
Entah ada apa dengan perempuan, terasa sakit sedikit saja air matanya langsung menetes. Padahal belum jelas apa yang sedang Keanu bicarakan melalui ponsel, tapi pikiran-pikiran buruk sudah ada di otak nya. Anugrah menatap nanar pada punggung yang membelakangi nya di pinggir jalan sana. Sekarang Anugrah tengah berdiri di depan rumahnya dengan se-ember cucian. Ia baru selesai mencuci, saat melihat suaminya keluar dari kamar dengan buru-buru dan mengangkat telpon di depan sana.
Keanu terlihat selesai teleponan nya, Anugrah buru-buru menghapus air matanya dan berlalu dari sana. Ia masuk ke dalam membantu Mamak yang tengah di dapur belakang.
Keanu masuk ke sana, lalu dengan santainya Keanu ikut jongkok di samping Anugrah yang tengah memainkan ranting yang di ujungnya sudah terbakar dan menyisakan bara api. Sungguh hatinya tengah di isi dengan curiga dan amarah. Seandainya tidak ada Mamak dan bapak mungkin ia sudah akan bertanya dengan nada yang pastinya tinggi bahkan ia ingin memarahi suaminya sekarang dengan teriak-teriak agar perasaan kecewa di dalam dadanya hilang.
"Masak, apa Mak?" Keanu bertanya pada Mamak yang di sana tengah mengiris bawang.
"Masak apa, daun singkong saja lah Yan, sama bikin mendoan." Jawab Mamak.
"Itu saja sudah sangat enak, Mak." Kata Kenau.
Keanu menoleh ke arah Anugrah saat ia tahu kalau Anugrah tengah menatapnya. Tatapan nya benar-benar tak bersahabat, Keanu sampai menaikkan alisnya karena ekspresi Anugrah benar-benar menakutkan baginya.
"Nu, di goreng itu tempe nya." Perintah Mamak.
"Iya." Anugrah membesarkan matanya pada Keanu, lalu berdiri dan pergi ke dapur satu lagi, dapur yang menggunakan kompor.
Keanu tak ambil pusing, justru ia malah membuntuti istrinya itu, ia berniat membantu Anugrah.
Anugrah menyalakan kompor dan memasang penggorengan, menuang minyak dan mengambil tepung yang sudah di racik oleh mamak. Ia tinggal goreng saja.
"Aku bantuin ya," ucap Keanu di belakangnya.
"Nggak usah!"
Keanu kaget, tenyata istrinya kembali mode sewot. "Sewot lagi, sewot lagi. Ampun deh ... kamu kenapa sih Dek? Beneran mau menstruasi ya?"
Anugrah mengembuskan nafas kasar, "ya! Makanya sekarang kamu jangan deket-deket! Sampai aku suruh buat mendekat!"
Kluntang!!! Spatula yang harusnya untuk membalik tempe Anugrah banting ke lantai. Sampai membuat Keanu kaget, dan terlihat marah. Keanu lantas berlalu dari sana meninggalkan Anugrah dengan amarahnya.
__ADS_1
Kini kedua Anu malah sama-sama saling diam. Anugrah dengan prasangka buruknya, Keanu dengan kesalnya karena istrinya yang menurutnya keterlaluan.
Tadi, setelah menggoreng tempe Anugrah langsung menjemur dan mandi, lalu langsung menuju Pasar tanpa sarapan dan tanpa berbicara dulu pada suaminya. Ia meninggalkan Keanu dengan amarah dan kebingungannya.
Keanu yang belum sarapan akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah ibunya.
"Yan, Nugrah mana?" Tanya bapak yang entah dari mana.
"Sudah berangkat, Pak." Jawabnya. "Bapak, dari mana?" Tanya Keanu pada bapak mertuanya.
"Biasa ngobrol sama bapak-bapak, tumben pagi sekali si Nduk berangkat, sudah sarapan?" Bapak kembali bertanya.
"Em, ini kita mau sarapan di Kang bubur, tadi janjian buat ketemu di sana," ucap Keanu memberi alasan.
"Oh, ya, ya." Bapak mengangguk.
"Ya, sudah. Kean berangkat ya Pak," pamit Keanu pada bapak mertuanya.
