
Malamnya Keanu kembali datang ke rumah Mamak, ya seperti malam sebelumnya malam ini pun ia datang. Walaupun malam ini ia datang dengan penuh rasa takut, takut kalau-kalau Bapak tak membolehkannya untuk masuk.
Namun bapak tetaplah bapak, walaupun kecewa itu ada dan penuh di dalam dadanya Bapak tetap membiarkan menantunya itu masuk bahkan dengan senyum merekah seperti biasanya. Bapak benar-benar bisa menyembunyikan kekecewaannya. Bahkan Mamak pun menyambutnya dengan berbagai perhatian, seperti "sudah makan belum Yan, kalau belum makan saja ya, Nugrah sudah tidur kayaknya sudah gelap kamarnya."
Dan dirinya hanya mampu tersenyum kaku. Perlakuan baik Mamak dan Bapak membuat rasa sesal di dadanya kian menjadi, dan karena waktu yang memang sudah larut sudah pukul dua puluh tiga lebih sepuluh jadi, Mamak pamit untuk tidur duluan.
"Bapak, tinggal ya Yan." Bapak pun pamit setelahnya.
Keanu hanya mampu mengangguk.
Suasana hening di ruang depan, lampu yang sudah di padamkan di ruang tengah, hanya ruang yang kini ada dirinya saja yang menyala. Seperti seseorang yang tengah menyendiri, dan dirinya merasa seperti orang yang tengah numpang tidur di rumah saudara jauh, yang sama sekali tak menyukainya.
Perlahan dengan ragu Keanu membuka pintu kamar istrinya, namun sayang ternyata pintunya di kunci tidak seperti malam sebelumnya.
Ia hanya mampu menghembuskan nafas kasar, karena dengan ini ia tak dapat melihat wajah cantik istrinya yang seharian ini sudah begitu membuat rindunya semakin menjadi. Rasa rindu ini benar-benar terasa, dan semakin membuat rasa sesalnya semakin menjadi.
Akhirnya ia memutuskan untuk tidur di kursi panjang yang ada di ruang depan. Tanpa bantal tanpa selimut. Bahkan ia tidur meringkuk karena panjangnya kursi tak sepanjang badannya.
...----------------...
Pukul 02:23 dini hari Anugrah terbangun karena sesuatu menyuruhnya untuk bangun. Dengan malas ia bangun dan keluar kamar, dan berjalan menuju kamar mandi. Dan setelah lega karena sudah membuang sesuatu yang membuatnya terbangun dari mimpi ia kembali ke kamar.
__ADS_1
Namun matanya tak sengaja melihat seseorang tengah tidur di kursi. "Ngapain bapak tidur di kursi," ucapnya saat belum tahu kalau yang tidur di sana ternyata suaminya.
Dengan langkah pelan Anugrah menuju ke arah kursi, ia berniat membangunkan bapaknya, dalam benaknya mungkin bapak tidak sengaja tidur di sana.
Tapi saat matanya dapat melihat dengan sempurna siapa yang tidur di sana, ia memberhentikan langkahnya. Matanya membola, "kenapa ke sini," gumam nya.
Dalam diamnya Anugrah melihat wajah Keanu yang tertidur dengan kedinginan, karena sesekali Keanu bergerak mengelus lengan yang tak tertutup apa-apa karena Keanu hanya memakai kaos lengan pendek dan celana pendek. (Maklum di Desa tanpa AC pun sudah dingin.)
Walaupun rasa kecewa masih memenuhi hatinya tapi ia tak tega jika harus melihat Keanu kedinginan. Jadi Anugrah masuk ke kamar guna mengambilkan selimut yang baru saja ia pakai untuk menyelimuti Keanu. Dengan perlahan Anugrah menyelimuti tu buh Keanu dan berniat untuk segera pergi. Namun saat akan melangkah ia merasakan ada yang mencekal tangannya. Membuat langkahnya terhenti seketika.
Anugrah menoleh, dan saat itu ia dapat melihat kalau Keanu tengah menatapnya.
Dengan mata yang berkaca-kaca, seolah memohon untuk tidak di tinggalkan.
Anugrah menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan, ia tak ingin marah-marah karena takut membangunkan orang tuanya.
Tanpa melepas tangan Anugrah Keanu lantas duduk, dan menarik pelan Anugrah agar duduk di sampingnya. Dengan tak melihat wajah Keanu, Anugrah men dudukan dirinya di samping Keanu.
"Aku harus apa? Agar kamu memaafkan segala kekhilafan ku," ucap Keanu berbisik.
