap diam memakan makanan nya, walaupun rasanya ia ingin menjawab dengan kesal sang suami. Tapi dari pada nanti malah jadi ribut lebih baik ia diam.


Anugrah sudah selesai makan, ia lanjut ke belakang guna menaruh piring dan gelas. Tak perduli sama sekali pada suaminya yang masih makan.

__ADS_1


Setelah itu Anugrah lanjut ke kamar guna membuka gulungan handuk yang ada di kepalanya itu, ia niatnya akan ke Pasar guna menutup Toko karena kini hari sudah sore.


Sudah rapi, lengkap dengan pasmina Anugrah keluar, suaminya sudah tak ada di ruang depan, kemungkinan tengah di belakang. Anugrah pergi tanpa pamit terlebih dahulu pada suaminya.


Begitu sampai ia langsung mengemasi dagangan yang ia pasang di depan pintu Toko, bersama Mbak Ningsih. Lanjut menutup dan menguncinya, Mbak Ningsih ia ajak pulang bareng karena memang rumah Mbak Ningsih tak terlalu jauh dari rumahnya, hanya beda RT saja.


Di pertigaan ia tak sengaja melihat suaminya pergi, dengan hati yang penasaran ia pun mengikuti.


"Loh, Nu. Kok malah ke sini?" Tanya Mbak Ningsih.


Entah kenapa Anugrah begitu penasaran kemana perginya suaminya itu. Pertama suaminya berhenti di mini market, dengan kening berkerut Anugrah berhenti di pinggir jalan, agak jauh dari mini market itu.


"Nu, kamu mau ke mana sih? Mbak turun di sini saja ya?" Tanya Mbak Ningsih yang sudah langsung turun dari motor.


"Astaghfirullah, Mbak. Maaf lupa, ya sudah mbak ngojek saja ya," Anugrah buru-buru memberikan uang dua puluh ribu dari dompetnya, dan memberikannya buru-buru pada Mbak Ningsih.

__ADS_1


Dengan bingung Mbak Ningsih menurut saja. Anugrah kembali melihat ke arah mini market, ia dapat melihat suaminya keluar dari mini market dengan satu kantong kresek, lalu kembali menaiki motornya dan pergi dari sana. Anugrah kembali membuntuti suaminya itu.


Tak jauh, hanya saja motor Keanu melaju ke arah perumahan yang baru di bangun. Belum lama ini, kira-kira lima bulan yang lalu di resmikan.


"Ngapain, Mas Kean ke Griya Safrina?" Gumam Anugrah yang memberhentikan motornya di pinggir jalan. Ia masih memandangi tulisan 'Griya Safrina' itu.


Dengan ragu akhirnya Anugrah kembali menjalankan motornya, mencari motor suaminya yang entah ke mana.


Setelah masuk dan melewati deretan rumah dengan model yang sama, Anugrah menjalankan motornya dengan pelan. Ia tak mau kalau sampai ketahuan suaminya.


Hingga, Anugrah harus segara memberhentikan motornya karena melihat suaminya berhenti di depan salah satu rumah. Keanu terlihat turun dari motornya dan keluarlah wanita dari dalam rumah itu, perempuan berjilbab dan berkacamata, mengambil kantong kresek yang di sodorkan oleh Keanu.


Seketika hati Anugrah merasa remuk, air matanya menetes begitu saja tanpa di suruh.


Dengan langkah penuh emosi Anugrah turun dan berjalan ke arah di mana ada suami dan perempuan itu.

__ADS_1


"Mas Kean!" Teriak Anugrah.


__ADS_2