"Ya, ya. Hati-hati."
"Entah lagi kenapa, Anugrah. Baru kali ini aku ngelihat sifat yang kayak gitu, main banting-banting barang di depan aku." Ujar Keanu sembari berjalan dengan santai.
Niatnya ia akan sarapan dan pergi ke Toko dengan motornya, entah apa nanti alasannya saat ia sarapan di rumahnya tanpa istrinya. Yang jelas Keanu tidak akan cerita masalah yang tengah ada di antara dirinya dan istrinya.
Lagi pun Keanu belum tahu apa yang menjadi sebab istrinya marah, sampai cuek dan meninggalkan nya seperti ini.
Keanu sampai di depan rumah, di sana ada bapak nya yang sudah rapi tengah memakai sepatu di teras.
"Assalamu'alaikum," sapa Keanu.
"Wa'alaikumsallam, eh. Yan, kebetulan kamu datang." Ujar Bapak.
__ADS_1
"Kenapa, Pak?" Keanu sudah duduk di kursi di samping bapak.
"Kamu sudah seharusnya ke Sekolah 'kan?Semuanya sudah di urus, kamu sudah harus berangkat, buat perkenalan juga." Kata Bapak yang kini sudah selesai memakai sepatunya.
"Secepat ini, pak?" Tanya Keanu tak percaya.
"Iya, 'kan pak guru Juwar sudah pensiun." Kata bapak lagi.
"Ya, sudah aku tak siap-siap. Tapi aku mau sarapan dulu, Pak." Ujar Keanu dengan semangat.
"Ya, sudah kamu sarapan sama siap-siap dulu, Bapak berangkat dulu ya, nanti kamu nyusul," ucap bapak. Tapi anak yang di bilangin sudah keburu masuk ke dalam.
"Itu anak gimana? Wong dari rumah mertuanya kok sarapan ke sini, apa memang niat ke sini?" Gumam Bapak Runo yang aneh saat melihat anaknya tumben-tumbenan pergi ke sana tanpa istrinya.
***
Emosi nya masih memuncak, ia masih terbayang wajah suaminya yang terlihat biasa-biasa saja saat setelah melakukan kesalahan. Menurutnya.
Resah, gelisah, takut, merasa bersalah, merasa kesal. Ah entahlah apa yang sekarang Anugrah rasakan yang jelas semua perasaan itu ada dalam diri Anugrah sekarang.
Ia menjauhi suaminya, mendiamkan suaminya, tapi jujur saja dalam hati kecilnya ia ingin di datangi suaminya, di tanya kenapa? Dan di bujuk agar mau bicara. Ia ingin sekali seperti itu.
Dalam hatinya mengatakan suaminya tidak mungkin aneh-aneh. Tapi lagi-lagi sisi lain dirinya mengatakan kebalikannya. Karena ketakutan karena dirinya yang belum hamil, ia jadi berpikiran macam-macam karena kejadian ini. Ia takut suaminya mencintai wanita lain karena dirinya belum kunjung hamil.
Tapi kenapa kalau memang ada wanita lain suaminya masih saja mendekat dan manja padanya? Apakah itu karena untuk menutupi kebusukannya? Anugrah benar-benar di buat pusing karena prasangka nya.
"Kenapa aku nggak bisa bersikap biasa-biasa saja padanya? Harusnya bisa menyembunyikan kekesalanku, dan aku selidiki dulu semuanya. Jangan bersikap kayak tadi, membanting spatula dan akhirnya dia malah marah balik. Sekarang, entah sedang apa dia, jangan-jangan malah lagi sarapan sembari telponan, tak perduli sama aku!"
Lagi-lagi pikiran buruk itu muncul.
"Kenapa, sih Nu? Ngomong terus, ngomong sama siapa?" Mbak Ningsih baru datang setelah bos nya sudah lebih awal datang. Karena memang Anugrah datang terlalu pagi.
__ADS_1
"Enggak, Mbak." Jawabnya. Anugrah menarik nafas panjang guna menghilangkan emosi yang tengah ia rasakan. Tidak. Ia tidak boleh melampiaskan amarahnya pada semua orang. Cukup.
Anugrah istighfar dan memejamkan matanya sebentar.