
"Assalamu'alaikum," ucap Anugrah dengan senyum malu-malu.
"Wa'alaikumsallam," Keanu menjawab sembari tertawa lirih.
Anugrah menatap heran wajah kekasihnya yang melihatnya dengan senyum menyebalkan. Dan dirinya pun seketika mengerucut kan bibirnya sebal.
"Pulang, kapan?" Tanya Anugrah. Pasalnya Anugrah tidak tahu, dan tidak di beritahu kalau tunangannya itu pulang.
"Mau, duduk di mana?" Tanya balik Keanu.
Anugrah menjawab dengan menaikan bahunya, tidak tahu.
Berdua berjajar berjalan di pinggiran jalan. Walaupun rindu itu sudah begitu menusuk kalbu tapi hanya dengan melihat wajahnya saja sudah terobati. Di tambah mendengar langsung tidak melalui ponsel, ah rasanya ingin sekali Anugrah uyel-uyel wajah Keanu yang semakin terlihat tampan dan menggemaskan.
Akhirnya kini keduanya duduk di teras rumah Anugrah.
"Nggak, bisa kasih minum, maaf. Kuncinya di bawa mamak." Ujar Anugrah hang kini sudah duduk di samping Keanu. mereka berdua sama-sama menatap jalan yang ada di depan rumah Anugrah. Terlihat lengang, dan sepi.
"Nggak, apa-apa. Kamu nanya aku pulang kapan?" Anugrah mengangguk.
"Sampai rumah tadi pagi," Anugrah langsung menoleh ke arah Keanu dengan raut kesal.
"Kok, nggak nemuin aku," Anugrah menjep karena kesal.
"Maaf, sama ibu di suruh istirahat dulu." Keanu mengusap kepala Anugrah yang tertutup mukenah.
__ADS_1
"Ish, dasar!"
"Kaget, nggak?" Tanya Keanu lagi.
"Bukan kaget, sih ... lebih tepatnya penasaran, beneran nggak kamu yang adzan, soalnya suara nggak enak kamu tuh nggak ada lagi yang punya."
"Wah. Ngeledek nih ... aku tinggal lagi mau?" Anugrah menggeleng kan kepalanya.
"Kenapa?" Tanya Keanu.
Anugrah menggeleng lagi "nggak kenapa-napa, nggak mau aja." Lagian kenapa harus di tanya, memang nya siapa yang mau LDR nggak ada bukan? Dasar Keanu!
......................
Pertemuan ke dua di lanjut melalui ponsel. Jujur saja jika di tanya apa masih ingin bertemu? Jawabnya adalah iya, pasalnya selama berbulan-bulan lamanya mereka baru bisa bertemu, bertatap muka. Dan sekalinya bertemu sebentar saja. Eh tapi masih ada hari esok bukan.
Seperti sekarang. Anugrah sudah duduk manis di samping lapak nya, ditemani cilok yang tadi ia beli di Yuni, sewaktu melewati gerobak Yuni yang tengah mangkal di samping sekolahan. Ia juga sudah mengantar beberapa rujak pesanan orang-orang sebelum dirinya berangkat.
Namun sampai setengah siang ini ia belum berbagi kabar dengan Keanu. Tapi, ia di kejutkan dengan keberadaan tunangannya itu. Anugrah menyambut dengan senyum merekah saat melihat sang tunangan berjalan menghampirinya.
Sampai begitu dekat Anugrah masih melebarkan senyumnya, matanya mengikuti ke mana Keanu berjalan, sampai kini duduk di sampingnya.
"Gimana, Anu. Udah laris dagangannya?" Tanya Keanu sembari menaikan alisnya.
"Ish! Baru datang udah ngeselin."
__ADS_1
"Sepi, ya ... di sini," ucap Keanu menelisik ke sekitar. Hanya beberapa orang yang lalu-lalanng. Dan ada beberapa pembeli di lapak lain.
Anugrah mengangguk, dan melanjutkan makan cilok nya. "Emang gini, sepi. Kalau di pasar rame banget, di sini biasanya lumayan rame, begitu juga kalau pasar sepi, ya di sini sepi banget."
"Sebentar lagi juga nggak di sini," gumam Keanu yang membuat Anugrah langsung menoleh ke arahnya.
"Kamu, ngomong?" Tanyanya. Entah beli berapa ribu, sampai cilok yang di makan Anugrah tidak habis-habis.
"Ora!" Keanu memperhatikan bungkusan cilok di tangan Anugrah, dan tanpa izin dia mengambil cilok dan tusuk sate yang ada di tangan Anugrah lalu menusuk cilok nya dan memasukannya ke dalam mulut. Anugrah hanya diam melihat bagaimana selanjutnya ekspresi Keanu.
(ora: tidak)
Tapi sekali makan ia langsung lepeh cilok yang baru masuk ke dalam mulutnya.
"Hahahahaha, gaya-gayaan mau ambil, nggak bisa makan kan?" Anugrah tertawa melihat Keanu yang melet kepedesan, dan segera membuka botol minum Anugrah.
"Kamu, kasih sambal tok?"
Anugrah menganggukkan kepalanya, sembari memegangi perutnya yang kaku. Tawanya masih lebar saat melihat wajah Keanu yang merah karena kepedean.
Tapi seketika tawa itu mereda, saat ia mengingat sesuatu. "Kamu lepeh semua kan?" Tanya Anugrah memastikan. Ia tak mau Keanu yang baru pulang itu harus masuk puskesmas kembali gara-gara pedas, seperti waktu dulu saat Anugrah mengerjai nya.
"Ya, lah! Baru masuk mulut aja udah nge-bakar mulut aku. Lagian kamu tuh makan jangan pedes level gemblung gitu dong. Kasian lambung kamu." Omel Keanu akhirnya.
Anugrah hanya pasrah mengangguk walau tak menyetujui nya. Karena pedas sama Anugrah memang belum bisa untuk di pisahkan.
__ADS_1