"Serius Dek, tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Tolong, aku berada di atas duri sekarang, setiap yang aku injaki terasa sakit. Tapi karena kesalahan ku, aku siap menginjak duri penyesalan ini demi mendapatkan mu kembali."
__ADS_1
Hening kembali mengambil alih. Keanu tetap menggenggam tangan Anugrah agar Anugrah tak pergi ke kamar dan meninggalkan nya.
...----------------...
Ternyata untuk mendapatkan maaf dari istrinya Keanu benar-benar kebingungan. Pasalnya kini sudah lebih dari dua minggu ia berada di keadaan yang sama. Setiap malam bahkan ia akan tidur di kursi, masih tak di pedulikan oleh sang istri.
Jangan tanyakan badannya yang semakin kurus dan pegal-pegal yang setiap hari ia rasakan. Karena selama dua minggu ini setelah ke Sekolah untuk mengajar, Keanu akan ke Toko untuk membantu Mbak Ningsih. Lanjut ke pekerjaan lain yang menyangkut Cafe baru nya. Lanjut pulang ke rumah Mamak dan istirahat, yang sayangnya tidurnya dengan tidak nyaman karena tempat yang begitu kecil.
Bapak bukan tidak tahu, Mamak pun sama. Hanya saja Bapak ingin melihat sampai mana keseriusan menantunya itu untuk mengambil kembali hati putrinya.
Mamak pun sudah tahu, karena pelan-pelan bapak memberitahu. Bahkan setelah tahu Mamak dengan hati yang penuh emosi mendatangi Ibu Ranti, dan membicarakannya pada besannya. Namun karena Bu Ranti dengan santainya malah membela Anugrah Mamak tak jadi meluapkan emosi, Mamak justru mendukung sikap Anugrah untuk memberi pembalasan pada menantunya itu. Begitu pun Ibu Ranti, mereka sama-sama menyerahkan keputusan terbaik pada Anugrah sekarang.
Walaupun kadang-kadang mereka tetap memberitahu dengan cara terbaik untuk membuat keputusan terbaik.
Seperti kata Bu Ranti yang datang kemarin, "memberi maaf harus Nu, karena kita hanya manusia biasa yang penuh dengan kesalahan. Apalagi saat kita mengingat kalau Tuhan saja Maha Pemaaf. Kalau keputusan yang mau Nu ambil kita para orang tua tidak akan ikut campur, terserah saja asal itu tidak menambah kesakitan di hatimu."
Dan Bapak yang mengatakan, "dalam rumah tangga tidak ada yang mulus Nduk, pasti ada saja godaan-godaan. Kalau tidak suami yang di goda, kadang istri yang di goda. Dan saat salah satu nya mendapat godaan harusnya salah satu juga berada di sisinya untuk menyadarkan. Terkecuali sudah tidak ada ke sadar an sama sekali, itu sudah tidak bisa di apa-apakan."
Dan Mamak yang bilang, "kalau kamu melepaskannya, lalu dia bahagia dan kamu tidak, berarti kamu sudah salah Nu. Terkecuali kamu sudah mampu untuk hidup tanpa dirinya. Karena kalau mamak lihat-lihat semalam dia datang terlambat saja kamu sudah khawatir nggak karuan. Lagian Keanu sudah mendapat imbalannya, selama ini ia begitu menderita, di cuekin kamu sampai lupa untuk merawat dirinya sendiri. Kamu nggak lihat kalau badannya semakin hari semakin kurus."
Dan bapak mertuanya yang mengatakan, "kita semua ada di pihak mu, kalau kamu merasa tersakiti kembali setelah memaafkan. Kita yang akan pertama memisahkan mu dari dia."
__ADS_1
Juga perkataan Yuni yang awalnya mendukungnya untuk pisah saja, namun kemarin malah mendukungnya untuk memaafkan Keanu. "Aku ralat kalau pernah bilang kamu harus pisah saja Nu, karena sekarang aku mau bilang kalau kamu harus memberinya satu kesempatan lagi. Karena kalau aku lihat-lihat dia udah kaya nggak punya tulang, kemarin aja pas aku di suruh antar pecel sama Mamak, dia lagi terbengong sendiri sambil nyiram bunga mawar yang katanya punya kamu, supaya kamu kalau balik ke rumah buangannya masih pada subur. Aku malah jadi kasian sekali sama tuh bocah."
Seulas senyum terbit di bibir Anugrah, ya...tidak ada salahnya memberi kesempatan bukan? Lagi pun hatinya masih tidak rela jika harus berpisah dari suaminya.